Keutamaan Bismillah 21 Kali Menarik Manfaat & Menolak Bala
Showing posts with label Basmallah. Show all posts
Showing posts with label Basmallah. Show all posts
Saturday, March 14, 2020
Sunday, October 27, 2019
Tuesday, July 16, 2019
Habib Abdurrahman Bin Abdullah Bil Faqih Malang: Ijazah Basmallah Rejeki Kyai As'ad
Habib Abdurrahman Bin Abdullah Bil Faqih Malang: Ijazah Basmallah Rejeki Kyai As'ad
Wirid Basmallah 1000x malam hari untuk meminta rezeki
Wirid Basmallah 1000x malam hari untuk meminta rezeki
Saturday, May 18, 2019
Memuji Allah Atas Semua Kebahagiaan dan Musibah
Memuji Allah Atas Semua Kebahagiaan dan Musibah
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat (mendapatkan) sesuatu yang dia sukai, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan,
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ
‘[Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat] Segala puji hanya milik Allahyang dengan segala nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna.’
Dan ketika beliau mendapatkan sesuatu yang tidak disukai, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan,
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
‘[Alhamdulillah ala kulli hal] Segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan’.” (HR. Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)
Keadaan terakhir inilah tingkatan tertinggi dalam mengahadapi musibah yaitu seseorang malah mensyukuri musibah yang menimpa dirinya. Keadaan seperti inilah yang didapati pada hamba Allah yang selalu bersyukur kepada-Nya, dia melihat bahwa di balik musibah dunia yang menimpanya ada lagi musibah yang lebih besar yaitu musibah agama. Dan ingatlah musibah agama tentu saja lebih berat daripada musibah dunia karena azab (siksaan) di dunia tentu saja masih lebih ringan dibandingkan siksaan di akhirat nanti. Karena musibah dapat menghapuskan dosa, maka orang semacam ini bersyukur kepada Allah karena dia telah mendapatkan tambahan kebaikan.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا ، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah rasa capek, rasa sakit (yang terus menerus), kekhawatian, rasa sedih, bahaya, kesusahan menimpa seorang muslim sampai duri yang menusuknya kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan musibah tersebut.” (HR. Bukhari no. 5641)
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat (mendapatkan) sesuatu yang dia sukai, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan,
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ
‘[Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat] Segala puji hanya milik Allahyang dengan segala nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna.’
Dan ketika beliau mendapatkan sesuatu yang tidak disukai, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan,
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
‘[Alhamdulillah ala kulli hal] Segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan’.” (HR. Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)
Keadaan terakhir inilah tingkatan tertinggi dalam mengahadapi musibah yaitu seseorang malah mensyukuri musibah yang menimpa dirinya. Keadaan seperti inilah yang didapati pada hamba Allah yang selalu bersyukur kepada-Nya, dia melihat bahwa di balik musibah dunia yang menimpanya ada lagi musibah yang lebih besar yaitu musibah agama. Dan ingatlah musibah agama tentu saja lebih berat daripada musibah dunia karena azab (siksaan) di dunia tentu saja masih lebih ringan dibandingkan siksaan di akhirat nanti. Karena musibah dapat menghapuskan dosa, maka orang semacam ini bersyukur kepada Allah karena dia telah mendapatkan tambahan kebaikan.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا ، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah rasa capek, rasa sakit (yang terus menerus), kekhawatian, rasa sedih, bahaya, kesusahan menimpa seorang muslim sampai duri yang menusuknya kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan musibah tersebut.” (HR. Bukhari no. 5641)
Wednesday, May 8, 2019
Menjawab Tudingan Kenduri Kematian dan Tahlilan bidah
Tudingan bidah sesat dari kelompok wahabi ditujukan bagi yg menjalankan kenduri (kenduri kematian) atau tahlilan.
Ibnu Qoyyim dalam bukunya "ar ruh" halaman 11 mengatakan, bahwa para sahabat Anshar punya kebiasaan jika ada kawan nya mati menjadi mayit, para shabat ini akan bergantian membacakan quran didepan (kuburan) mayyit itu, habis satu juz lalu gantian dengan lainnya.
Kenduri dikatakan budaya Hindu
Tahlilan dikatakan bidah
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّ، قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا إِلَى سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ حِينَ تُوُفِّيَ، قَالَ: فَلَمَّا صَلَّى عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَوُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَسُوِّيَ عَلَيْهِ، سَبَّحَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَبَّحْنَا طَوِيلًا، ثُمَّ كَبَّرَ فَكَبَّرْنَا، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَ سَبَّحْتَ؟ ثُمَّ كَبَّرْتَ؟ قَالَ: ” لَقَدْ تَضَايَقَ عَلَى هَذَا الْعَبْدِ الصَّالِحِ قَبْرُهُ حَتَّى فَرَّجَهُ اللهُ عَنْهُ “
“Jabir bin Abdillah berkata: “Pada suatu hari kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenuju sahabat Sa’ad bin Mu’adz ketika meninggal dunia. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenunaikan shalat jenazah kepadanya, ia diletakkan di pemakamannya, dan tanah diratakan di atasnya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca tasbih. Kami pun membaca tasbih dalam waktu yang lama. Kemudian baginda membaca takbir, maka kami membaca takbir. Lalu baginda ditanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau membaca tasbih kemudian membaca takbir?” Baginda menjawab: “Kuburan hamba yang shaleh (Sa’ad bin Mu’adz) ini benar-benar menjadi sempit kepadanya, hingga Allah melapangkannya baginya.”
(HR Ahmad [14873], al-Hakim al-Tirmidzi dalam Nawadir al-Ushul (hlm. 325), al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir (juz 6 hlm 13) dan al-Baihaqi dalam Itsbat ‘Adzab al-Qabr [113] dengan sanad yang hasan).
Ibnu Qoyyim dalam bukunya "ar ruh" halaman 11 mengatakan, bahwa para sahabat Anshar punya kebiasaan jika ada kawan nya mati menjadi mayit, para shabat ini akan bergantian membacakan quran didepan (kuburan) mayyit itu, habis satu juz lalu gantian dengan lainnya.
Kenduri dikatakan budaya Hindu
Tahlilan dikatakan bidah
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّ، قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا إِلَى سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ حِينَ تُوُفِّيَ، قَالَ: فَلَمَّا صَلَّى عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَوُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَسُوِّيَ عَلَيْهِ، سَبَّحَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَبَّحْنَا طَوِيلًا، ثُمَّ كَبَّرَ فَكَبَّرْنَا، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَ سَبَّحْتَ؟ ثُمَّ كَبَّرْتَ؟ قَالَ: ” لَقَدْ تَضَايَقَ عَلَى هَذَا الْعَبْدِ الصَّالِحِ قَبْرُهُ حَتَّى فَرَّجَهُ اللهُ عَنْهُ “
“Jabir bin Abdillah berkata: “Pada suatu hari kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenuju sahabat Sa’ad bin Mu’adz ketika meninggal dunia. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenunaikan shalat jenazah kepadanya, ia diletakkan di pemakamannya, dan tanah diratakan di atasnya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca tasbih. Kami pun membaca tasbih dalam waktu yang lama. Kemudian baginda membaca takbir, maka kami membaca takbir. Lalu baginda ditanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau membaca tasbih kemudian membaca takbir?” Baginda menjawab: “Kuburan hamba yang shaleh (Sa’ad bin Mu’adz) ini benar-benar menjadi sempit kepadanya, hingga Allah melapangkannya baginya.”
(HR Ahmad [14873], al-Hakim al-Tirmidzi dalam Nawadir al-Ushul (hlm. 325), al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir (juz 6 hlm 13) dan al-Baihaqi dalam Itsbat ‘Adzab al-Qabr [113] dengan sanad yang hasan).
Thursday, April 25, 2019
Rahasia Surah Al Fatihah
Apa surat yang paling mulia dalam Al Quran? Jawabannya, surat Al Fatihah.
.
Al Fatihah, Surat Paling Mulia
.
Abu Sa’id Rafi’ bin Al Mu’alla radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku,
.
“Maukah aku ajarkan engkau surat yang paling mulia dalam Al Qur’an sebelum engkau keluar masjid?”
.
Lalu beliau memegang tanganku, maka ketika kami hendak keluar, aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengatakan, “Aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung dalam Al Qur’an?”
.
Beliau menjawab, “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah Rabb semesta alam) dan Al Qur’an Al ‘Azhim (Al Qur’an yang mulia) yang telah diberikan kepadaku.” (HR. Bukhari no. 5006)
Sunday, April 14, 2019
Prof.KH. Abdul Ghofur: Rahasia Bismillahirohmanirohim
Prof.KH. Abdul Ghofur: Rahasia Bismillahirohmanirohim
Thursday, March 28, 2019
Thursday, December 27, 2018
Bukti Al Quran Firman Allah, Astronot Tercengang Diangkasa Ada Suara "Pintu Diketuk"
Bukti Al Quran Firman Allah, Astronot Tercengang Diangkasa Ada Suara "Pintu Diketuk"
Al Quran 1400 tahun silam diturunkan kepada Muhammad SAW menjadi bukti kebenaran bahwa isinya memang wahyu Allah Yang Maha Perkasa. Disalah satu surahnya, At Tariq yang artinya adalah "pintu yang diketuk" menjelaskan tentang gugusan bintang planet dilangit raya.
https://quran.com/86
Dijaman modern saat ini 1400 tahun setelah Al Quran diturunkan, kebenaran akan arti surah At Tariq ternyata memang benar. Salah satu astronot Cina tercengang karena dia mendengarkan planet, bintang dan galaxy mengeluarkan suara ketukan berulang kali yang keras seperti ada seseorang yang mengetuk pintu, dan ini sesuai dengan arti dari surah At Tariq.
Maha Suci Allah yang menciptakan semesta ini. Sesungguhnya Al Quran adalah benar dan menjadi petunjuk bagi orang beriman, dan tidak ada keraguan didalamnya. Sekali lagi, sains dan Al Quran tidak bertentangan.
Al Quran 1400 tahun silam diturunkan kepada Muhammad SAW menjadi bukti kebenaran bahwa isinya memang wahyu Allah Yang Maha Perkasa. Disalah satu surahnya, At Tariq yang artinya adalah "pintu yang diketuk" menjelaskan tentang gugusan bintang planet dilangit raya.
https://quran.com/86
Dijaman modern saat ini 1400 tahun setelah Al Quran diturunkan, kebenaran akan arti surah At Tariq ternyata memang benar. Salah satu astronot Cina tercengang karena dia mendengarkan planet, bintang dan galaxy mengeluarkan suara ketukan berulang kali yang keras seperti ada seseorang yang mengetuk pintu, dan ini sesuai dengan arti dari surah At Tariq.
Maha Suci Allah yang menciptakan semesta ini. Sesungguhnya Al Quran adalah benar dan menjadi petunjuk bagi orang beriman, dan tidak ada keraguan didalamnya. Sekali lagi, sains dan Al Quran tidak bertentangan.
