Showing posts with label proteksi. Show all posts
Showing posts with label proteksi. Show all posts

Friday, July 1, 2022

DOA SAAT KEMARAHAN MEMUNCAK


Rasulullah SAW mengajarkan antara lain amalan doa yang dapat dibaca ketika seseorang tengah naik pitam dan api kemarahannya mendidih. Rasulullah mengajarkan doa berikut ini kepada istrinya, Siti Aisyah ra.

Berikut ini adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw berikut transliterasi dan terjemahannya:

اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنْ مُضِلَّاتِ الفِتَنِ

Allâhumma Rabban nabiyyi Muhammadin, ighfirlî dzanbî, wa adzhib ghaizha qalbî, wa ajirnî min mudhillātil fitani.

Artinya, “Ya Allah, Tuhan Nabi Muhammad, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh (setan) yang menyesatkan dalam cobaan.”


Riwayat ini dikutip oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin. Riwayat ini dimasukkan ke dalam amalan yang dapat memadamkan api kemarahan seseorang. (Abu Hamid Al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439 H-1440 H], juz III, halaman 178).

Amalan merupakan salah satu upaya yang dapat ditempuh selain menenangkan diri dengan berwudhu, duduk, dan berbaring. Wallahu a’lam. (Alhafiz Kurniawan)



DOA ADA GEMPA BUMI

KH Abdul Karim atau Gus Karim, pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’an Azzayadi Solo mengunggah sebuah doa beberapa saat setelah terjadi gempa bumi di Sukabumi beberapa tahun lalu. Doa itu diberinya judul “Doa Ketika Gempa Bumi” yang dikirim via grup Whatsapp “Saya NU”.

Selengkapnya doa itu sebagai berikut:

اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ

Allâhumma innî asaluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”

Dengan unggahan doa itu, tentu saja KH Abdul Karim tidak saja bermaksud menganjurkan kepada masyarakat untuk membaca doa itu pada saat itu juga, tetapi juga untuk dibaca sewaktu-waktu ketika terjadi bencana gempa bumi atau lainnya yang membahayakan keselamatan jiwa.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta




DOA SAAT KEHILANGAN BARANG BERHARGA


Kehilangan barang yang dimiliki disebabkan banyak hal. Sebabnya bisa jadi barang milik kita dicuri orang, tertinggal di sebuah tempat, lupa meletakannya, atau dibenahi oleh orang lain. Yang jelas kita ingat akan barang itu lebih-lebih saat kita membutuhkannya terlepas mahal atau murah.

Banyak hal yang dilakukan saat orang kehilangan barang. Ada yang panik, teriak histeris. Ada yang berjalan kian kemari sambil mengingat posisi barang tersebut. Ada juga yang mencoba mengingatnya sambil mencari-cari di tempat barang itu biasa diletakkan. Sebagian lagi bertanya kepada orang seisi rumah sambil menaruh harapan kemungkinan orang itu mengetahuinya.


اَللّٰهُمَّ يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ، اِجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ ضَالَّتِيْ فِيْ خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ

Allâhumma yâ jâmi‘an nâsi liyaumin lâ raiba fîh, ijma’ bainî wa baina dlâllatî fî khairin wa ‘âfiyah

Artinya, “Wahai Tuhanku, wahai Tuhan yang mengumpulkan semua manusia di hari yang tiada ragu lagi padanya. Pertemukan aku dan barangku yang hilang dengan kebaikan dan ‘afiyah,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Apapun yang dilakukan itu sah-sah saja selagi tidak berperasangka buruk apalagi menuduh orang lain. Di samping itu kita juga dianjurkan membaca doa di atas saat kehilangan suatu barang. Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik bagi mereka yang kehilangan barangnya. (Alhafiz K)

DOA TRAVELLING PERGI atau MUDIK

 Doa saat akan pergi travelling atau mudik



 

 

 

DOA MELIHAT TANDA BURUK

 Satu saat melihat satu tanda tanda buruk maka baca doa ini


MENGUSIR JIN DIRUMAH DENGAN CARA DAMAI

IJAZAH RUMAH JADI ADEM, JIN PERGI DENGAN DAMAI TANPA DENDAM

Menurut Ulama sepuh karismatik NU, Mbah KH. Khusen Ilyas (Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Misbar Karangnongko Mojoranu Sooko Kabupaten Mojokerto), cara mengusir makhluk halus di rumah angker itu tidak bisa sembarangan. Seandainya asal mengusirnya dgn bacaan2 yg dapat membakar wujud jin itu tadi dikhawatirkan bisa menimbulkan dendam.

Menurut beliau, karena merasa disakiti mereka akan dendam, sedangkan bangsa jin itu umurnya bisa ribuan tahun, dikhawatirkan akan membalasnya hingga anak keturunan manusia itu.

Oleh sebab itu menurutnya diperlukan cara2 yg damai dan tidak menyakiti dalam mengusir makhluk halus yg menghuni rumah tsb.

Romo Kyai Khusen, lantas memberikan ijazah amalan yg dapat dilakukan siapapun, jika mengamalkan ini Insya Allah para jin akan pergi dengan sabar dan menganggap pengamalnya merupakan kerabat anak cucu Syekh Subakir rahimahullah.


