Hidup tidak selalu bertemu dengan orang baik.
Berikut ini adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw berikut transliterasi dan terjemahannya:
اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنْ مُضِلَّاتِ الفِتَنِ
Allâhumma Rabban nabiyyi Muhammadin, ighfirlî dzanbî, wa adzhib ghaizha qalbî, wa ajirnî min mudhillātil fitani.
Artinya, “Ya Allah, Tuhan Nabi Muhammad, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh (setan) yang menyesatkan dalam cobaan.”
Riwayat ini dikutip oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin. Riwayat ini dimasukkan ke dalam amalan yang dapat memadamkan api kemarahan seseorang. (Abu Hamid Al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439 H-1440 H], juz III, halaman 178).
Amalan merupakan salah satu upaya yang dapat ditempuh selain menenangkan diri dengan berwudhu, duduk, dan berbaring. Wallahu a’lam. (Alhafiz Kurniawan)
KH Abdul Karim atau Gus Karim, pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’an Azzayadi Solo mengunggah sebuah doa beberapa saat setelah terjadi gempa bumi di Sukabumi beberapa tahun lalu. Doa itu diberinya judul “Doa Ketika Gempa Bumi” yang dikirim via grup Whatsapp “Saya NU”.
Selengkapnya doa itu sebagai berikut:
اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ
Allâhumma innî asaluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”
Dengan unggahan doa itu, tentu saja KH Abdul Karim tidak saja bermaksud menganjurkan kepada masyarakat untuk membaca doa itu pada saat itu juga, tetapi juga untuk dibaca sewaktu-waktu ketika terjadi bencana gempa bumi atau lainnya yang membahayakan keselamatan jiwa.
Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta
Banyak hal yang dilakukan saat orang kehilangan barang. Ada yang panik, teriak histeris. Ada yang berjalan kian kemari sambil mengingat posisi barang tersebut. Ada juga yang mencoba mengingatnya sambil mencari-cari di tempat barang itu biasa diletakkan. Sebagian lagi bertanya kepada orang seisi rumah sambil menaruh harapan kemungkinan orang itu mengetahuinya.
اَللّٰهُمَّ يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ، اِجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ ضَالَّتِيْ فِيْ خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ
Allâhumma yâ jâmi‘an nâsi liyaumin lâ raiba fîh, ijma’ bainî wa baina dlâllatî fî khairin wa ‘âfiyah
Artinya, “Wahai Tuhanku, wahai Tuhan yang mengumpulkan semua manusia di hari yang tiada ragu lagi padanya. Pertemukan aku dan barangku yang hilang dengan kebaikan dan ‘afiyah,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).
Apapun yang dilakukan itu sah-sah saja selagi tidak berperasangka buruk apalagi menuduh orang lain. Di samping itu kita juga dianjurkan membaca doa di atas saat kehilangan suatu barang. Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik bagi mereka yang kehilangan barangnya. (Alhafiz K)
Menurut Ulama sepuh karismatik NU, Mbah KH. Khusen Ilyas (Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Misbar Karangnongko Mojoranu Sooko Kabupaten Mojokerto), cara mengusir makhluk halus di rumah angker itu tidak bisa sembarangan. Seandainya asal mengusirnya dgn bacaan2 yg dapat membakar wujud jin itu tadi dikhawatirkan bisa menimbulkan dendam.
Menurut beliau, karena merasa disakiti mereka akan dendam, sedangkan bangsa jin itu umurnya bisa ribuan tahun, dikhawatirkan akan membalasnya hingga anak keturunan manusia itu.
Oleh sebab itu menurutnya diperlukan cara2 yg damai dan tidak menyakiti dalam mengusir makhluk halus yg menghuni rumah tsb.
Romo Kyai Khusen, lantas memberikan ijazah amalan yg dapat dilakukan siapapun, jika mengamalkan ini Insya Allah para jin akan pergi dengan sabar dan menganggap pengamalnya merupakan kerabat anak cucu Syekh Subakir rahimahullah.
Berikut ini kaifiyah ijazah amalan dari KH. Khusen Ilyas :
Tawasul
1. Fatihah kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
2. Fatihah kepada Mbah Sayyid Muhammad Al-Bakir Radhiyallahu Anhu
3. Fatihah kepada kedua orang tua
4. Fatihah kepada yg babat (pembuka) tanah desa
5. Fatihah Ila hadroti Man Ajazani (kepada yg mengijazahkan amalan, yakni KH Husein Ilyas)
Kemudian dibacakan:
سُبْحَانَ مَنِ احْتَجَبَ بِجَبَرُوْتِه عَنْ خَلْقِه فَلاَ عَيْنَ تَرَاهُ لاَ ضِدَّ وَلاَ نِدَّ سِوَاهُ
Dibaca 91 kali dalam sekali duduk, sesudah itu ditiupkan ke pasir ataupun garam. Kemudian pasir atau garam tsb disebarkan di sekitar rumah dan pekarangan yg dimaksud.
Insya Allah dimana tempat yg angker akan terasa tenteram. Semoga bermanfaat.
TIRAKATNYA SEORANG SUAMI KETIKA ISTRI HAMIL
Dari Kh sholeh bandar kidul beliau Dari KH Mahrus Ali lirboyo kediri
1.Seorang suami Seyogyanya didahului dengan berpuasa hari kamis, dan berbuka hanya dg air putih (tidak boleh makan apapun) sempai tengah malam. Kemudian dilanjutkan sholat hajat.
Kaifiyah sholat hajat
Rokaat 1 setelah fatehah membaca (رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ)
[Surat Al-Baqarah 128]
Rokaat ke 2 setelah fateh membaca
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ.رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
[Surat Ibrahim 40, 41]
Rokaat ke 3 setelah fatehah membaca
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا)
[Surat Al-Furqan 74]
Rokaat ke 4 setelah fatehah membaca
( رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضاَه وأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ)
[Surat Al-Ahqaf 15]
Setelah salam membaca رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا)
[Surat Al-Furqan 74]
2. Membaca sholawat 313 x, kemudian ditiupkan pada pusarnya istri yang hamil, dan di usap (di elus elus) sambil membaca
ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار
3 x dalam satu nafas
3. Hadiah fatehah kepada ayah, ibu dan seterusnya.
Semoga bermanfaat
Hidup tidak selalu bertemu dengan orang baik. View this post on Instagram A post shared by NU Online (@nuonline_...