Wednesday, September 26, 2018
Doa Mujarab: Asmaul A’zham Al Husna.
Doa Mujarab: Asmaul A’zham Al Husna.
Barangsiapa membiasakan dirinya sebelum berdoa untuk mengawali dengan berdoa/mengucap Asmaul A’zham ini maka akan mempermudah/mempercepat terkabulnya doa kita..BIsa dikatakan semua permohonan memakai Asmaul Azom seperti mendapat booster agar cepat terkabul
1. يقول يا ارحم الراحمين
YAA ARHAMAR ROOHIMIIN.
Artinya : Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang.
ان لله تعالى ملكا موكلا بمن يقول يا ارحم الراحمين فمن قالها ثلاثا قال له الملك ان ارحم الراحمين قد أقبل عليك فسل.
Dari Abu Umamah ra., Nabi Muhammad saww. bersabda: Inna lillaahi ta'aalaa malakan muwakkalan biman yaqulu yaa arhamar roohimiina faman qoolahaa tsalaatsan qoola lahul malaku inna arhamar roohimiina qod aqbala 'alaika, fasal.
Artinya : Sesungguhnya Allah swt. itu mempunyai seorang Malaikat yang ditugaskan kepada orang yang berkata "YAA ARHAMAR ROOHIMIIN" (wahai Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang), barangsiapa yang mengatakan perkataan itu tiga kali, maka malaikat itu berkata kepadanya, sesungguhnya Allah yang Maha Pengasih Lagi Penyayang telah menerima pujianmu, Maka bermohonlah.". (HR. Al Hakim)
2. يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ
YAA HAYYU YAA QAYYUUM.
Artinya : Wahai Dzat Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya).
حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ يَحْيَى بْنُ الْمُغِيرَةِ الْمَخْزُومِيُّ الْمَدِينِيُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْفَضْلِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَهَمَّهُ الْأَمْرُ رَفَعَ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ وَإِذَا اجْتَهَدَ فِي الدُّعَاءِ قَالَ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ
Telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Yahya bin Al Mughirah Al Makhzumi Al Madini serta lebih dari satu orang, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dari Ibrahim bin Al Fadhl dari Al Maqburi dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila merasa gundah karena suatu perkara maka beliau mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan: "SUBHAANALLAHIL 'AZHIIMI" (Maha Suci Allah yang Maha Agung). Dan apabila bersungguh-sungguh dalam berdoa beliau mengucapkan: "YAA HAYYU YAA QAYYUUM" (Wahai Dzat Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib. (HR. At Tirmidzi No.3358)
3. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA BIANNII ASYHADU ANNAKA ANTALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA ANTAl AHADUSH SHAMAD, ALLADZII LAM YALID WA LAM YUULAD WA LAM YAKUN LAHU KUFUWAN AHAD.
Artinya : Ya Allah, aku memohon kepadaMu dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Esa, Tempat bergantung, Yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, dan tidak ada sesuatupun yang serupa denganNya.
حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عِمْرَانَ الثَّعْلَبِيُّ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ الْأَسْلَمِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو وَهُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ قَالَ فَقَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ سَأَلَ اللَّهَ بِاسْمِهِ الْأَعْظَمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى قَالَ زَيْدٌ فَذَكَرْتُهُ لِزُهَيْرِ بْنِ مُعَاوِيَةَ بَعْدَ ذَلِكَ بِسِنِينَ فَقَالَ حَدَّثَنِي أَبُو إِسْحَقَ عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ قَالَ زَيْدٌ ثُمَّ ذَكَرْتُهُ لِسُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ فَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَرَوَى شَرِيكٌ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ وَإِنَّمَا أَخَذَهُ أَبُو إِسْحَقَ الْهَمْدَانِيُّ عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ
Telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Muhammad bin Imran Ats Tsa'labi Al Kufi telah menceritakan kepada kami Zaid bin Hubab dari Malik bin Mighwal dari Abdullah bin Buraidah Al Aslami dari ayahnya, ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendengar orang yang berdoa dengan mengatakan; ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA BIANNII ASYHADU ANNAKA ANTALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA ANTA, Al AHADUSH SHAMAD, ALLADZII LAM YALID WA LAM YUULAD WA LAM YAKUN LAHU KUFUWAN AHAD (Ya Allah, aku memohon kepadaMu dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Esa, Tempat bergantung, Yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, dan tidak ada sesuatupun yang serupa denganNya). Kemudian beliau mengatakan: "Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, sungguh ia telah meminta dengan namaNya yang paling agung, yang apabila Dia dimintai suatu doa maka Dia akan mengabulkan dan apabila diminta dengannya maka Dia akan memberi." Zaid berkata; kemudian aku menyebutkannya kepada Zuhair bin Mu'awiyah beberapa tahun setelah itu. Kemudian ia berkata; Telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari Malik bin Mighawal, Zaid berkata; kemudian aku menyebutkannya kepada Sufyan Ats Tsauri kemudian ia menceritakan kepadaku dari Malik. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib, dan Syarik meriwayatkan hadits ini dari Abu Ishaq dari Ibnu Buraidah dari ayahnya, dan sesungguhnya Abu Ishaq Al Hamdani mengambilnya dari Malik bin Mighwal. (HR. At Tirmidzi No.3397, Abudaud No.1276, Ahmad No.21963)
4. يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM.
Artinya : Wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.
وَبِإِسْنَادِهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلِظُّوا بِيَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ أَنَسٍ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ
Dan dengan sanadnya (Yaitu; Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim Al Muktib telah menceritakan kepada kami Abu Badr Syuja' bin Al Walid dari Ar Ruhail bin Mu'awiyah saudara Zuhair bin Mu'awiyah, dari Ar Raqasyi dari Anas bin Malik), ia mengatakan; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Tetaplah berdoa dengan mengucapkan; YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM." (Wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan) Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib. Dan hadits ini telah diriwayatkan dari Anas dari selain jalur ini. (HR. At Tirmidzi No.3447, 3448 dan 3450)
5. اللَّهُمَّ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
ALLAAHUMMA LAA ILAAHA ILLAA ANTA Al MANNAAN, BADII'US SAMAAWAATI WAL ARDHI DZAL JALAALI WAL IKRAAM.
Artinya : Ya Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Memberi, Pencipta langit dan bumi, Dzat Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي الثَّلْجِ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَغْدَادَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ صَاحِبُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ زَرْبِيٍّ عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ وَثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْجِدَ وَرَجُلٌ قَدْ صَلَّى وَهُوَ يَدْعُو وَيَقُولُ فِي دُعَائِهِ اللَّهُمَّ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَدْرُونَ بِمَ دَعَا اللَّهَ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْأَعْظَمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ عَنْ أَنَسٍ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Abu Ats Tsalj yang merupakan penduduk Baghdad berkunyah Abu Abdullah, sahabat Ahmad bin Hanbal, telah menceritakan kepada kami Yunus bin Muhammad Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Zarbi dari Ashim Al Ahwas dan Tsabit dari Anas ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memasuki masjid dan terdapat seorang laki-laki yang melakukan shalat dan berdoa dengan mengucapkan: ALLAAHUMMA LAA ILAAHA ILLAA ANTA Al MANNAAN, BADII'US SAMAAWAATI WAL ARDHI DZAL JALAALI WAL IKRAAM (Ya Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Memberi, Pencipta langit dan bumi, Dzat Yang memiliki keagungan dan kemuliaan). Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Tahukah kalian, dengan apakah orang tersebut berdoa kepada Allah? Ia telah berdoa kepada Allah dengan namaNya yang paling agung, yang apabila Dia dimintai doa maka Dia akan mengabulkannya. Dan apabila diminta maka Dia akan memberi." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib dari jalur ini. Dan telah diriwayatkan dari selain jalur ini. (HR. At Tirmidzi No.3467)
6. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ
ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA BIANNA LAKAL HAMDU LAA ILAAHA ILLAA ANTAl MANNAANU, BADII'US SAMAAWAATI WAL ARDHI, YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, YAA HAYYU YAA QAYYUUM.
Artinya : ya Allah, aku memohon kepadaMu bahwa bagiMu segala pujian, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Pemberi, Pencipta langit dan bumi. Wahai Dzat yang memiliki keagungan, serta kemuliaan, wahai Dzat yang Maha Hidup, lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya).
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْحَلَبِيُّ حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ خَلِيفَةَ عَنْ حَفْصٍ يَعْنِي ابْنَ أَخِي أَنَسٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسًا وَرَجُلٌ يُصَلِّي ثُمَّ دَعَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى
Telah menceritakan kepada Kami Abdurrahman bin 'Ubaidullah Al Halabi, telah menceritakan kepada Kami Khalaf bin Khalifah dari Hafsh yaitu anak saudara Anas dari Anas bahwa ia duduk bersama Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa sallam dan terdapat seorang laki-laki yang melakukan shalat, kemudian ia berdoa; ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA BIANNA LAKAL HAMDU LAA ILAAHA ILLAA ANTA, Al MANNAANU, BADII'US SAMAAWAATI WAL ARDHI, YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, YAA HAYYU YAA QAYYUUM (ya Allah, aku memohon kepadaMu bahwa bagiMu segala pujian, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Pemberi, Pencipta langit dan bumi. Wahai Dzat yang memiliki keagungan, serta kemuliaan, wahai Dzat yang Maha Hidup, lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)). Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh ia telah berdoa kepada Allah dengan namaNya yang agung, yang apabila dipanjatkan doa kepadaNya dengan nama tersebut maka Dia akan mengabulkannya, dan apabila Dia diminta dengan nama tersebut maka Dia akan memberinya." (HR.Abudaud No.1277)
7. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ
LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN.