Berikut ini kaifiyah ijazah amalan dari KH. Khusen Ilyas :

Tawasul


1. Fatihah kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam

2. Fatihah kepada Mbah Sayyid Muhammad Al-Bakir Radhiyallahu Anhu

3. Fatihah kepada kedua orang tua

4. Fatihah kepada yg babat (pembuka) tanah desa

5. Fatihah Ila hadroti Man Ajazani (kepada yg mengijazahkan amalan, yakni KH Husein Ilyas)


Kemudian dibacakan:

سُبْحَانَ مَنِ احْتَجَبَ بِجَبَرُوْتِه عَنْ خَلْقِه فَلاَ عَيْنَ تَرَاهُ لاَ ضِدَّ وَلاَ نِدَّ سِوَاهُ


Dibaca 91 kali dalam sekali duduk, sesudah itu ditiupkan ke pasir ataupun garam. Kemudian pasir atau garam tsb disebarkan di sekitar rumah dan pekarangan yg dimaksud.

Insya Allah dimana tempat yg angker akan terasa tenteram. Semoga bermanfaat.

Thursday, January 21, 2021

TIRAKATNYA SEORANG SUAMI KETIKA ISTRI HAMIL

 TIRAKATNYA SEORANG SUAMI KETIKA ISTRI HAMIL

Dari Kh sholeh bandar kidul beliau Dari KH Mahrus Ali lirboyo kediri

1.Seorang suami Seyogyanya didahului dengan berpuasa hari kamis, dan berbuka hanya dg air putih (tidak boleh makan apapun) sempai tengah malam. Kemudian dilanjutkan sholat hajat.

Kaifiyah sholat hajat

Rokaat 1 setelah fatehah membaca (رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ)

[Surat Al-Baqarah 128]


Rokaat ke 2 setelah fateh membaca

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ.رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

[Surat Ibrahim 40, 41]


Rokaat ke 3 setelah fatehah membaca

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا)

[Surat Al-Furqan 74]


Rokaat ke 4 setelah fatehah membaca

( رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضاَه وأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ)

[Surat Al-Ahqaf 15]


Setelah salam membaca رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا)

[Surat Al-Furqan 74]


2. Membaca sholawat 313 x, kemudian ditiupkan pada pusarnya istri yang hamil, dan di usap (di elus elus) sambil membaca

ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار

3 x dalam satu nafas


3. Hadiah fatehah kepada ayah, ibu dan seterusnya.

Semoga bermanfaat 




Monday, May 18, 2020

Doa Tolak Wabah: li khasamtum

Doa Tolak Wabah: li khasamtum

لِي خَمْسَةٌ أُطْفِئ بِهاَ

حَرَّ الوَباَءِ الحاَطمَة

المُصْطَفَى وَالمُرتَضَى

وَابْناَهُماَ وَفَاطِمَة

Li Khomsatun, uthfi-u biha

Harrol waba-il hathimah

Almusthofa, wal murtadlo

Wabnahuma wa Fathimah

Artinya: “Aku berharap diselamatkan dari panas derita wabah yang bikin sengsara dengan wasilah derajat luhur lima pribadi mulia yang aku punya: Baginda Nabi Muhammad al-Mushthafa saw, Sayyidina Ali al-Murtadla dan kedua putra (Hasan dan Husain), serta Sayyidatina Fathimah Azzahra, binti Rasulillah saw’."

Bacaan Wirid Nadhom Li Khomsatun ini dimaksudkan untuk memperkuat iman dan keteguhan beragama. Kemudian wirid yang satu ini keutamaannya dapat menolak wabah penyakit atau bala atau musibah apapun.

#wuhanvirus #coronavirus #covid19




Doa keselamatan Imam Daamiri di Hayatul Hayawan

Doa keselamatan yang ditulis apik Imam Daamiri di Hayatul Hayawannya bab al-Wahsyu.

حياة الحيوان الكبرى (2/ 535)
تتمة مشتملة على فوائد حسنة: قال شيخ الإسلام محي الدين النووي، في الأذكار، في باب أذكار المسافر، عند إرادة الخروج من بيته: يستحب له عند ارادته الخروج من بيته أن يصلي ركعتين، لحديث المقطم بن المقدام الصحابي أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «ما خلف أحد عند أهله أفضل من ركعتين يركعهما عندهم حين يريد السفر» . رواه الطبراني.
قال بعض أصحابنا: يستحب أن يقرأ في الأولى منهما بعد الفاتحة قل أعوذ برب الفلق، وفي الثانية قل أعوذ برب الناس، وإذا سلم قرأ آية الكرسي،

Penutup yang mencakup beberapa faidah indah. Syaikhul Islam Muhyiddin an-Nawawi berkata dalam kitab Adzkar di bab dzikir-dzikir bagi musafir yang ingin keluar dari rumahnya: “Ketika akan keluar rumah, sunnah baginya shalat dua rekaat. Karena hadis Sahabat Muqatham bin Miqdam, ‘Sungguh! Rasulullah shallallahu alayhi wasallama bersabda: Tidaklah seseorang meninggalkan (amalan) pada keluarganya yang lebih baik dibandingkan dua rakaat yang dilakukannya di sisi mereka ketika hendak bepergian. HR. at-Thabrani.’

Sebagian sahabat kami berkata: “Pada rekaat pertama dari dua rekaat diatas, setelah baca faatihah, sunnah membaca qul a’udzubirabbil-falaq. Dan di rekaat kedua, membaca qul a’udzubirabbin-naas. Lalu, setelah salam, membaca ayat kursi.”

