Sunday, June 30, 2019

Habib Umar bin Hafizh: Apakah Belajar Dari Internet Bisa Dianggap Murid?

Habib Umar bin Hafizh: Apakah Belajar Dari Internet Bisa Dianggap Murid?

Kemajuan teknologi saat ini adalah semua terkoneksi memakai internet, tms dalam urusan dakwah Islam. Pertanyaannya, apakah boleh kita mengambil manfaat dakwah itu memakai medium internet dan kita dianggap murid salah satu guru?

Jawabannya boleh saja jika didalam hati penuntut ilmu itu memang ada rasa cinta kepada gurunya atas nama Allah. Namun, bertemu langsung antara raga dan ruhnya, belajar tatap muka dengan sang guru face to face tetap merupakan keutamaan dan membawa keberkahan.


Monday, June 24, 2019

Habib Zain Hasan Baharun: Doa Agar Anak Jadi Salih dan Taat

USAPKAN TELAPAK TANGAN KANAN DI KEPALA ANAKMU

Lalu Bacalah

1. Al Barru (البَرُّ)
2. Ar Raqiib (الرَّقِيْبُ)
3. As Syahiid (الشَّهِيْدُ)
Masing-masing 7 kali

Lalu baca surah Al Qadar
(Innaa Anzalnahu... )
Satu kali

Lakukan semua sambil mengusap kepala anak / bayi.

Insya Allah menjadi ikhtiar untuk anak menjadi taat, shalih dan shalihah.

Disampaikan oleh Abuya Habib Zain Hasan Baharun saat diminta oleh beberapa alumni untuk mendoakaan anak-anak mereka.


Saturday, June 22, 2019

Selamat Dari Neraka Karena Menolong Dengan Roti

Beberapa pakar sejarah Islam meriwayatkan sebuah kisah menarik, kisah Imam Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 dari kota Basrah, Iraq.

Beliau bercerita:
Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah.
Waktu itu, aku sama sekali tidak memiliki apa-apapun, sementara aku harus menafkahkan seorang isteri dan seorang anak.
Himpitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami. Maka aku bertekad untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain. Akupun berjalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan keadaanku. Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata: “Berikan makanan ini kepada keluargamu.”

Di tengah perjalanan pulang,  aku berselisihan dengan seorang wanita faqir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku.

Dengan nada yang sayu dia memohon:
“Wahai Tuan, anak yatim ini belum makan, tidak terdaya kerana terlalu lama menahan rasa lapar yang menghimpit diri. Tolong berikan dia sesuatu yang boleh dia makan. Semoga Allah Ta'ala merahmati Tuan.”
Sementara itu, si anak menatapku tekun dengan tatapan yang tidak akan kulupakan sepanjang hayat.

Tatapan matanya menghanyutkan fikiranku dalam khayalan ukhrawi, seolah-olah syurga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang ingin meminangnya, dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.
Tanpa ragu sedetikpun, kuserahkan semua yang ada ditanganku. “Ambillah, beri dia makan”, kataku pada si ibu.
Demi Allah, padahal waktu itu tidak sesen pun dinar atau dirham yang aku miliki. Sementara di rumah, keluargaku sangat memerlukan makanan itu.

Spontan, si ibu tidak dapat membendung air matanya(menangis) dan si kecilpun tersenyum indah bak purnama.

Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah kakiku,
sementara beban hidup terus bergelutan difikiranku.
Sejenak, kusandarkan tubuh ini pada sebuah dinding, sambil terus memikirkan perancanganku untuk menjual rumah.

Dalam keadaanku seperti itu, tiba-tiba Abu Nashr dengan kegirangan mendatangiku.
“Hei, Abu Muhammad...! Kenapa kau duduk-duduk di sini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?”, tanyanya.

"Masyaallah....!”,
jawabku terkejut.
“Dari mana datangnya?”
“Tadi ada seorang lelaki datang dari Khurasan.
Dia bertanya-tanya tentang ayahmu atau siapapun yang mempunyai hubungan kerabat dengannya.
Dia membawa berduyun-duyun kenderaan barang penuh berisi harta,” ujarnya.
“Jadi?”, tanyaku kehairanan.
“Dia itu dahulu saudagar kaya di Basrah ini. Kawan ayahmu, dulu ayahmu pernah memberikan kepadanya harta yang telah ia kumpulkan selama 30 tahun.
Lantas dia rugi besar dan bangkrut.
Semua hartanya musnah, termasuk harta ayahmu. Lalu dia lari meninggalkan kota ini menuju Khurasan. Di sana, keadaan ekonominya beransur-ansur baik.

Bisnisnya meningkat dan berjaya.
Kesulitan hidupnya perlahan-lahan pergi, berganti dengan limpahan kekayaan.
Lantas dia kembali ke kota ini, ingin meminta maaf dan memohon keikhlasan ayahmu atau keluarganya atas kesalahannya yang lalu.
Maka sekarang, dia datang membawa seluruh harta hasil keuntungan perniagaannya yang telah dia kumpulkan selama 30 tahun berniaga dan ingin berikan semuanya kepadamu,
berharap ayahmu dan keluarganya berkenan memaafkannya.”