Artinya : Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ مَرَّةً عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ سَعْدٍ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ أَبِيهِ وَقَدْ رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ يُونُسَ بْنِ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ سَعْدٍ وَلَمْ يَذْكُرُوا فِيهِ عَنْ أَبِيهِ وَرَوَى بَعْضُهُمْ وَهُوَ أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ عَنْ يُونُسَ بْنِ أَبِي إِسْحَقَ فَقَالُوا عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ نَحْوَ رِوَايَةِ ابْنِ يُوسُفَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعْدٍ وَكَانَ يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَقَ رُبَّمَا ذَكَرَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ عَنْ أَبِيهِ وَرُبَّمَا لَمْ يَذْكُرْهُ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Yunus bin Abu Ishaq dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'd dari ayahnya dari Sa'd ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah; LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya." Muhammad bin Yahya berkata; berkata Muhammad bin Yusuf suatu kali dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'd dari Sa'd dan ia tidak menyebutkan padanya dari ayahnya. Dan hadits ini telah diriwayatkan lebih dari satu orang dari Yunus bin Abu Ishaq dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'd dari Sa'd dan mereka tidak menyebutkan padanya dari ayahnya. Dan sebagian mereka yaitu Abu Ahmad Az Zubairi telah meriwayatkan dari Yunus bin Abu Ishaq lalu mereka berkata dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'ad seperti riwayat Ibnu Yusuf dari ayahnya dari Sa'ad. dan terkadang Yunus bin Abu Ishaq menyebutkan dalam hadits ini dari ayahnya, dan terkadang tidak menyebutkannya.(HR. At tirmidzi No.3427)
Tambahan :
Al Habib Abdullah bin Husien Bin Thohir pernah ditanya/diminta oleh seseorang untuk memberikan Asmaul A’zham kepadanya yang bila berdo’a dengan Asma’ul A’zham itu maka do’anya akan langsung/cepat terkabul, lalu Beliau berkata, maukah engkau ku ajarkan amalan yang lebih cepat dari pengabulan dengan menggunakan Asmaul A’zham, lalu beliau berkata, do’akanlah aku (mendoakan orang lain), karena apa yang engkau pinta untukku maka Allah akan mengabulkannya untukmu juga dengan pengabulan yang sangat cepat melebihi dengan Asmaul A’zham..
Ini dalil-dalilnya :
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ صَفْوَانَ وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ وَكَانَتْ تَحْتَهُ الدَّرْدَاءُ قَالَ قَدِمْتُ الشَّامَ فَأَتَيْتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فِي مَنْزِلِهِ فَلَمْ أَجِدْهُ وَوَجَدْتُ أُمَّ الدَّرْدَاءِ فَقَالَتْ أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ فَقُلْتُ نَعَمْ قَالَتْ فَادْعُ اللَّهَ لَنَا بِخَيْرٍ فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ قَالَ فَخَرَجْتُ إِلَى السُّوقِ فَلَقِيتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَقَالَ لِي مِثْلَ ذَلِكَ يَرْوِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ وَقَالَ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami 'Isa bin Yunus telah menceritakan kepada kami 'Abdul Malik bin Abu Sulaiman dari Abu Az Zubair dari Shafwan bin 'Abdullah bin Shafwan dan riwayat selanjutnya adalah dari Ummu Darda', dia berkata; "Saya pernah pergi ke Syam dan mengunjungi Abu Darda' di rumahnya. Namun saya tidak bertemu dengannya, lalu saya pergi menjumpai Ummu Darda'. Setelah itu, Ummu Darda' bertanya kepada saya; 'Hai Shafwan, apakah kamu akan pergi haji pada tahun ini? ' Saya pun menjawab; 'Ya.' Ummu Darda' berkata; 'Mohonkanlah kepada Allah kebaikan untuk kami, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Doa seorang muslim untuk saudaranya sesama muslim dari kejauhan tanpa diketahui olehnya akan dikabulkan. Di atas kepalanya ada malaikat yang telah diutus, dan setiap kali ia berdoa untuk kebaikan, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan 'Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.' Shafwan berkata; 'Setelah itu saya pergi ke pasar dan di sana saya bertemu dengan Abu Darda'. Ternyata ia pun mengatakan seperti itu kepada saya yang diriwayatkannya dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Dan telah menceritakannya kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dari 'Abdul Malik bin Abu Sulaiman melalui sanad ini dengan Hadits yang serupa. dia berkata; dari Shafwan bin 'Abdullah bin Shafwan. (HR. Muslim No.4914)
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَكَانَتْ تَحْتَهُ أُمُّ الدَّرْدَاءِ فَأَتَاهُمْ فَوَجَدَ أُمَّ الدَّرْدَاءِ فَقَالَتْ لَهُ أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ فَقَالَ نَعَمْ قَالَتْ فَادْعُ لَنَا بِخَيْرٍ فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِنَّ دَعْوَةَ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ مُسْتَجَابَةٌ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ بِهِ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ قَالَ فَخَرَجْتُ إِلَى السُّوقِ فَلَقِيتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَحَدَّثَنِي عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ ذَلِكَ
Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdul Malik dari Abu Zubair dari Shafwan bin Abdullah -yang dia menanggung Ummu Darda', kemudian dia mendatangi mereka- dan mendapati Ummu Darda', maka Ummu Darda' berkata kepadanya, "Apakah kamu hendak melaksanakan haji tahun ini?" Dia menjawab, "Ya." Ummu Darda' lalu berkata, "Tolong do'akan kebaikan untuk kami, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Sesungguhnya do'anya seorang Muslim kepada saudaranya yang berada di tempat yang jauh adalah dikabulkan, dan di sisikepalanya ada para Malaikat yang ditugaskan kepadanya, setiap kali berdo'a kepada saudaranya dengan kebaikan para Malaikat berkata, 'Amiin, dan bagimu yang semisalnya'." Shafwan berkata, "Kemudian aku keluar ke pasar dan bertemu dengan Abu Darda', lalu ia menceritakan kepadaku tentang hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti itu." (HR. Ahmad No.26279 dana No.20717)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ قَالَ وَكَانَتْ تَحْتَهُ ابْنَةُ أَبِي الدَّرْدَاءِ فَأَتَاهَا فَوَجَدَ أُمَّ الدَّرْدَاءِ وَلَمْ يَجِدْ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَقَالَتْ لَهُ تُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ قَالَ نَعَمْ قَالَتْ فَادْعُ اللَّهَ لَنَا بِخَيْرٍ فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ دَعْوَةُ الْمَرْءِ مُسْتَجَابَةٌ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ يُؤَمِّنُ عَلَى دُعَائِهِ كُلَّمَا دَعَا لَهُ بِخَيْرٍ قَالَ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلِهِ قَالَ ثُمَّ خَرَجْتُ إِلَى السُّوقِ فَلَقِيتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَحَدَّثَنِي عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ ذَلِكَ
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah; telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dari Abdul Malik bin Abu Sulaiman dari Abu Az Zubair dari Shafwan bin Abdullah bin Shafwan -suami dari putri Abu Darda-, ia berkata; "Suatu ketika ia mendatanginya, namun ia hanya mendapati Ummu Darda' dan tidak mendapati Abu Darda'. Ummu Darda pun berkata; 'Apakah kamu mau berangkat haji tahun ini? ' Shafwan menjawab; 'Ya' lalu Ummu Darda berkata; 'Doakan kebaikan untuk kami, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Doa seseorang untuk saudaranya yang sedang tidak bersamanya adalah mustajab (terkabul). Karena di atas kepalanya terdapat malaikat yang akan mengamini doanya setiap kali ia berdoa untuk kebaikan saudaranya. Malaikat itu akan berucap: 'Amin, dan untukmu kebaikan yang serupa'. Shafwan berkata; 'Kemudian aku pergi ke pasar, dan di sana aku bertemu dengan Abu Darda, ia lantas membacakan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang sama kepadaku'. (HR. Ibnumajah No.2886)
Barangsiapa membiasakan dirinya sebelum berdoa untuk mengawali dengan berdoa/mengucap Asmaul A’zham ini maka akan mempermudah/mempercepat terkabulnya doa kita..BIsa dikatakan semua permohonan memakai Asmaul Azom seperti mendapat booster agar cepat terkabul
1. يقول يا ارحم الراحمين
YAA ARHAMAR ROOHIMIIN.
Artinya : Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang.
ان لله تعالى ملكا موكلا بمن يقول يا ارحم الراحمين فمن قالها ثلاثا قال له الملك ان ارحم الراحمين قد أقبل عليك فسل.
Dari Abu Umamah ra., Nabi Muhammad saww. bersabda: Inna lillaahi ta'aalaa malakan muwakkalan biman yaqulu yaa arhamar roohimiina faman qoolahaa tsalaatsan qoola lahul malaku inna arhamar roohimiina qod aqbala 'alaika, fasal.
Artinya : Sesungguhnya Allah swt. itu mempunyai seorang Malaikat yang ditugaskan kepada orang yang berkata "YAA ARHAMAR ROOHIMIIN" (wahai Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang), barangsiapa yang mengatakan perkataan itu tiga kali, maka malaikat itu berkata kepadanya, sesungguhnya Allah yang Maha Pengasih Lagi Penyayang telah menerima pujianmu, Maka bermohonlah.". (HR. Al Hakim)
2. يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ
YAA HAYYU YAA QAYYUUM.
Artinya : Wahai Dzat Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya).
حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ يَحْيَى بْنُ الْمُغِيرَةِ الْمَخْزُومِيُّ الْمَدِينِيُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْفَضْلِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَهَمَّهُ الْأَمْرُ رَفَعَ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ وَإِذَا اجْتَهَدَ فِي الدُّعَاءِ قَالَ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ
Telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Yahya bin Al Mughirah Al Makhzumi Al Madini serta lebih dari satu orang, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dari Ibrahim bin Al Fadhl dari Al Maqburi dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila merasa gundah karena suatu perkara maka beliau mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan: "SUBHAANALLAHIL 'AZHIIMI" (Maha Suci Allah yang Maha Agung). Dan apabila bersungguh-sungguh dalam berdoa beliau mengucapkan: "YAA HAYYU YAA QAYYUUM" (Wahai Dzat Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib. (HR. At Tirmidzi No.3358)
3. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA BIANNII ASYHADU ANNAKA ANTALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA ANTAl AHADUSH SHAMAD, ALLADZII LAM YALID WA LAM YUULAD WA LAM YAKUN LAHU KUFUWAN AHAD.
Artinya : Ya Allah, aku memohon kepadaMu dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Esa, Tempat bergantung, Yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, dan tidak ada sesuatupun yang serupa denganNya.
حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عِمْرَانَ الثَّعْلَبِيُّ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ الْأَسْلَمِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو وَهُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ قَالَ فَقَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ سَأَلَ اللَّهَ بِاسْمِهِ الْأَعْظَمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى قَالَ زَيْدٌ فَذَكَرْتُهُ لِزُهَيْرِ بْنِ مُعَاوِيَةَ بَعْدَ ذَلِكَ بِسِنِينَ فَقَالَ حَدَّثَنِي أَبُو إِسْحَقَ عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ قَالَ زَيْدٌ ثُمَّ ذَكَرْتُهُ لِسُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ فَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَرَوَى شَرِيكٌ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ وَإِنَّمَا أَخَذَهُ أَبُو إِسْحَقَ الْهَمْدَانِيُّ عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ
Telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Muhammad bin Imran Ats Tsa'labi Al Kufi telah menceritakan kepada kami Zaid bin Hubab dari Malik bin Mighwal dari Abdullah bin Buraidah Al Aslami dari ayahnya, ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendengar orang yang berdoa dengan mengatakan; ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA BIANNII ASYHADU ANNAKA ANTALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA ANTA, Al AHADUSH SHAMAD, ALLADZII LAM YALID WA LAM YUULAD WA LAM YAKUN LAHU KUFUWAN AHAD (Ya Allah, aku memohon kepadaMu dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Esa, Tempat bergantung, Yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, dan tidak ada sesuatupun yang serupa denganNya). Kemudian beliau mengatakan: "Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, sungguh ia telah meminta dengan namaNya yang paling agung, yang apabila Dia dimintai suatu doa maka Dia akan mengabulkan dan apabila diminta dengannya maka Dia akan memberi." Zaid berkata; kemudian aku menyebutkannya kepada Zuhair bin Mu'awiyah beberapa tahun setelah itu. Kemudian ia berkata; Telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari Malik bin Mighawal, Zaid berkata; kemudian aku menyebutkannya kepada Sufyan Ats Tsauri kemudian ia menceritakan kepadaku dari Malik. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib, dan Syarik meriwayatkan hadits ini dari Abu Ishaq dari Ibnu Buraidah dari ayahnya, dan sesungguhnya Abu Ishaq Al Hamdani mengambilnya dari Malik bin Mighwal. (HR. At Tirmidzi No.3397, Abudaud No.1276, Ahmad No.21963)
4. يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM.