فقد جاء أن من قرأ آية الكرسي، قبل خروجه من منزله، لم يصبه شيء يكرهه حتى يرجع

Ada sebuah riwayat yang mengatakan: “Sungguh! Yang membaca ayat kursi, sebelum ia keluar dari rumahnya. Maka tidak akan terkena sesuatu yang tidak ia senangi, sampai kembali kerumah.”

ويستحب أن يقرأ سورة لايلاف قريش فقد قال السيد الجليل، أبو الحسن القزويني، الفقيه الشافعي صاحب الكرامات الظاهرة والأحوال الباهرة، والمعارف المتظاهرة: إنه أمان من كل سوء.

Disunnahkan membaca surat Li iilafi quraysin. Tuanku mulia Abul Hasan al-Quzwayni, seorang faqih bermadzhab Syafi’i, yang punya banyak keramat nampak dan laku mempesona, serta kemakrifatan nyata, benar-benar berkata: “Sungguh! --Surat Li iilafi quraysin-- itu, bisa menjadi perantara keselamatan dari setiap hal buruk”

وقال أبو طاهر بن جحشويه: أردت سفرا، وكنت خائفا منه فدخلت على القزويني، أسأله الدعاء، فقال لي ابتداء من قبل نفسه: من أراد سفرا ففزع من عدو أو وحش، فليقرأ لإيلاف قريش، فإنها أمان من كل سوء. فقرأتها فلم يعرض لي عارض حتى الآن انتهى.

Abu Thahir bin Jahsyawiyyah berkata: “Dulu, ketika aku ingin bepergian, namun takut dengan situasi, aku sowan pada Syaikh Abul Hasan al-Quzwayni, meminta doa darinya. Maka, --sebelum aku menjelaskan alasanku mengunjunginya-- beliau mendahului berkata pada dirinya sendiri --yang sejatinya ditujukan-- padaku: “Yang ingin bepergian. Namun, takut dengan adanya musuh atau hewan liar. Maka, bacalah Li iilafi quraysin. Sungguh! Surat Li iilafi quraysin itu, bisa menjadi perantara keselamatan dari setiap hal buruk.”. Lalu aku membacanya. Dan sampai sekarang, tiada satupun kecelakaan/keburukan/penghalang yang menimpaku.

Syaikh Ahmad bin Umar Al-Ghaniimiy al-Azhary as-Syafi’i ad-Dayarbi (di pondok, kondangnya ad-Dayrobi) adalah ulama madzhab Syafi’i yang lahir tahun 1061-1151 H./1651-1738 H. Seorang faqih, ahli ilmu hikmah, dan Azhari (Sebutan bagi mereka yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas al-Azhar Kairo).

Kefaqihannya, terbukti dengan banyaknya kitab fiqh karya beliau. Seperti: Ghayatul maqsud limay-yata’attha al-‘uquud, kitab fiqh yang mencakup empat madzhab, Fathul-maalik al-baari penjabar akhir kitab Manhajnya Imam Zakariyya al-Anshari, Ghayatul-maram tentang hukum nikah, Fathul-maalik al-kaarim al-wahhaab sarah Tahrir, dan banyak lainnya.

Kecintaannya pada Baginda Nabi shallallahu alayhi wasallam beliau buktikan dengan karyanya; al-Qaulul-muhtar bima yata’allaqu bi abawayyin-Nabiy al-muhtar (Pendapat pilihan yang berhubungan dengan kedua orangtua Nabi terpilih)

Selain mengarang banyak kitab dalam fan berbeda. Ada satu kitab beliau yang diakui banyak kalangan dan sangat familiar di kalangan pesantren serta dunia keilmuan. Bahkan ada yang mengatakan: Laa nadzira lahu fii baabihi (Tiada tandingan dalam pembahasan setiap babnya). Namun, di sesat-sesatkan oleh kawan sebelah
Yakni: Fathul-mulki al-majid al-muallafu linaf’il-abiid wa qam’i kulli jabbaarin ‘aniidin (Pembuka kerajaan agung nan mulia, dikarang untuk kemanfaatan hamba-hamba Allah dan guna melawan orang-orang kejam yang keras kepala dan mendurhakai hukum Allah Ta’ala). Yang didalamnya menjelaskan rahasia sirri qur’an, hadist, dawuh para sahabat, dan doa-doa hasil ijtihad manusia-manusia pilihan. Karena saking panjang namanya. Para pelajar menyebutnya kitab MUJARRABAT DAYARBI/DAYRABI (Ilmu-ilmu yang telah diuji/dibuktikan/terbukti oleh Syaikh Dayarbi/Dayrabi)

(Disarikan dari kitab Tarikh ‘ajaaibil-atsar Syaikh Abdurrahman ban Hasan W.1237 H. Kitab Al-a’lam Syaikh Khiruddin az-Zirikli W. 1936 H. Dan kitab Hidaayatul Arifin Syaikh Ismail al-Baabani W. 1396 H.)