Ahmad bin Miskin melanjutkan ceritanya:
“Kalimah puji dan syukur kepada Allah Ta'ala meluncur dari lisanku.
Sebagai bentuk syukur.
Segera kucari wanita faqir dan anaknya tadi.
Aku menyantuni dan menanggung hidup mereka seumur hidup.
Aku pun terjun di dunia perniagaan seraya menyibukkan diri dengan kegiatan sosial, sedekah, memberi bantuan dan berbagai bentuk amal soleh.

Adapun hartaku, terus bertambah melimpah ruah tanpa berkurang.
Tanpa sedar, aku merasa TAKJUB dengan amal solehku.

Aku MERASA, telah MENGUKIR lembaran catatan malaikat dengan hiasan AMAL KEBAIKAN. Ada semacam HARAPAN PASTI dalam diri, bahawa namaku mungkin telah TERTULIS di sisi Allah Ta'ala dalam daftar orang-orang yang SOLEH.

Suatu malam, aku tidur dan bermimpi.
Aku lihat, diriku tengah berhadapan dengan hari kiamat.
Aku juga lihat, manusia bagaikan berombak lautan.

Aku juga lihat, badan mereka membesar.
Dosa-dosa pada hari itu berwujud dan berupa, dan setiap orang memikul dosa-dosa itu masing-masing di punggungnya.
Bahkan aku melihat, ada seorang pendosa yang memikul di punggungnya beban besar seukuran kota Basrah, isinya hanyalah dosa-dosa dan hal-hal yang menghinakan.
Kemudian, timbangan amal pun ditegakkan, dan tiba giliranku untuk perhitungan amal.

Seluruh amal burukku diletakkan di salah satu sisi timbangan,
sedangkan amal baikku di sisi timbangan yang lain.

Ternyata, amal burukku jauh lebih berat daripada amal baikku..!
Tapi ternyata, perhitungan belum selesai.
Mereka mulai meletakkan satu persatu berbagai jenis amal baik yang pernah kulakukan.
Namun alangkah ruginya aku.
Ternyata dibalik semua amal itu terdapat "NAFSU TERSEMBUNYI".

Nafsu tersembunyi itu adalah riya', ingin dipuji, merasa bangga dengan amal solehku.
Semua itu membuat amalku tak berharga. Lebih buruk lagi, ternyata tidak ada satupun amalku yang terlepas dari nafsu-nafsu itu.
Aku putus asa.
Aku yakin aku akan binasa.
Aku tidak punya alasan lagi untuk selamat dari seksa neraka.

Tiba-tiba, aku terdengar suara,
“Masihkah orang ini mempunyai amal baik?”
“Masih...”, jawab suara lain. “Masih berbaki yang ini.”
Aku pun menjadi tidak tentu, amal baik apakah gerangan yang masih berbaki?
Aku berusaha melihatnya.
Ternyata, itu HANYALAH dua LEMBAR ROTI isi manisan yang pernah kusedekahkan kepada wanita fakir dan anaknya.
Habis sudah harapanku...

Sekarang aku benar benar yakin akan binasa sebinasanya.
Bagaimana mungkin dua lembar roti ini menyelamatkanku,
sedangkan dulu aku pernah bersedekah 100 dinar sekali sedekah dan itu tidak berguna sedikit pun.

Aku merasa benar-benar tertipu habis-habisan.
Segera 2 lembar roti itu diletakkan di timbanganku.
Tak kusangka, ternyata timbangan kebaikanku bergerak
turun sedikit demi sedikit, dan terus bergerak turun sehingga lebih berat sedikit dibandingkan timbangan keburukanku.
Tidak sampai disitu, tenyata masih ada lagi amal baikku.

Yaitu berupa AIR MATA wanita faqir itu yang mengalir saat aku berikan sedekah.
Air mata tak terbendung yang mengalir kala tersentuh akan kebaikanku. Aku, yang kala itu lebih mementingkan dia dan anaknya dibanding keluargaku.
Sungguh tak terbayang, saat air mata itu diletakkan, ternyata timbangan baikku semakin turun dan terus memberat.
Hingga akhirnya aku mendengar suatu suara berkata,
“Orang ini selamat dari seksa neraka...!

Masih adakah terselit dalam hati kita nafsu ingin dilihat hebat oleh orang lain pada ibadah dan amal-amal kita..????!!!

Allahuakbar!!! aku bermohon kehadrat Allah Tuhan Pemilik Hari Pembalasan agar diriku, keturunanku juga sahabat²ku semua dijauhkan dari sifat dan juga amal dari Nafsu Yang Tersembunyi.

Sumber tazkirah telah kupetik dari kitab"KISAH TAULADAN"
"Ar-Rafi’i dalam Qalam (2/153-160)".

semoga bersama kita beroleh manfaat.