Artinya : Wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.
وَبِإِسْنَادِهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلِظُّوا بِيَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ أَنَسٍ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ
Dan dengan sanadnya (Yaitu; Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim Al Muktib telah menceritakan kepada kami Abu Badr Syuja' bin Al Walid dari Ar Ruhail bin Mu'awiyah saudara Zuhair bin Mu'awiyah, dari Ar Raqasyi dari Anas bin Malik), ia mengatakan; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Tetaplah berdoa dengan mengucapkan; YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM." (Wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan) Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib. Dan hadits ini telah diriwayatkan dari Anas dari selain jalur ini. (HR. At Tirmidzi No.3447, 3448 dan 3450)
5. اللَّهُمَّ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
ALLAAHUMMA LAA ILAAHA ILLAA ANTA Al MANNAAN, BADII'US SAMAAWAATI WAL ARDHI DZAL JALAALI WAL IKRAAM.
Artinya : Ya Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Memberi, Pencipta langit dan bumi, Dzat Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي الثَّلْجِ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَغْدَادَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ صَاحِبُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ زَرْبِيٍّ عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ وَثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْجِدَ وَرَجُلٌ قَدْ صَلَّى وَهُوَ يَدْعُو وَيَقُولُ فِي دُعَائِهِ اللَّهُمَّ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَدْرُونَ بِمَ دَعَا اللَّهَ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْأَعْظَمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ عَنْ أَنَسٍ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Abu Ats Tsalj yang merupakan penduduk Baghdad berkunyah Abu Abdullah, sahabat Ahmad bin Hanbal, telah menceritakan kepada kami Yunus bin Muhammad Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Zarbi dari Ashim Al Ahwas dan Tsabit dari Anas ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memasuki masjid dan terdapat seorang laki-laki yang melakukan shalat dan berdoa dengan mengucapkan: ALLAAHUMMA LAA ILAAHA ILLAA ANTA Al MANNAAN, BADII'US SAMAAWAATI WAL ARDHI DZAL JALAALI WAL IKRAAM (Ya Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Memberi, Pencipta langit dan bumi, Dzat Yang memiliki keagungan dan kemuliaan). Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Tahukah kalian, dengan apakah orang tersebut berdoa kepada Allah? Ia telah berdoa kepada Allah dengan namaNya yang paling agung, yang apabila Dia dimintai doa maka Dia akan mengabulkannya. Dan apabila diminta maka Dia akan memberi." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib dari jalur ini. Dan telah diriwayatkan dari selain jalur ini. (HR. At Tirmidzi No.3467)
6. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ
ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA BIANNA LAKAL HAMDU LAA ILAAHA ILLAA ANTAl MANNAANU, BADII'US SAMAAWAATI WAL ARDHI, YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, YAA HAYYU YAA QAYYUUM.
Artinya : ya Allah, aku memohon kepadaMu bahwa bagiMu segala pujian, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Pemberi, Pencipta langit dan bumi. Wahai Dzat yang memiliki keagungan, serta kemuliaan, wahai Dzat yang Maha Hidup, lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya).
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْحَلَبِيُّ حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ خَلِيفَةَ عَنْ حَفْصٍ يَعْنِي ابْنَ أَخِي أَنَسٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسًا وَرَجُلٌ يُصَلِّي ثُمَّ دَعَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى
Telah menceritakan kepada Kami Abdurrahman bin 'Ubaidullah Al Halabi, telah menceritakan kepada Kami Khalaf bin Khalifah dari Hafsh yaitu anak saudara Anas dari Anas bahwa ia duduk bersama Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa sallam dan terdapat seorang laki-laki yang melakukan shalat, kemudian ia berdoa; ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA BIANNA LAKAL HAMDU LAA ILAAHA ILLAA ANTA, Al MANNAANU, BADII'US SAMAAWAATI WAL ARDHI, YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, YAA HAYYU YAA QAYYUUM (ya Allah, aku memohon kepadaMu bahwa bagiMu segala pujian, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Pemberi, Pencipta langit dan bumi. Wahai Dzat yang memiliki keagungan, serta kemuliaan, wahai Dzat yang Maha Hidup, lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)). Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh ia telah berdoa kepada Allah dengan namaNya yang agung, yang apabila dipanjatkan doa kepadaNya dengan nama tersebut maka Dia akan mengabulkannya, dan apabila Dia diminta dengan nama tersebut maka Dia akan memberinya." (HR.Abudaud No.1277)
7. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ
LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN.
Artinya : Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ مَرَّةً عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ سَعْدٍ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ أَبِيهِ وَقَدْ رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ يُونُسَ بْنِ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ سَعْدٍ وَلَمْ يَذْكُرُوا فِيهِ عَنْ أَبِيهِ وَرَوَى بَعْضُهُمْ وَهُوَ أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ عَنْ يُونُسَ بْنِ أَبِي إِسْحَقَ فَقَالُوا عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ نَحْوَ رِوَايَةِ ابْنِ يُوسُفَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعْدٍ وَكَانَ يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَقَ رُبَّمَا ذَكَرَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ عَنْ أَبِيهِ وَرُبَّمَا لَمْ يَذْكُرْهُ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Yunus bin Abu Ishaq dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'd dari ayahnya dari Sa'd ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah; LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya." Muhammad bin Yahya berkata; berkata Muhammad bin Yusuf suatu kali dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'd dari Sa'd dan ia tidak menyebutkan padanya dari ayahnya. Dan hadits ini telah diriwayatkan lebih dari satu orang dari Yunus bin Abu Ishaq dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'd dari Sa'd dan mereka tidak menyebutkan padanya dari ayahnya. Dan sebagian mereka yaitu Abu Ahmad Az Zubairi telah meriwayatkan dari Yunus bin Abu Ishaq lalu mereka berkata dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'ad seperti riwayat Ibnu Yusuf dari ayahnya dari Sa'ad. dan terkadang Yunus bin Abu Ishaq menyebutkan dalam hadits ini dari ayahnya, dan terkadang tidak menyebutkannya.(HR. At tirmidzi No.3427)
Tambahan :
Al Habib Abdullah bin Husien Bin Thohir pernah ditanya/diminta oleh seseorang untuk memberikan Asmaul A’zham kepadanya yang bila berdo’a dengan Asma’ul A’zham itu maka do’anya akan langsung/cepat terkabul, lalu Beliau berkata, maukah engkau ku ajarkan amalan yang lebih cepat dari pengabulan dengan menggunakan Asmaul A’zham, lalu beliau berkata, do’akanlah aku (mendoakan orang lain), karena apa yang engkau pinta untukku maka Allah akan mengabulkannya untukmu juga dengan pengabulan yang sangat cepat melebihi dengan Asmaul A’zham..
Ini dalil-dalilnya :
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ صَفْوَانَ وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ وَكَانَتْ تَحْتَهُ الدَّرْدَاءُ قَالَ قَدِمْتُ الشَّامَ فَأَتَيْتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فِي مَنْزِلِهِ فَلَمْ أَجِدْهُ وَوَجَدْتُ أُمَّ الدَّرْدَاءِ فَقَالَتْ أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ فَقُلْتُ نَعَمْ قَالَتْ فَادْعُ اللَّهَ لَنَا بِخَيْرٍ فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ قَالَ فَخَرَجْتُ إِلَى السُّوقِ فَلَقِيتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَقَالَ لِي مِثْلَ ذَلِكَ يَرْوِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ وَقَالَ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami 'Isa bin Yunus telah menceritakan kepada kami 'Abdul Malik bin Abu Sulaiman dari Abu Az Zubair dari Shafwan bin 'Abdullah bin Shafwan dan riwayat selanjutnya adalah dari Ummu Darda', dia berkata; "Saya pernah pergi ke Syam dan mengunjungi Abu Darda' di rumahnya. Namun saya tidak bertemu dengannya, lalu saya pergi menjumpai Ummu Darda'. Setelah itu, Ummu Darda' bertanya kepada saya; 'Hai Shafwan, apakah kamu akan pergi haji pada tahun ini? ' Saya pun menjawab; 'Ya.' Ummu Darda' berkata; 'Mohonkanlah kepada Allah kebaikan untuk kami, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Doa seorang muslim untuk saudaranya sesama muslim dari kejauhan tanpa diketahui olehnya akan dikabulkan. Di atas kepalanya ada malaikat yang telah diutus, dan setiap kali ia berdoa untuk kebaikan, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan 'Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.' Shafwan berkata; 'Setelah itu saya pergi ke pasar dan di sana saya bertemu dengan Abu Darda'. Ternyata ia pun mengatakan seperti itu kepada saya yang diriwayatkannya dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Dan telah menceritakannya kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dari 'Abdul Malik bin Abu Sulaiman melalui sanad ini dengan Hadits yang serupa. dia berkata; dari Shafwan bin 'Abdullah bin Shafwan. (HR. Muslim No.4914)
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَكَانَتْ تَحْتَهُ أُمُّ الدَّرْدَاءِ فَأَتَاهُمْ فَوَجَدَ أُمَّ الدَّرْدَاءِ فَقَالَتْ لَهُ أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ فَقَالَ نَعَمْ قَالَتْ فَادْعُ لَنَا بِخَيْرٍ فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِنَّ دَعْوَةَ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ مُسْتَجَابَةٌ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ بِهِ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ قَالَ فَخَرَجْتُ إِلَى السُّوقِ فَلَقِيتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَحَدَّثَنِي عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ ذَلِكَ
Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdul Malik dari Abu Zubair dari Shafwan bin Abdullah -yang dia menanggung Ummu Darda', kemudian dia mendatangi mereka- dan mendapati Ummu Darda', maka Ummu Darda' berkata kepadanya, "Apakah kamu hendak melaksanakan haji tahun ini?" Dia menjawab, "Ya." Ummu Darda' lalu berkata, "Tolong do'akan kebaikan untuk kami, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Sesungguhnya do'anya seorang Muslim kepada saudaranya yang berada di tempat yang jauh adalah dikabulkan, dan di sisikepalanya ada para Malaikat yang ditugaskan kepadanya, setiap kali berdo'a kepada saudaranya dengan kebaikan para Malaikat berkata, 'Amiin, dan bagimu yang semisalnya'." Shafwan berkata, "Kemudian aku keluar ke pasar dan bertemu dengan Abu Darda', lalu ia menceritakan kepadaku tentang hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti itu." (HR. Ahmad No.26279 dana No.20717)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ قَالَ وَكَانَتْ تَحْتَهُ ابْنَةُ أَبِي الدَّرْدَاءِ فَأَتَاهَا فَوَجَدَ أُمَّ الدَّرْدَاءِ وَلَمْ يَجِدْ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَقَالَتْ لَهُ تُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ قَالَ نَعَمْ قَالَتْ فَادْعُ اللَّهَ لَنَا بِخَيْرٍ فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ دَعْوَةُ الْمَرْءِ مُسْتَجَابَةٌ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ يُؤَمِّنُ عَلَى دُعَائِهِ كُلَّمَا دَعَا لَهُ بِخَيْرٍ قَالَ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلِهِ قَالَ ثُمَّ خَرَجْتُ إِلَى السُّوقِ فَلَقِيتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَحَدَّثَنِي عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ ذَلِكَ
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah; telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dari Abdul Malik bin Abu Sulaiman dari Abu Az Zubair dari Shafwan bin Abdullah bin Shafwan -suami dari putri Abu Darda-, ia berkata; "Suatu ketika ia mendatanginya, namun ia hanya mendapati Ummu Darda' dan tidak mendapati Abu Darda'. Ummu Darda pun berkata; 'Apakah kamu mau berangkat haji tahun ini? ' Shafwan menjawab; 'Ya' lalu Ummu Darda berkata; 'Doakan kebaikan untuk kami, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Doa seseorang untuk saudaranya yang sedang tidak bersamanya adalah mustajab (terkabul). Karena di atas kepalanya terdapat malaikat yang akan mengamini doanya setiap kali ia berdoa untuk kebaikan saudaranya. Malaikat itu akan berucap: 'Amin, dan untukmu kebaikan yang serupa'. Shafwan berkata; 'Kemudian aku pergi ke pasar, dan di sana aku bertemu dengan Abu Darda, ia lantas membacakan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang sama kepadaku'. (HR. Ibnumajah No.2886)
Tuesday, September 25, 2018
Semuanya Dilakukan Dengan Basmallah
Kitab suci Al-Qur,an yg terdiri Dari 6666 ayat
114 suroh Dan 30 juz.