Bismillahirrahmanirrahim dengan hanya idzin Allah dan semuanya hanya meminta pada Allah:

Syaikh Ahmad bin Umar Al-Ghaniimiy al-Azhary as-Syafi’i ad-Dayarbi di halaman 111 menulis dalam kitabnya: “Sebagian kawan-kawanku memberiku khabar. Sungguh! Keterangan ini di ambil dari Syaikh Usman al-Jundiy al-baghdadi. Beliau berkata: Sesiapa yang membaca kalimat-kalimat ini selama masa terjadinya Thaun, setiap hari 7 kali pagi dan 7 kali sore, maka Thaun tidak akan mengenainya. Dan yang menulis, lalu menggantungkan dirumahnya, maka, selamanya Thaun tidak akan masuk ke rumahnya, selama tulisan itu masih digantungkan. Yakni:

لا اله الا الله أمان من الطاعون محمد رسول الله طعن في الطاعون. سيدي عبد الوهاب الشعراني سيدي شمس الدين الحنفي سيدي سراج الدين البلقيني سيدي عبد القادر الجيلاني. حي صمد باقي وله كنف واقي سبحان الملك الخلاق

Laa ilaha illAllah amaanun minat-Thaaun, Muhammadur-rasulullah tha’ana fi-Thaaun. Sayyidi Abdul Wahhab as-Sya’rani, Sayyidi Syamsuddin al-Hanafi, Sayyidi Sirajuddin al-Bulqini, Sayyidi Abdul Qaadir al-Jiilaani. Hayyun shamaadun baaqi wa lahu kanaafun waaqi subhanal-malikil-khallaaqi

‘Tiada tuhan selain Allah --dengan izinNya, kami meminta-- keselamatan dari Thaun, --Dengan pertolongan-- Nabi Muhammad utusan Allah yang menusuk Thaun. --Dengan perantara amal ibadah-- Sayyidi Abdul Wahhab as-Sya’rani, Sayyidi Syamsuddin al-Hanafi, Sayyidi Sirajuddin al-Bulqini, Sayyidi Abdul Qaadir al-Jiilani. --Allah Ta’ala adalah dzat yang-- hidup sempurna. Yang melindungi; penguasa yang maha sempurna dan bergantung kepada-nya segala sesuatu. Yang kekal. Dia pemilik sisi/pelindung yang melindungi. --Aku sucikan Engkau--Wahai dzat yang maha suci pencipta segenap makhluq’

Telah benderang bagimu. Keterangan lalu, yakni khasiat-khasiat yang bermanfaat. Maka jangan sampai kau lupakan. Wallahu A’lam.”

----

Wallahu A’lam bis-Shawaab
Mugi kita semua segera terlepas dari wabah corona, lalu menjadi muslim yang semakin baik. Amin.

@roberts azmi


Doa Sayyidatina ‘Aisyah RA Saat Kesusahan

Doa Sayyidatina ‘Aisyah RA Saat Kesusahan

Setiap manusia punya masa sulit. Masa yang membuatnya merasa terpuruk. Tak terkecuali orang-orang mulia. Iya! Pernah wanita mulia, cantik nan cerdas dan menjadi kekasih Rasulullah shallallahu alayhi wasallam, Sayyidatina Aisyah radhiyallahu anha, susah luar biasa. Kesusahannya sampai tidak terpendam. Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu anhu yang menjadi pembantu rumahtangganya, mendekat, berusaha menghibur.

“Yang dekat maupun jauh, telah mendiamkanku” keluh Sayyidatina Aisyah, “Hingga kucingpun tak mau menyapaku. Tak ada yang menawariku makanan dan minuman Hhhh …”

Sahabat Anas yang didekatknya hanya terdiam. Mendengarkan kata perkata ungkapan hati junjungannya.

“Namun. Tadi malam. Setelah tak bisa tidur karena lapar. Akhirnya bisa juga terlelap. Aku mimpi bertemu seorang pemuda. Ia berkata: ‘Apa yang membuatmu susah?’. ‘Ah, sebab perkataan manusia’ jawabku. Lalu iapun menimpali: ‘Coba, berdoalah dengan kalimat-kalimat ini. Insya Allah kesusahanmu akan hilang’. ‘Bagaimana lafadz doa itu?’ tanyaku. Kemudian ia berkata: Bacalah ini:

يا سابغ النعم، ويا دافع النقم، ويا فارج الغمم، ويا كاشف الظلم، ويا أعدل من حكم، ويا حسيب من ظلم، ويا ولي من ظلم، ويا أول بلا بداية، ويا آخر بلا نهاية، ويا من له اسم بلا كنية، أجعل لي من أمري فرجا ومخرجا. (حياة الحيوان الكبرى (2/ 520) باب الهر)

Yaa Sabighan-Niami, Wa Yaa Daafi’an-Niqami, Wa Yaa Faarijal-ghumami, Wa Yaa Kasyifadz-Dzulmi. Wa Yaa A’dala man hakama, Wa Yaa Hasiiba man dzalama, Wa Yaa Waliyya man dzulima, Wa Yaa Awwalu bila bidaayatin. Wa Yaa Akhiru bila nihaayatin, Wa Yaa man lahu ismun bila kunyatin. Ij’al lii min amri farajan wa makhrajan.”

‘Wahai Dzat yang menyempurnakan kenikmatan-kenikmatan. Wahai Dzat yang menolak segala siksa dan hukuman. Wahai Dzat yang menghalau segala kesedihan. Wahai Penyibak kegelapan. Wahai Pemutus hukum paling adil. Wahai Dzat yang menghisab orang dzalim. Wahai Dzat yang menjadi wali/pelindung orang yang didzalimi. Wahai Yang terawal tanpa permulaan. Wahai yang terakhir tanpa batas. Wahai Dzat yang bernama tanpa kunyah (Tanpa awalan Abu). Jadikan urusanku ini lapang dan ada jalan keluar’”

“Lalu aku terbangun dengan keadaan segar bugar dan kenyang. Dan sungguh! Allah telah menurunkan pembebasannya padaku dan melapangkan dadaku” pungkas Sayyidatina Aisyah radhiyallahu anha.