Selamat beramal dan beristiqomah

Oleh Abu Musoddiq

Tuesday, June 18, 2019

Doa Keluar Rumah Malam Hari

Doa saat keluar rumah malam hari

يَا أَرْضُ رَبِّيْ وَرَبُّكِ اللهُ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّكِ وَشَرِّ مَا فِيْكِ وَشَرِّ مَا يَدِبُّ عَلَيْكِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ أَسَدٍ وَأَسْوَدٍ وَحَيَّةٍ وَعَقْرَبٍ وَمِنْ شَرِّ وَالِدٍ وَمَا وَلَدٍ وَمِنْ شَرِّ سَاكِنِ الْبَلَدِ

Yâ ardlu, rabbî wa rabbukillâh. A‘ûdzu billâhi min syarriki, wa syarrimâ fîki, wa syarrimâ yadibbu ‘alaiki. A‘ûdzu billâhi min asadin wa aswadin wa hayyatin wa ‘aqrabin wa min syarri wâlidin wa mâ walad wa min syarri sâkinil balad.

Artinya, “Hai bumi, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu, kejahatan barang yang ada padamu, kejahatan barang yang berjalan di atasmu. Aku berlindung kepada Allah dari macan, ular hitam, segala ular, kalajengking, dari kejahatan segala yang beranak dan yang diberanakkan, dan dari kejahatan yang berdiam di tempat ini,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

(Alhafiz K)
Nuonline


Thursday, June 13, 2019

Adab Mencuci Beras dan Memasak Nasi

ADAB MENCUCI BERAS SUPAYA ANAK KETURUNAN DILEMBUTKAN HATINYA

1. Menggunakan tangan kanan untuk membasuh beras

2. Aduk dengan arah berlawanan dengan arah jarum jam ( seperti arah tawaf )

3. Membaca :
ليس لها من دون الله كاشفة
Laysa lahaa min duunillahi kaasyifah
" Tidak ada penyembuh selain dari Allah"

4. Boleh juga baca " Yaa Latiif " 3x (يا لطيف)
5. Ulang basuhan selama 3x atau sampai bersih

6. Sholawat

7. Niatkan dalam hati supaya dilembutkan hati diri sendiri, pasangan dan anak-anak.

Wahai muslimat, adik, kakak, dan ibu-ibu... Masaklah makanan anda dengan berdzikir, Insya Allah akan membawa berkah bagi yang memakannya.

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد

IG Debu Tareem


Monday, June 10, 2019

Al Fatihah Untuk Memohon Rezeki

Surah Al Fatihah untuk memohon dicukupkan rezeki
Diwirid 100x dalam sehari

---------------

Doa dan ijazah dari al-Habib Muhammad bin Abdullah al-Haddar (Beliau mertua daripada Alhabib Zain bin Sumaith Madinah dan Alhabib Umar bin Hafidz Tarim Hadramaut)
.
AGAR DOA DIIJABAH ALLAH
Bacalah Surat al-Fatihah dan doanya dengan posisi Anda menghadap Qiblat sembari menghadirkan Allah dalam hati serta Yaqin kepada kemurahan dan pemberiaanNya,
lalu Anda ucapkan (10x) do’a dibawah ini:

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺃﻧﺖ ﻟﻬﺎ ﻭﻟﻜﻞ ﺣﺎﺟﻪ ﻓﺎﻗﻀﻬﺎ ﺑﻔﻀﻞ ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ ﻣﺎﻳﻔﺘﺢ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﺭﺣﻤﺔ ﻓﻼ ﻣﻤﺴﻚ ﻟﻬﺎ ‏)‏) _
.
Allahumma anta lahaa wa likulli haajatin faqdhihaa bifadhli Bismillaahirrahmanirrahiim, Maa yaftahillaahu linnaasi min rahmatin falaa mumsika lahaa.
🔸
Ya Allah Engkau pemberi manfaat pada Fatihah dan pada setiap kebutuhan, maka kabulkan hajat (kami) dengan keutamaan bismillahirrahmanirrahim,Apa yang Allah buka bagi manusia berupa rahmat maka tidak ada yang mampu menahannya). Semoga Allah akan mengabulkan bagi kita dan seluruh kaum muslimin setiap kebutuhan dalam kesehatan, kebahagian, keamanan, keselamatan, rizki dan pertolongan dengan keberkahan dan rahasia doa ini,
Ya Allah..orang yang mengucapkannya, orang meriwayatkannya, orang yang membagikannya kepada saudara muslim yang lain dan orang yang mengingatkan orang lain akan doa ini semoga juga selalu terkabul hajatnya. Dengan berkah keagungan dan rahasia kasih sayang Allah.
.
Mohon keikhlasannya untuk mengirimkan doa/membacakan surah Alfatihah setiap habis sholat fardhu kepada beliau agar kita selalu tersambung dengan keberkahannya.
.
Alfaatehah.
.
@debu_tareem




 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AMALAN PELUNAS HUTANG

 AMALAN PELUNAS HUTANG... (Amalan Ijazah Al-Habib Ali bin Husein Al-Attas atau lebih dikenal dengan Habib Ali Bungur) Dalam kitab Al Qirthos...