Dan terhimpun dalam umul Qur,an Al fatihah,dam kemudian terhimpun dalam kalimah bassmalah."
KULLU AMRIN DZIBALIN LAA YUBDA,U BIBISSMILLAHI FAHUA ABSTAR" Setiap perkara yg tidak di awali dngan SIFAT KASIH SAYANG MAKA IA TERPUTUS...
Dan hikhmah Dari bassmalah adalah menerapkan sipat RAHMAN RAHIM" Kasih sayang terhadap seluruh Alam itulah arti Islam yg sesungguhyh RAHMATAN LILL ALAMIN.
114 suroh Dan 30 juz.
Dan terhimpun dalam umul Qur,an Al fatihah,dam kemudian terhimpun dalam kalimah bassmalah."
KULLU AMRIN DZIBALIN LAA YUBDA,U BIBISSMILLAHI FAHUA ABSTAR" Setiap perkara yg tidak di awali dngan SIFAT KASIH SAYANG MAKA IA TERPUTUS...
Dan hikhmah Dari bassmalah adalah menerapkan sipat RAHMAN RAHIM" Kasih sayang terhadap seluruh Alam itulah arti Islam yg sesungguhyh RAHMATAN LILL ALAMIN.
Saturday, September 22, 2018
Doa Permohonan Akan Seret Tanpa Shalawat
Doa Tawasul di Masa Rasulullah SAW Saat Sahabat Punya Hajat
Doa kita memerlukan booster untuk mendorong doa agar cespleng dengan tawasul melalui baginda Rasulullah SAW. Tawasul ini juga yang diamalkan para sahabat sejak masa Rasulullah SAW hidup.
Karena Sholawat merupakan puncaknya Asma', Wirid, Dzikir, Kita berdoa dengan amalan apapun kalau tidak di dahului dan ditutup dengan shalawat maka doa itu akan lama terkabul,
Didalam riwayat, doa kita untuk sampai kepada Alloh dibatasi hijab berjumlah 360 ribu hijab. Singkatnya, doa akan seret jika tidak pakai Shalawat didepan dan penutupnya. Shalawat memakai nama Rasulullah akan semakin cepat terkabul.
Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar mengutip lafal doa tawassul yang digunakan sejumlah sahabat Rasulullah SAW ketika memiliki hajat tertentu sebagai berikut.
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ ، يَا مُحَمَّدُ إِنِّي تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِيْ هَذِهِ لِتُقْضَى لِي ، اَللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ
Allâhumma innî as’aluka wa atawajjahu ilaika bi nabiyyika
muhammadin shallallâhu alaihi wa sallama nabiyyir rahmah.
Yâ muhammadu, innî tawajjahtu bika ilâ rabbi fî hâjatî hâdzihî lituqdhâ lî.
Allâhumma fa syaffi‘hu fiyya.
Artinya, “Wahai Tuhanku, aku memohon dan menghadap kepada-Mu dengan bersandar pada kedudukan mulia nabi-Mu, Nabi Muhammad SAW, nabi penuh kasih. Wahai Nabi Mahummad SAW, melaluimu aku menghadap kepada Allah agar segala hajatku terpenuhi. Ya Allah, terimalah syafa’atnya untuk pemenuhan hajatku.”
Hadits ini memuat riwayat sahabat Utsman bin Hunaif. Ia menceritakan bahwa salah seorang dengan cacat penglihatan datang kepada Rasulullah SAW dan memintanya berdoa kepada Allah agar menyembuhkan penyakitnya. Setelah itu Rasulullah SAW meminta sahabat yang sakit ini untuk bersuci dengan wudhu yang sempurna, lalu Rasulullah SAW memintanya untuk membaca lafal tawasul seperti di atas.
Imam An-Nawawi mengutip hadits riwayat sahabat Utsman bin Hunaif ini dari Sunan At-Tirmidzi dan Sunan Ibni Majah. Karenanya kita yang punya hajat ada baiknya mengikuti sunah Rasulullah SAW yang diajarkan kepada para sahabatnya yang mulia. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)
--------------------
Doa sehabis baca shalawat
يا رسول الله انت بابوالله ولم يكن بابن غيروك جئتك معا كسرتد ذنوب
ولا اسين حربا من ذنوب وظلمت نفسي وسنتك
Ya Rosulu Anta Babullohi Wa Lam Yakun Babun Goyruka
Ji'tuka Ma'a Kasrotid Dzunubi Wal Isyani Hariban Min Dzunubi
Wa Dzolamtu Nafsi Wa Sunnatuka
Wahai Rosul, Engkau Merupakan Pintu Alloh Tidak Ada Lagi Pintu Alloh Kecuali Pintumu, Aku Datang Kepadamu Dengan Berlumuran Banyak Dosa Dan Kemaksiatan, Dan Aku Mendzolimi Diriku Sendiri Serta Mendzolimi Sunat2 Mu
Doa kita memerlukan booster untuk mendorong doa agar cespleng dengan tawasul melalui baginda Rasulullah SAW. Tawasul ini juga yang diamalkan para sahabat sejak masa Rasulullah SAW hidup.
Karena Sholawat merupakan puncaknya Asma', Wirid, Dzikir, Kita berdoa dengan amalan apapun kalau tidak di dahului dan ditutup dengan shalawat maka doa itu akan lama terkabul,
Didalam riwayat, doa kita untuk sampai kepada Alloh dibatasi hijab berjumlah 360 ribu hijab. Singkatnya, doa akan seret jika tidak pakai Shalawat didepan dan penutupnya. Shalawat memakai nama Rasulullah akan semakin cepat terkabul.
Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar mengutip lafal doa tawassul yang digunakan sejumlah sahabat Rasulullah SAW ketika memiliki hajat tertentu sebagai berikut.
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ ، يَا مُحَمَّدُ إِنِّي تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِيْ هَذِهِ لِتُقْضَى لِي ، اَللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ
Allâhumma innî as’aluka wa atawajjahu ilaika bi nabiyyika
muhammadin shallallâhu alaihi wa sallama nabiyyir rahmah.
Yâ muhammadu, innî tawajjahtu bika ilâ rabbi fî hâjatî hâdzihî lituqdhâ lî.
Allâhumma fa syaffi‘hu fiyya.
Artinya, “Wahai Tuhanku, aku memohon dan menghadap kepada-Mu dengan bersandar pada kedudukan mulia nabi-Mu, Nabi Muhammad SAW, nabi penuh kasih. Wahai Nabi Mahummad SAW, melaluimu aku menghadap kepada Allah agar segala hajatku terpenuhi. Ya Allah, terimalah syafa’atnya untuk pemenuhan hajatku.”
Hadits ini memuat riwayat sahabat Utsman bin Hunaif. Ia menceritakan bahwa salah seorang dengan cacat penglihatan datang kepada Rasulullah SAW dan memintanya berdoa kepada Allah agar menyembuhkan penyakitnya. Setelah itu Rasulullah SAW meminta sahabat yang sakit ini untuk bersuci dengan wudhu yang sempurna, lalu Rasulullah SAW memintanya untuk membaca lafal tawasul seperti di atas.
Imam An-Nawawi mengutip hadits riwayat sahabat Utsman bin Hunaif ini dari Sunan At-Tirmidzi dan Sunan Ibni Majah. Karenanya kita yang punya hajat ada baiknya mengikuti sunah Rasulullah SAW yang diajarkan kepada para sahabatnya yang mulia. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)
--------------------
Doa sehabis baca shalawat
يا رسول الله انت بابوالله ولم يكن بابن غيروك جئتك معا كسرتد ذنوب
ولا اسين حربا من ذنوب وظلمت نفسي وسنتك
Ji'tuka Ma'a Kasrotid Dzunubi Wal Isyani Hariban Min Dzunubi
Wa Dzolamtu Nafsi Wa Sunnatuka
Wahai Rosul, Engkau Merupakan Pintu Alloh Tidak Ada Lagi Pintu Alloh Kecuali Pintumu, Aku Datang Kepadamu Dengan Berlumuran Banyak Dosa Dan Kemaksiatan, Dan Aku Mendzolimi Diriku Sendiri Serta Mendzolimi Sunat2 Mu
Wednesday, September 19, 2018
Amalan Menulis bismillahirrahmanirrahim
KHASIAT MENULIS
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
1. Barangsiapa yg menulis bismillahirrahmanirrahim sebanyak 21 kali di kertas, kemudian dikalungkan ke anak kecil yg sering bangun secara mendadak karena kaget, maka:
✓ insyaAllah sembuh.