Wallahu A’lam bis-Shawaab.
Disunting dari kitab Hayatul Hayawan Imam Daamiri bab al-Hirr dengan sedikit penyesuaian bahasa.

@roberts azmi


Saturday, May 9, 2020

Ayat Hifzi




Ayat Hifzi

Ayat ini dipakai sebagai benteng penjagaan atas bahaya atau penyakit

Al Baqarah 255
Yusuf 64
As Soffat 7
Al Hijir 17
Fussilat 12
At Toriq 4
Al Buruj 12 - 22

Qul yaa Adzim antal Adzim

Qul yaa Adzim antal Adzim

– Qul Ya Adhim –

قُلْ يَاعَظِيْم أَنْتَ الْعَظِيْم
Qul Ya Adzim antal Adzim

Katakan: Wahai Yang Maha Agung, Engkaulah Yang Maha Agung

قَدْ هَمَّنَا هَمٌّ عَظِيْم
Qad hammana hammun Adzim

Kami sudah terkena problem yang amat berat

وَکُلُّ شَيْئٍ هَمَّنَا
Wa qullu sha’in hammana

Dan tiap-tiap hal yang kami khawatirkan

يَهُوْنُ بِاسْمِكَ يَاعَظِيْم
Yahunu bismika Ya Adzim

Jadi mudah dengan menyebutkan Nama Mu Wahai Yang Maha Agung

اَنْتَ الْقَدِيْمُ فِی الْأَزَل
Antal Qadim, Qadimu fil adzal

Engkaulah Yang Maha Awal, Wahai Yang Maha Awal

أَنْتَ الْلَّطِيْفُ لَمْ تَزَلْ
Antal Latif, Latifu lam tadzal

Engkaulah Yang Maha Halus, Tanpa Berkesudahan

عَنَّا أَزِلْ مَاقَدْ نَزَلْ
Anna adzil ma qad nazal

Angkatlah dari kami apa yang sudah menimpa kami

مِنْ فَادِحِ الْخَطْبِ الشَّدِيْد
Min fadihil khot bish shadid

Dari kesukaran yang gawat dan rumit





Tuesday, May 5, 2020

HIZIB IKHFA', Dzikir Wirid Amalan Imam Abul Hasan Asy-Syadzili

HIZIB IKHFA', Dzikir Wirid Amalan Imam Abul Hasan Asy-Syadzili

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. إِحْتَجَبْتُ بِنُورِ اللهِ الدَّائِمِ الْكَامِلِ, وَتَحَصَّنْتُ بِحِصْنِ اللهِ الْقَوِيِّ الشَّامِلِ, وَرَمَيْتُ مَنْ بَغَى عَلَىَّ بِسَهْمِ اللهِ وَسَيْفِهِ الْقَاتِلِ,

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Ihtajabtu binuu-rillaahid-daa-imil kaamil. Watahash-shantu bi hishnillaahil-qawiyyis-syaamil. Waramaitu man baghaa ‘alayya bisahmillaahi wasaifihil qaatil.
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Aku bersembunyi (berlindung) di balik nur Allah yang selalu sempurna. Aku berbenteng dengan benteng Allah yang kuat lagi meliputi/memuat; aku melempar orang yang berbuat jahat kepadaku dengan panah dan pedang Allah yang mematikan.

اَللَّهُمَّ يَاغَالِبًا عَلَى أَمْرِهِ, وَيَاقَائِمًا فَوْقَ خَلْقِهِ, وَيَاحَائِلاً بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ, حُلْ بَيْنِى وَبَيْنَ الشَّيْطَانِ وَنَزْغِهِ, وَبَيْنَ مَالاَ طَاقَةَ لِى بِهِ مِنْ خَلْقِكَ أَجْمَعِيْنَ.

Alloohumma yaa ghaaliban ‘alaa amrih, wayaa qaa-iman fauqa khalqih, wayaa haa-ilan bainal mar-i waqalbih. Hul bainii wabainas-syaithaani wanazghih, wabaina maa laa thaaqata lii bihii min khalqika ajma’iin.
Ya Allah! Wahai Dzat Yang mengatasi urusan-Nya. Wahai Dzat Yang Berdiri (Mengurusi) diatas makhluk-Nya. Wahai Dzat Yang menjadi Pemisah antara seseorang dengan hatinya. Pisahkan antara aku dan syetan beserta godaannya, (antara aku) dan dari semua makhluk-Mu yang tidak ada kemampuan buatku untuk mengatasinya.

اَللَّهُمَّ كُفَّ عَنِّى أَلْسِنَتَهُمْ, وَ اغْلُلْ  أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَارْبُطْ عَلَى قُلُوبِهِمْ, وَاجْعَلْ بَيْنِى وَبَيْنَهُمْ  سَدًّا مِنْ نُورِ عَظَمَتِكَ, وَحِجَابًا مِنْ قُوَّتِكَ, وَجُنْدًا مِنْ سُلْطَانِكَ, إِنَّكَ حَيٌّ قَادِرٌ مُقْتَدِرٌ قَهَّارٌ.

Alloohumma kuffa ‘annii alsinatahum, waghlul aidiyahum wa-arjulahum, warbuth ‘alaa quluubihim, waj’al bainii  wabai-nahum saddan min nuuri ‘azhamatik, wahijaaban min quwwatik, wajundan min sulthaanik, innaka hayyun qaadirun muqtadirun qahhaar.
Ya Allah! Jauhkanlah dariku lisan-lisan mereka; kuncilah tangan-tangan dan kaki-kaki mereka; ikatlah hati mereka’ jadikan antara aku dan mereka tirai dari Nur Keagungan-Mu, tabir dari Kekuatan-Mu dan tentara dari Kesultanan-Mu, karena sebenarnya Engkau Maha Hidup Abadi, Kuasa, Berkuasa/mampu, lagi Pemaksa.

اَللَّهُمَّ أَغْشِ عَنِّى أَبْصَارَ اْلأَشْرَارِ وَالظَّلَمَةِ حَتَّى لاَ أُبَالِى بِأَبْصَارِهِمْ.

Alloo-humma aghsyi ‘annii abshaaral asyraari wazh-zhalamati hattaa laa ubaalii bi-abshaarihim.
Ya Allah! Tutupi (butakan) dariku mata orang-orang yang jahat dan zhalim, sehingga aku tidak (begitu) mempedulikan mata mereka.

يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالأَبْصَارِ. يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِلاولِي الأَبْصَارِ.

Yakaadu sanaa barqihii yadzhabu bil-abshaar yuqallibulloohul laila wan-nahaara inna fii dzaa-lika la’ibratan li-ulil abshaar.
Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara  Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan. (QS an-Nur : 43-44).

بِسْمِ اللَّهِ كهيعص . بِسْمِ اللَّهِ حمعسق. كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيْمًا تَدْرُوهُ الرِّيَاحِ. هُوَ اللَّهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ. يَوْمَ اْلاَزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلاَ شَفِيعٍ يُطَاعُ. عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ. فَلاَ أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ, الْجَوَارِ الْكُنَّسِ, وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ. وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ.  ص وَالْقُرْءَانِ ذِي الذِّكْرِ. بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ.

Bismillaah, Kaaf Haa Yaa ‘Aiin Shaad. Bismillaah, Haa miim ‘aiin siin qaaf. Kamaa-in anzalnaahu minas-samaa-i fakhtalatha bihii nabaatul ardhi fa-ashbaha hasyiiman tadzruuhur-riyaah. 
Huwal-loohulladzii laa ilaaha illaa huwa ‘aalimul ghaibi was-syahaadati huwar-rahmaanur-rahiim.  Yau-mal aazifati idzil quluubu ladal hanaajiri kaazhimiina maa lizh-zhaalimiina min hamiimin walaa syafii’in yuthaa’.  ‘Alimat nafsun maa ahdharat. Falaa uqsimu bilkhunnasil jawaaril kunnasi, wal-laili idzaa ‘as’asa, wash-shub-hi idzaa tanaffas.  Shaad. Walqur-aani dzidz-dzikr, balilla-dziina kafaruu fii ‘izzatin wasyiqaaq.
Dengan menyebut asma’ Allah, Kaaf haa yaa ‘aiin shaad. Dengan menyebut asma’ Allah, haa miim ‘aiin siin qaaf.
Seperti air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. (QS al-Kahfi : 45)
Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS al-Hasyr : 22)
... hari yang dekat (hari kiamat, yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa`at yang diterima syafa`atnya. (QS al-Mukmin : 18)
Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. (QS at-Takwir : 15-18)
Shaad, demi Al Qur'an yang mempunyai keagungan. Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit. (QS Shad : 1-2).

 شَاهَتِ الْوُجُوهِ ( 3 × ), وَعَمِيَتِ الأَبْصَارُ, وَكَلَّتِ اْلأَلْسُنُ, وَوَجِلَتِ الْقُلُوبُ, جَعَلْتُ خَيْرَهُمْ بَيْنَ أَعْيُنِهِمْ وَشَرَّهُمْ تَحْتَ أَقْدَامِهِمْ, وَخَاتَمَ سُلَيْمَانَ بَيْنَ أَكْتَافِهِمْ, لاَ يَسْمَعُونَ وَلاَ يُبْصِرُونَ وَلاَ يَنْطِقُونَ بِحَقِّ  كهيعص.

Syaahatil wujuuh (Dibaca 3 x).
Wa’amiyatil abshaar, wakallatil alsun, wa wajilatil quluub. Ja’altu khairahum baina a’yunihim, wasyarrahum tahta aqdaamihim, wakhaatama sulaimaana baina aktaafihim, laa yasma’uuna walaa yubshiruuna walaa yanthiquuna bihaqqi kaaf haa yaa ‘aiin shaad.
Buruk semua wajah, buta semua mata, menjadi kelu semua lesan, dan merasa takut semua hati.  Aku jadikan kebaikan mereka didepan mata mereka dan kejahatan mereka di atas telapak kaki mereka, dan setempel Nabi Sulaiman diantara pundak-pundak mereka, sehingga mereka tidak (mampu) mendengar, melihat dan berbicara, berkat kebenaran kaaf haa yaa ‘aiin shaad.

فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ(3×).
إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ (3×)

Fasayakfiikahumullooh. Wa huwas-samii’ul ‘aliim (Dibaca 3 x).  Inna waliyyiyalloohulladzii nazzalal kitaaba wahuwa yatawallas-shaalihiin. (Dibaca 3 x)
Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS al-Baqarah : 137).
Sesungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh. (QS al-A’raf : 196)

حَسْبِيَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (7×), بَلْ هُوَ قُرْءَانٌ مَجِيدٌ. فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ.

Hasbiyalloohu laa ilaaha illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyil ‘azhiim (7 x).  Bal huwa qur-aanum-majiid. Fii lauhimmahfuuzh. 
“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung". (QS at-Taubah : 129).
Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur'an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh. (QS al-Buruj : 21-22).

اَللَّهُمَّ احْفَظْنِى  مِنْ فَوْقِى وَمِنْ تَحْتِى, وَعَنْ يَمِيْنِى وَعَنْ شِمَالِى وَمِنْ خَلْفِى  وَمِنْ أَمَامِى, وَمِنْ ظَاهِرِى وَمِنْ بَاطِنِى, وَمِنْ بَعْضِى وَمِنْ كُلِّى, حُلْ بَيْنِى وَبَيْنَ مَنْ  يَحُولُ  بَيْنِى وَبَيْنَكَ, يَاأَللهُ يَاأَللهُ يَاأَللهُ, وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ, وَصَلىَّ الله عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْليمًا.

Alloohummahfazhnii min fauqii wa min tahtii, wa’an yamiinii wa’an syimaalii, wamin khalfii wamin amaamii, wamin zhaahirii wamin baathinii, wamin ba’dhii wamin kullii. Wahul bainii wabaina man yahuulu bainii wabainak. Yaa Allooh, Yaa Allooh, Yaa Allooh, walaa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘azhiim.  Washallalloohu ‘alaa sayyidinaa muhammadinin-Nabiyyill ummiyyi wa’alaa aalihii washahbihii wasallama tasliimaa.
Ya Allah! Peliharalah aku (mulai) dari arah atasku, bawahku, kananku, kiriku, belakangku, depanku, zhahirku, batinku, sebagianku dan keseluruhanku. Jadikan tirai antara aku dan orang  yang membuat tirai anrara aku dan Engkau. Ya Allah! Ya Allah! Ya Allah! Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan Allah kepada junjungan kita Muhammad, seorang Nabi yang buta huruf, beserta keluarga dan para sahabatnya.


Wednesday, March 4, 2020

Doa Saat Musibah, Bala, Bencana, Wabah Penyakit Muncul

Doa Saat Musibah, Bala, Bencana, Wabah Penyakit Muncul
Musim wabah virus Wuhan, silahkan amalkan ini.

Doa lain yang juga bisa dibaca rutin setiap hari adalah:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأرْضِ وَلا في السَّماءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيم

Bismillâhil ladzî lâ yadlurru ma‘asmihi syaiun fil ardli wa lâ fis samâ-I wa huwas samî‘ul alîm

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya sesuatu di bumi dan di langit tak dapat memberikan mudarat (bahaya). Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Pengetahui."

Dalam Sunan Abu Dawud dan Tirmidzi disebutkan, hadits ini bersanad pada Sayyidina Utsman bin 'Affan yang bercerita bahwa Rasulullah pernah mengatakan, barangsiapa yang membaca doa tersebut tiap pagi dan tiap petang sebanyak tiga kali maka ia akan terbebas dari bahaya apa pun. Doa ini memuat keyakian kuat bahwa Allahlah pencegah bahaya sejati.

----------------------

Do’a Yang Mencangkup Seluruh Do’a Nabi Muhammad saww.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا عَمَّارُ بْنُ مُحَمَّدٍ ابْنُ أُخْتِ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ أَبِي سُلَيْمٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَابِطٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ دَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِدُعَاءٍ كَثِيرٍ لَمْ نَحْفَظْ مِنْهُ شَيْئًا قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ دَعَوْتَ بِدُعَاءٍ كَثِيرِ لَمْ نَحْفَظْ مِنْهُ شَيْئًا فَقَالَ أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَجْمَعُ ذَلِكَ كُلَّهُ تَقُولُ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ وَعَلَيْكَ الْبَلَاغُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami 'Ammar bin Muhammad anak saudari Sufyan Ats Tsauri, telah menceritakan kepada kami Al Laits bin Abu Sulaim dari Abdullah bin Sabith dari Abu Umamah ia berkata: Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam berdoa dengan banyak doa, kami tidak hafal sesuatu pun darinya.
Kami katakan: wahai Rasulullah, anda berdoa dengan doa yang banyak, kami tidak hafal sedikit pun darinya. Kemudian beliau bersabda: "Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang menggabungkan/mencangkup hal itu semua?