✓ akan dijaga dari penyakit.
2. Barangsiapa yg menulis bismillahirrahmanirrahim sebanyak 53 kali, kemudian digantungkan di rumah, maka:
✓ rumah itu tidak akan dimasuki syetan dan jin.
✓ diberi banyak keberkahan didalam hartanya dan pekerjaannya.
✓ tidak akan datang bahaya didalamnya.
✓ Jika digantungkan di toko, maka Allah menambahkan keuntungan didalamnya
✓ Allah akan membutakan mata orang² yg hasud dan dholim.
3. Barangsiapa yg menulis bismillahirrahmanirrahim sebanyak 101 kali di kertas yg putih, kemudian dipendam di kebun atau sawah, maka:
✓ bagus tanamannya.
✓ terhindar dari hama.
✓ diberi keberkahan didalamnya.
4. Barangsiapa yg menulis bismillahirrahmanirrahim sebanyak 1000 kali di kertas yg putih, kemudian dibawa, maka:
✓ ia akan disegani lawan dan disukai kawan.
✓ dihormati orang.
✓ Allah akan membukakan pintu² kebaikan.
✓ diberi keamanan dan keselamatan.
5. Barangsiapa yg menulis bismillahirrahmanirrahim sebanyak 70 kali di kain kafan, maka:
✓ Allah akan menjaganya dari siksa kubur.
✓ memudahkannya untuk menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir.
6. Barangsiapa yang menulis bismillahirrahmanirrahim sebanyak 3 kali di jala atau jaring, maka:
✓ ikan akan mendatanginya.
✓ mendapatkan ikan melebihi apa yg diinginkan.
Habib Hud Alatas
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
1. Barangsiapa yg menulis bismillahirrahmanirrahim sebanyak 21 kali di kertas, kemudian dikalungkan ke anak kecil yg sering bangun secara mendadak karena kaget, maka:
✓ insyaAllah sembuh.
✓ akan dijaga dari penyakit.
2. Barangsiapa yg menulis bismillahirrahmanirrahim sebanyak 53 kali, kemudian digantungkan di rumah, maka:
✓ rumah itu tidak akan dimasuki syetan dan jin.
✓ diberi banyak keberkahan didalam hartanya dan pekerjaannya.
✓ tidak akan datang bahaya didalamnya.
✓ Jika digantungkan di toko, maka Allah menambahkan keuntungan didalamnya
✓ Allah akan membutakan mata orang² yg hasud dan dholim.
3. Barangsiapa yg menulis bismillahirrahmanirrahim sebanyak 101 kali di kertas yg putih, kemudian dipendam di kebun atau sawah, maka:
✓ bagus tanamannya.
✓ terhindar dari hama.
✓ diberi keberkahan didalamnya.
4. Barangsiapa yg menulis bismillahirrahmanirrahim sebanyak 1000 kali di kertas yg putih, kemudian dibawa, maka:
✓ ia akan disegani lawan dan disukai kawan.
✓ dihormati orang.
✓ Allah akan membukakan pintu² kebaikan.
✓ diberi keamanan dan keselamatan.
5. Barangsiapa yg menulis bismillahirrahmanirrahim sebanyak 70 kali di kain kafan, maka:
✓ Allah akan menjaganya dari siksa kubur.
✓ memudahkannya untuk menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir.
6. Barangsiapa yang menulis bismillahirrahmanirrahim sebanyak 3 kali di jala atau jaring, maka:
✓ ikan akan mendatanginya.
✓ mendapatkan ikan melebihi apa yg diinginkan.
Habib Hud Alatas
Tuesday, September 11, 2018
Ijazah Menulis 113x Bismillah di Awal 1 Muharram
Menulis 113x Bismillah di Awal 1 Muharram
Imam Muhammad Haqqiy an-Naziliy rahimahullah mencatatkan dalam kitabnya Khazinatul Asrar Jalilatul Adzkar halaman 92:
Siapa saja yang menulis:
بسم الله الرحمن الرحيم
Sebanyak 113 kali pada tanggal 1 Muharram di kertas, maka dirinya dan keluarganya akan diberikan perlindungan dari segala musibah dan keburukan selama seumur hidup.
ADAPUN CARANYA :
▪Hendaknya menulis kalimah Bismillahir Rahmanir Rahim (tulisan arab) pada tanggal 1 Muharram
▪Dilakukan dalam keadaan berwudhu,
▪Menghadap qiblat,
▪Menutup aurat dan tidak berbicara
▪Niat lidaf'ul bala (tolak bala), Tahshin (benteng) dan jalbul manafi' (memperoleh manfaat) semata-mata bertabarruk dengan ayat al-Qur'an Bismillahir Rahmanir Rahim dan salah satu bulan yang dimuliakan yaitu bulan Muharram.
Syekh Muhyiddin Zadah dalam kitab Hasyiyah Tafsir al-Baidhawiy juz 1 halaman: 45 mengutip riwayat dari Khalifah Umar Bin Abdul Aziz Rahimahullah yang menyatakan:
طولوا الباء وأظهروا السين ودوروا الميم تعظيما لكتاب الله
Panjangkan huruf Ba dan (perjelas) huruf Sin dengan giginya dan bulatkan huruf Mim dengan lubang ketika menulis بسم الله sebagai bentuk penghormatan kepada al-Qur'an.
Boleh dimulakan waktu penulisannya sejak adzan maghrib ketika sudah muncul hilal (bulan muda) hari pertama pergantian tahun tanggal 1 bulan Muharram dan berakhir ketika adzan besok malamnya.
Setelah menulis 113 bismillahir rahmanir rahim dianjurkan untuk membaca doa sesuai hajat yang diinginkan kemudian tulisan 113 bismillah tadi disimpan di dalam tempat yang layak .
Kenapa sebanyak 113 ada rahsia apa pada bilangan 113?
Jawapannya:
Sebab jumlah surat dalam al-Qur'an ada 114 surah dan surah-surah tersebut semuanya diawali dengan bismillahir rahmanir rahim kecuali satu surat saja yakni surat at-Taubah. Jadi yang diawali dengan bismillah hanya 113 surah.
Doa setelah menulis 113 Basmalah antara lain:
اللهمّ انّى اسألك بفضل بسم الله الرحمن الرحيم وبحقّ بسم الله الرحمن الرحيم وبهيبة بسم الله الرحمن الرحيم وبمنزلة بسم الله الرحمن الرحيم ارفع قدري ويسّرلى امري واشرح صدري يامن هو كهيــعص حمعسـق المّ المّص المر حـم الله لااله الاهو الحيّ القيّوم بسرّ الهيبة والقدرة وبسرّ الجبروت والعظمة اجعلنى من عبادك المتّقين واهل طاعتك المحـبّين وارزقنى علمانافعا ياربّ العالمين وصلّى الله على سيّدنامحمّد وعلى آله وصحبه وسلّم
Diambil dari kitab Ittihaful Amajid Binafaisil Fawaid karya Abu Mun'yah as-Syakunjiy.
Wallahu A'lam. Semoga bermanfaat. Silakan share.
Madras Ribath
Sunday, September 2, 2018
Monday, August 20, 2018
SHOLAWAT FARAJ wasilah melalui Rasulullah
SHOLAWAT FARAJ (Penghilang Kesusahan)
Ijazah langsung tatap muka dari KH Ihya Ulumuddin, Ponpes Nurul Haromain Pujon, murid Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki Al Hasani
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ صَلاَةَ عَبْدٍ قَلَّتْ حِيْلَتُهُ, وَرَسُولُ اللهِ وَسِيْلَتُهُ, وَأَنْتَ لَهَا يَاإِلَهِى وَلِكُلِّ كَرْبٍ عَظِيْمٍ, فَفَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيْهِ بِسِرِّ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.
Alloohumma shalli wasallim wabaarik ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aalihii washah-bihii shalata ‘abdin qallat hiilatuhuu wa rasuu-lulloohi wasiilatuhuu wa anta lahaa yaa ilaahii walikulli karbin ‘azhiim, fafarrij ‘annaa maa nahnu fiihi bisirri bismillaahir-rahmaanir-rahiim.
Artinya : Ya Allah! Limpahkan shalawat, salam dan keber-kahan kepada junjungan kita Nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya; shalawatnya hamba yang sedikit kemampuannya dan Rasulullah sebagai wasilahnya. Dan Engkau, wahai Tuhanku, Yang akan melimpahkan shalawat (rahmat ta’zhim) itu dan akan mengatasi setiap kesedihan yang sangat. Karenanya, hilangkan dari kami (kesusahan) apa saja yang menimpa kami berkat rahasia ‘Bismillaa-hir-rahmaanir-rahiim’.
Sunday, August 19, 2018
Amalan Rejeki Basmallah
Amalan Rizqi basmallah
Amalan rizqi ini untuk memohon kepada Allah dengan perantara Bismillahir Rohmanir Rohiim yang bila diamalkan dengan istiqomah maka akan memudahkan datangnya rizki, kedudukan, kemuliaan dan kemudahan-kemudahan dalam segala urusan, amalan atau do’a ini dibaca minimal 1x setiap habis sholat lima waktu, silahkan di amalkan dan alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan bagi siapa saja yang mau mengamalkannya.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِحُرْمَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِفَضْلِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِعَظَمَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِجَلَالِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِجَمَالِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِكَمَالِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِهَيْبَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِمَنْزِلَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِمَلَكُوْتِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِجَبَرُوْتِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِكِبْرِيَاءِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِثَنَاءِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِبَهَاءِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِكَرَمَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِسُلْطَانِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِبَرَكَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِعِزَّةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِقُوَّةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, وَبِقُدْرَةِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, اِرْفَعْ قَدْرِيْ وَاشْرَحْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ أَمْرِيْ وَارْزُقْنِيْ مِنْ حَيْثُ لَا اَحْتَسِبُ وَلَا اَدْرِيْ, بِفَضْلِكَ وَكَرَمِكَ وَاِحْسَانِكَ, يَا مَنْ هُوَ كَهَيَعَصَ حَمَعَسَقَ, وَأَسْأَلُكَ بِجَلَالِ الْعِزَّةِ وَجَلَالِ الْهَيْبَةِ وَعِزَّةِ الْقُدْرَةِ وَجَبَرُوْتِ الْعَظَمَةِ أَنْ تَجْعَلَنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الَّذِيْنَ لَاخَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَاهُمْ يَحْزَنُوْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَأَنْ تُصَلِّيَ وَتُسَلِّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
ALLAHUMMA INNII AS-ALUKA BIHAQQI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIHURMATI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIFADhLI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABI’AZhOMATI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIJALAALI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIJAMAALI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIKAMAALI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIHAIBATI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIMANZILATI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIMALAKUUTI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIJABARUUTI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIKIBRIYAA-I BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABITsANAA-I BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIBAHAA-I BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIKAROMATI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABISULThOONI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIBAROKATI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABI’IZZATI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIQUWWATI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
WABIQUDROTI BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM(I)
IRFA’ QODRII WAASyROH ShODRII WA YASSIR AMRII WAARZUQNII MIN HAITsU LAA AHTASIB(U) WA LAA ADRII, BIFADhLIKA WA KAROMIKA WA IHSAANIKA, YAA MAN HUWA KAF HA YA ‘AIN ShOD HA MIM ‘AIN SIN QOF, WA AS-ALUKA BIJALAALIL ‘IZZATI WA JALAALIL HAIBATI WA ‘IZZATIL QUDROTI WA JABARUUTIL ‘AZhOMATI, AN TAJ’ALANII MIN ‘IBAADIKASh ShOOLIHIINAL LADzIINA LAA KhOUFUN ‘ALAIHIM WA LAA HUM YAHZANUUNA BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN(A), WA AN TUShOLLIYA WA TUSALLIMA ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN.
Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Ya Allah, Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu
dengan haq Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan kemuliaan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan keutamaan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan keagungan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Kebesaran Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Keindahan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Kesempurnaan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Kewibawaan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Kedudukan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Kekuasaan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Keperkasaan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Kebesaran Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Pujian Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Cahaya Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Kemuliaan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Kekuasaan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Keberkahan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Kemuliaan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Kekuatan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
dengan Kekuasaan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim,
Angkatlah derajat/kemuliaanku, Lapangkanlah dadaku, Mudahkanlah urusanku,
dan berikanlah aku rizqi yang tidak aku sangka-sangka dan tidak aku tahu,
dengan keutamaan-Mu, kemuliaan-Mu dan kebaikan-Mu,
Wahai Dzat Yang Dia KAF HA YA ‘AIN SHAD HA MIM ‘AIN SIN QAF, dan aku memohon dengan kebesaran kemuliaan-Mu, dengan kebesaran kewibawaan-Mu, dengan kemuliaan kekuasaan-Mu, dengan keperkasaan keangungan-Mu, agar Engkau nenjadikanku tergolong hamba-hamba-Mu yang sholeh, yang mana tidak ada kekhawatiran pada diri mereka dan tidak pula mereka bersedih. dengan Rahmat-Mu, Wahai Yang Paling Pengasih di antara yang pengasih. dan aku memohon agar Engkau melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad saww. Dan Kepada Keluarga Nabi Muhammad saww.
---------
Yaa Ghofaaru ighfirlii, Yaa Tawwaabu tub 'alayya, Yaa Rohmaanu irhamnii, Yaa Ro'ufu ir-afnii, Yaa 'Afuwwu u'fu annii, Yaa Rozzaaqu arzaqnii, Yaa Mughni Aghninii, Yaa Kariimu Akrimnii.
Artinya : Wahai Yang Maha Pengampun, Ampunilah saya, Yang Menerima Taubat, terimalah tobat saya, Yang Maha Pengasih, kasihanilah saya, Yang Maha Kasih Sayang, kasih sayangilah saya, Yang Maha Pemaaf, maafkanlah saya, Yang Memberi Rezeki, berilah saya rezeki, Yang Maha Memberikan Kekayaan, kayakanlah saya, Yang Maha Mulia/Memberi Kemuliaan, Muliakanlah saya.
Silahkan diamalkan untuk dibaca atau didzikirkan seikhlasnya do'a tersebut setiap habis sholat atau kapanpun terutama pada tengah malam, alfaqir ijazahkan untuk siapa saja yang mau mengamalkannya
Doa Basmalah Untuk Selamat dan Berdagang
Barangsiapa membaca doa ini 3 kali pagi dan 3 kali sore maka insya Allah, Allah akan memberikan kesalamatan dan menjaga dari bahaya kebakaran, tenggelam, serangan binatang buas, gigitan binatang berbisa, aman dari setan, jin, orang jahat, pencuri perampok, pencopet, dan segala macam bentuk bahaya lainnya.
Bagian teks Inilah doanya :
بسم الله الرحمن الرحيم
بسم الله ما شاء الله ﻻ يسوق الخير اﻻ الله
بسم الله ما شاء الله ﻻ يصرف السوء اﻻ الله
بسم الله ما شاء الله ما كان من نعمة فمن الله
بسم الله ما شاء الله ﻻ حول و ﻻ قوة اﻻ بالله
Bismillaahir-rohmaanir-rohiim.
Bismillaahi maa syaa'allaahu laa yasuuqul-khoiro illallaahu,
Bismillaahi maa syaa'allaahu laa yashrifus-suu'a illallaahu,
Bismillaahi maa syaa'allaahu maa kaana min ni'matin faminallaahi,
Bismillaahi maa syaa'allaahu laa hawla walaa quwwata illa billaahi.
Artinya : Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dengan Nama Allah tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan selain Allah,
Dengan Nama Allah tidak ada yang dapat menghadirkan kejelekan selain Allah,
Dengan Nama Allah, segala kenikmatan adalah dari Allah,
Dengan Nama Allah, tidak ada daya dan upaya selain dengan pertolongan Allah.I
Bagian teks Inilah doanya :
بسم الله الرحمن الرحيم
بسم الله ما شاء الله ﻻ يسوق الخير اﻻ الله
بسم الله ما شاء الله ﻻ يصرف السوء اﻻ الله
بسم الله ما شاء الله ما كان من نعمة فمن الله
بسم الله ما شاء الله ﻻ حول و ﻻ قوة اﻻ بالله
Bismillaahir-rohmaanir-rohiim.
Bismillaahi maa syaa'allaahu laa yasuuqul-khoiro illallaahu,
Bismillaahi maa syaa'allaahu laa yashrifus-suu'a illallaahu,
Bismillaahi maa syaa'allaahu maa kaana min ni'matin faminallaahi,
Bismillaahi maa syaa'allaahu laa hawla walaa quwwata illa billaahi.
Artinya : Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dengan Nama Allah tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan selain Allah,
Dengan Nama Allah tidak ada yang dapat menghadirkan kejelekan selain Allah,
Dengan Nama Allah, segala kenikmatan adalah dari Allah,
Dengan Nama Allah, tidak ada daya dan upaya selain dengan pertolongan Allah.I
Doa Basmalah Shaghir (kecil) dan Kabir (besar)
Doa Basmalah Shaghir (kecil) :
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِفَضْلِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَبِحَقِّ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَ بِهَيْبَةِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَبِمَنْزِلَةِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, إرْفَعْ قَدْرِى وَيَسِّرْ أَمْرِى وَاشْرَحْ صَدْرِى يَا مَنْ هُوَ كهيعص . حمعسق. الم . الْمر المص . الله لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ بِاِسْمِ اْلهَيْبَةِ وَالْقُدْرَةِ, وَ بِاِسْمِ اْلجَبَرُوتِ وَالعَظَمَةِ إِجْعَلْنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ اْلمُتَّقِيْنَ, وَأَهْلِ طَاعَتِكَ اْلمُخْبِتِيْنَ, يَا رَبَّ العَالَمِيْن.
Alloohumma innii as-aluka bifadhli bismillaahir-rahmaanir-rahiim, wa bihaqqi bismillaahir-rah-maanir-rahiim, wa bihaibati bismillaahir-rah-maanir-rahiim, wa bimanzilati bismillaahir-rah-maanir-rahiim. Irfa’ qadrii wa yassir amrii wasy-rah shadrii. Yaa man huwa kaaf haa yaa ‘aiin shaad, haa miim ‘aiin siin qaaf, alif laam miim, alif laam miim raa, alif laam miim shaad. Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum, bi-ismil haibati wal qudrati, wa bi-ismil jabaruuti wal ‘azhamati, ij’alnii min ‘ibaadikas-shaalihiinal muttaqiin, wa ahla thaa’atikal mukhbitiin. Yaa rabbal ‘aalamiin.
Artinya : “Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan keutamaan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim; dengan perantaraan haq-nya Bismillaahir-rahmaanir-rahiim; dengan perantaraan keagungan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim; dengan perantaraan kedudukan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Angkat-lah derajatku, permudahlah urusanku, lapangkanlah dadaku, Wahai Tuhan Yang Dia-lah Kaff Haa Yaa ‘Aiin Shaad, Haa Miim ‘Aiin Siin Qaaf, Alif Laam Miim, Alif Laam Miim Raa, Alif Laam Miim Shaad; berkat rahasia Asma’ Alah Yang teragung. Allah, tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup Kekal lagi terus menerus mengurusi makhluk-Nya, dengan perantaraan “Nama” Kehormatan/kehebatan dan kekuasaan-Mu; dan dengan “Nama” keperkasaan dan Keagungan-Mu; kiranya Engkau menjadikan aku termasuk orang-orang yang shalih lagi bertakwa dan ahli taat kepada-Mu yang penuh dengan tawadhu’ (kerendahan hati). Wahai Tuhan sekalian alam.
----------------------
Doa Basmalah Kabir (Besar) :
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِفَضْلِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَأَسْأَلُكَ بِعَظَمَة بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وأَسْأَلُكَ بِجَلاَلِ وَثَنَاءِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَأَسْأَلُكَ بِهَيْبَةِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَبِحُرْمَةِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَبِجَبَرُوتِ وَمَلَكُوتِ وَكِبْرِيَاءِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَبِعَِةِ وَقُوَّةِ وَقُدْرَةِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, إرْفَعْ قَدْرِى بِسِرِّ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ يَسِّرْ أَمْرِى وَاجْبُرْ كَسْرِى وَأَغْنِ فَقْرِى أَسْأَلُكَ وَأطِلْ عُمْرِى مَعَ الصِّحَّةِ وَالْعَافِيَةِ بفَضْلِكَ وَكَرَمِكَ وَإحْسَانِكَ يَا مَنْ هُوَ كهيعص . حمعسق. الم . المر المص : بِسِرِ اسْمِ الله الأَ عْظَمِ. الله الّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ذُو الجَــلاَلِ وَ الإِكْرَامِ, أَسْأَلُكَ بِجَلاَلِ الهَيْبَةِ وَبِعِزَّةِ العِزَّةِ, وَ أَسْأَلُكَ بِكِبْرِيَاءِ العَظَمَةِ وَبِجَبَرُوتِ القُدْرَةِ أَنْ تَجْعَلَنِى مِنَ الذِيْنَ لاَ خَوفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَهُمْ يَحْزَنُونَ, وَ أَسْأَلُكَ بِحُسْنِ الْبَهَاءِ وَبِإِشْرَاقِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ أَنْ تُدْخِلَنِى بِرَحْمَتِكَ فِى جَنَّاتِ النَّعِيْمِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ, اللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ بِسِرِّ هَذَا كُلِّهِ أَنْ تَقْضِيَ لِى جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ, وَاَنْ تُطَهِّرَنِى مِنْ جَمِيْعِ السَّـيِّـئَاتِ, وَأَنْ تُنْجِيْنِى مِنْ جَمِيْعِ الأَهْوَالِ وَالآفَاتِ وَتَرْفَعَنِى عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَات وَأَنْ تُبَلِّغَنِى أَقْصَى الغَايَات مِنْ جَمِيْعِ الخَيْرَاتِ فِي الحَيَاةِ وَبَعْدَ المَمَات, وَ أَسْأَلُكَ يَا اللهُ أَنْ تُفَرِّجَ عَنِّى مَا أَنَا فِيْهِ وَأَنْ تُقَدِّرَلِى اْلخَيْرَ فِيْمَا اُرِيْدُهُ وَأَنْوِيْهِ, وَاَنْ تَعْصِمَنِى مِنَ الْفِتَنِ وَاْلمَعَاصِى وَاْلفَحْشَاءِ, وَأَنْ تَحْفَظَنِى وَأَهْلِى وَذُرِّيَّتِى وَمَنْ تَحْتَ حَوْزَتِى مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَشَرٍّ وَبَلاَءٍ, وَاَنْ تَنْصُرَنِى عَلَى جَمِيْعِ اْلحُسَّادِ وَاْلمَاكِرِيْنَ وَاْلأَعْدَاءِ يَا رَبَّ العَالَمِيْن.