Engkau ucapkan;

ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA MIN KhOIRI MAA SA-ALAKA MINHU NABIYYUKA MUHAMMADUN ShOLLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM WA NA'UUDzU BIKA MIN SyARRI MAS TA'AADzAKA MINHU NABIYYUKA MUHAMMADUN ShOLLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM WA ANTAL MUSTA'AANU WA 'ALAIKAL BALAAGhU, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAH"

(Ya Allah, kami memohon diantara kebaikan apa yang diminta Nabi-Mu Muhammad saw., dan kami berlindung dari keburukan yang Nabi-Mu Muhammad saw. meminta perlindungan kepadanya, Engkau Tempat meminta pertolongan, dan Engkaulah tempat mengadu, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali karena pertolongan-Mu). Abu Isa berkata: hadits ini adalah hadits hasan gharib. (HR. At Tirmidzi, Hadits No.3443, juga ada di dalam kitab Riyadhush Sholihin – Imam An Nawawi, Bab Doa-doa, Hadits No.28, Hal.562, Penerbit Al Haromain)

---------------------

DOA AGAR TERHINDAR DARI MUSIBAH YANG DIALAMI ORANG LAIN

Doa ini adalah di antara doa yang bisa diamalkan agar kita terhindar dari musibah yang dialami orang lain.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى عَافَانِى

ALHAMDULILLAHILLADZII 'AAFAANII

"Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku

مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ

MIMMAB TALAAKA BIHI

dari musibah yang menimpamu
.
وَفَضَّلَنِى عَلَى كَثِيرٍ

WA FADH-DHOLANII 'ALAA KATSIIRIN

dan benar-benar memuliakanku
.
مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً

MIMMAN KHOLAQO TAFDHIILAA

dari makhluk lainnya".

(HR. at-Tirmidzi No. 3431 dan Ibnu Majah No. 3892. Syaikh al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
.
-----------------------

Doa menjauhkan terhindar dari angin ahmar dan penyakit kronik :

اللهم إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الرِّيْحِ الْأحْمَرِ وَالدَّمِ الْأسْوَدِ وَالدَّاءِ الْأكْبَرِ

ALLAHUMMA INNII A'UUDzuBIKA MINAR RIIHIL AHMAR,
WAD DAMIL ASWADI, WAD DAA-IL AKBAR(I).

Artinya:

Ya Allah Tuhanku, lindungi aku dari angin merah dan lindungi aku dari darah hitam dan dari penyakit berat.

-------------------


Imam Abu Qosim Qushairi RA pun terjaga dari tidurnya dan menemukan 6 ayat Syifa’ di dalam al-Qur’an.

Ayat Syifa’ Pertama

وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ

Wa yanshurkum `alayhim wa yasyfi shuduura qawmim-mu’miniin
Artinya:
“Dan (Allah ) akan melegakan hati orang-orang yang beriman” [QS. at-Taubah 9: 14]

Ayat Syifa’ Kedua

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Yaa ayyuhaan-naasu qad jaa atkum maw`izhatum mir-rabbikum wa syifaa-ul-limaa fish-shuduuri wa hudaw wa rahmatul-lil mu’miniin
Artinya:
“Hai Manusia, sesunguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” [QS. Yunus 10: 57]

Ayat Syifa’ Ketiga

يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ

Yakhruju mim-buthuunihaa syaraabum-mukhtalifun alwaanuhu fiihi syifaa-ul-linnaas
Artinya:
“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” [QS. an-Nahl 16: 69]

Ayat Syifa’ Keempat

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Wa nunazzilu minal qur-aani maa huwa syifaa-uw warahmatul-lil mu’miniin
Artinya:
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” [QS. Bani Israil (al-Israa) 17: 82]

Ayat Syifa’ Kelima

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Wa idzaa maridhtu fahuwa yasyfiini
Artinya:
“Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku” [Do’a Nabi Ibrahim dalam Surat Asy-Syu’raa’ 26:80]

Ayat Syifa’ Keenam

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

Qul huwa lilladziina aamanuu hudaw wasyifaa’uw-walladziina laa yu’minuun
Artinya:
“Dan katakanlah (wahai Muhammad ) bahwa (Qur’an) itu adalah petunjuk dan menyembuhkan bagi orang-orang yang beriman.” [QS. Fushshilat 41:44]

--------------------

Shalawat Thibbil Qulub (Shalawat Syifa atau Shalawat Nur al-Abshar)

اللهم صل على سيدنا محمد طب القلوب ودوائها وصحة الابدان وعافيتها ونور الابصار وضيائها وقوت الاجساد واْلأَرْوَاحِ وغدائها و على اله و صحبه و سلم

Allaahumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadin thibbil quluubi wadawaa-ihaa wa shihhatil abdaani wa 'aafiyatihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa-ihaa wa quutil ajsaadi wal arwaahi wa ghidaa-ihaa wa 'alaa aalihii washohbihii wa sallim.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan dan salam yang disertai ta’zhim kepada Nabi Muhammad saww. yang dengan shalawat sebagai penyembuh semua hati dan menjadi obatnya, kesehatan badan dan ke afiyatannya, cahaya segala penglihatan dan menjadi sinarnya, menjadi kuat jasad dan jiwa dan makanan santapannya. Dan semoga terlimpahkan pula shalawat dan salam kepada keluarga dan sahabat beliau.

--------------

Doa minta perlindungan Hanya Kepada Allah dari semua penyakit termasuk VIRUS CORONA

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

Allahumma Innii A'uudzu bika Minal Baroshi,
Wal Junuuni, Wal Judzaami Wa Sayyi-il Asqoom.

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit kulit, gila, kusta, dan segala penyakit lain yang mengerikan". HR.Abu Daud.

------------


Ijazah agar terhindar dari virus Corona dari Abah Habib Luthfi Bin Yahya

Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad
wa 'ala ali sayyidina Muhammad
bi'adadin kulli daain wa dawaain





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

DOA MELAWAN ORANG JAHAT

 Hidup tidak selalu bertemu dengan orang baik.  View this post on Instagram A post shared by NU Online (@nuonline_...