Alloohumma innii as-aluka bifadhli bismillaahir-rahmaanir-rahiim, wa as-aluka bi’azhamati bis-millaahir-rahmaanir-rahiim, wa as-aluka bijalaali wa tsanaa-i bismillaahir-rahmaanir-rahiim, wa as-aluka bihaibati bismillaahir-rahmaanir-rahiim, wa as-aluka bihurmati bismillaahir-rahmaanir-rahiim, wajabaruuti wa malakuuti wa kibriyaa-i bismillaahir-rahmaanir-rahiim, wa bi’izzati wa quwwati wa qudrati bismillaahir-rahmaanir-ra-hiim. Irfa’ qadrii bisirri bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alloohumma yassir amrii wajbur kasrii wa aghni faqrii wa athil ‘umrii ma’as-shihhati wal ‘aafiyati bifadhlika wa karamika wa ihsaanika. Yaa man huwa kaaf haa yaa ‘aiin shaad, haa miim ‘aiin siin qaaf, alif laam miim, alif laam miim raa, alif laam miim shaad, bisirris-millaahil a’zham.
Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuuml ‘aliyyul ‘azhiimu dzul jalaali wal ikraam. As-aluka bijalaalil haibati wa bi’izzatil ‘izzati, wa as-aluka bikibriyaa-il ‘azhamati wa bijabaruutil qudrati, an taj’alanii minalladziina laa khaufun ‘alaihim walaa hum yahzanuun. Wa as-aluka bihusnil ba-haa-i wa bi-isyraaqi wajhikal kariimi, an tudkhi-lanii birahmatika fii jannaatin-na’iim, yaa rabbal ‘aalamiin. Alloohumma as-aluka bisirri haadzaa kullihii an taqdhiya lii jamii’il haajaat, wa an tuthahhiranii min jamii’is-sayyi-aat, wa an tun-jiinii min jamii’il ahwaali wal aafaat, wa an tarfa-’anii ‘indaka a’lad-darajaat, wa an tuballighanii aqshal ghaayaati min jamii’il khairaati fil hayaati wa ba’dal mamaat. Wa as-aluka yaa Allooh, an tufarrija ‘annii maa ana fiihi, wa an tuqaddira liyal khaira fiimaa uriiduhuu wa anwiihi, wa an ta’shimanii minal fitani wal ma’aashii wal fakh-syaa-i, wa an tahfazhanii wa ahlii wa dzurriyyatii wa man tahta hauzatii min kulli suu-in wa syar-rin wa balaa-in. Wa an tanshuranii ‘alaa jamii’il hussaadi wal maakiriina wal-a’daa-i, yaa rabbal ‘aalamiin.
Artinya : “Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu dengan (perantaraan) keutamaan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim; aku memohon kepada-Mu dengan (eranta-raan keagungan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim; aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan keagu-ngan dan keterpujian Bismillaahir-rahmaa-nir-ra-hiim; aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan kemuliaan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim; dengan (perantaraan) kehormatan Bismil-laahir-rahmaanir-rahiim; dengan perantaraan keperkasaan, kemuliaan dan kebesaran Bismillaa-hir-rahmaanir-rahiim; serta dengan perantaraan kekuatan dan kekuasaan Bismil-laahir-rahmaanir-rahiim; serta angkatlah derajatku dengan perantaraan rahasia Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Ya Allah! Permudahlah urusanku, tam-ballah kekuranganku, cukupilah kebutuhanku dan panjang-kanlah umurku disertai kesehatan dan kese-jahteraan, berkat karunia, kemuliaan dan kebaikan-Mu, Wahai Tuhan Yang Dia-lah Kaff Haa Yaa ‘Aiin Shaad, Haa Miim ‘Aiin Siin Qaaf, Alif Laam Miim, Alif Laam Miim Raa, Alif Laam Miim Shaad; berkat rahasia Asma’ Alah Yang teragung.
Allah, tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup Kekal lagi terus menerus mengurusi makhluk-Nya, Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, Pemilik Kea-gungan dan Kemuliaan; aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan keagungan kehebatan / kehor-matan-Mu dan kemuliaan kemuliaan-Mu. Aku memo-hon kepada-Mu berkat keagungan Keagungan-Mu dan keperkasaan Kekuasaan-Mu; kiranya Engkau menja-dikan aku termasuk orang-orang yang tidak ada kekhawatiran buat mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Aku memohon kepada-Mu berkat bagus-nya keindahan(Mu) dan berkat bersinarnya Wajah-Mu yang Mulia, kiranya Engkau memasukkan aku dengan rahmat-Mu kedalam surga na’im-Mu, wahai Tuhan sekalian alam. Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu berkat rahasia ini semua, kiranya Engkau mengabul-kan seluruh hajat keperluanku; kiranya Engkau hapuskan bagiku dari semua keburukan/dosa; kiranya Engkau selamatkan aku dari semua kegentingan dan bencana kiranya Engkau angkat aku pada derajat yang tertinggi di sisi-Mu; kiranya Engkau sampaikan aku pada batas terakhir cita-citaku dari seluruh kebai-kan, baik sewaktu hidup (di dunia) maupun setelah wafat. Aku memohon kepada-Mu, Ya Alah, kiranya Engkau melapangkan dariku apa-apa (kesusahan) yang aku ada didalamnya; kiranya Engkau takdirkan kebaikan untukku pada (persoalan) apa saja yang aku kehendaki dan aku ingini; kiranya Engkau pelihara aku dari fitnah, kemaksiatan dan perbuatan keji; kiranya Engkau menjaga aku, keluargaku, anak ketu-runanku dan orang-orang yang di bawah perlin-dunganku dari semua keburukan, kejahatan dan ben-cana; dan kiranya Engkau menolongku mengatasi semua orang yang hasud, penipu dan musuh. Wahai Tuhan sekalian alam.
http://1001doadzikir.blogspot.co.id/2014/11/96-doa-basmalah-shaghir-kecil.html
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِفَضْلِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَبِحَقِّ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَ بِهَيْبَةِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَبِمَنْزِلَةِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, إرْفَعْ قَدْرِى وَيَسِّرْ أَمْرِى وَاشْرَحْ صَدْرِى يَا مَنْ هُوَ كهيعص . حمعسق. الم . الْمر المص . الله لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ بِاِسْمِ اْلهَيْبَةِ وَالْقُدْرَةِ, وَ بِاِسْمِ اْلجَبَرُوتِ وَالعَظَمَةِ إِجْعَلْنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ اْلمُتَّقِيْنَ, وَأَهْلِ طَاعَتِكَ اْلمُخْبِتِيْنَ, يَا رَبَّ العَالَمِيْن.
Alloohumma innii as-aluka bifadhli bismillaahir-rahmaanir-rahiim, wa bihaqqi bismillaahir-rah-maanir-rahiim, wa bihaibati bismillaahir-rah-maanir-rahiim, wa bimanzilati bismillaahir-rah-maanir-rahiim. Irfa’ qadrii wa yassir amrii wasy-rah shadrii. Yaa man huwa kaaf haa yaa ‘aiin shaad, haa miim ‘aiin siin qaaf, alif laam miim, alif laam miim raa, alif laam miim shaad. Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum, bi-ismil haibati wal qudrati, wa bi-ismil jabaruuti wal ‘azhamati, ij’alnii min ‘ibaadikas-shaalihiinal muttaqiin, wa ahla thaa’atikal mukhbitiin. Yaa rabbal ‘aalamiin.
Artinya : “Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan keutamaan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim; dengan perantaraan haq-nya Bismillaahir-rahmaanir-rahiim; dengan perantaraan keagungan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim; dengan perantaraan kedudukan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Angkat-lah derajatku, permudahlah urusanku, lapangkanlah dadaku, Wahai Tuhan Yang Dia-lah Kaff Haa Yaa ‘Aiin Shaad, Haa Miim ‘Aiin Siin Qaaf, Alif Laam Miim, Alif Laam Miim Raa, Alif Laam Miim Shaad; berkat rahasia Asma’ Alah Yang teragung. Allah, tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup Kekal lagi terus menerus mengurusi makhluk-Nya, dengan perantaraan “Nama” Kehormatan/kehebatan dan kekuasaan-Mu; dan dengan “Nama” keperkasaan dan Keagungan-Mu; kiranya Engkau menjadikan aku termasuk orang-orang yang shalih lagi bertakwa dan ahli taat kepada-Mu yang penuh dengan tawadhu’ (kerendahan hati). Wahai Tuhan sekalian alam.
----------------------
Doa Basmalah Kabir (Besar) :
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِفَضْلِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَأَسْأَلُكَ بِعَظَمَة بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وأَسْأَلُكَ بِجَلاَلِ وَثَنَاءِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَأَسْأَلُكَ بِهَيْبَةِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَبِحُرْمَةِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَبِجَبَرُوتِ وَمَلَكُوتِ وَكِبْرِيَاءِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, وَبِعَِةِ وَقُوَّةِ وَقُدْرَةِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, إرْفَعْ قَدْرِى بِسِرِّ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ يَسِّرْ أَمْرِى وَاجْبُرْ كَسْرِى وَأَغْنِ فَقْرِى أَسْأَلُكَ وَأطِلْ عُمْرِى مَعَ الصِّحَّةِ وَالْعَافِيَةِ بفَضْلِكَ وَكَرَمِكَ وَإحْسَانِكَ يَا مَنْ هُوَ كهيعص . حمعسق. الم . المر المص : بِسِرِ اسْمِ الله الأَ عْظَمِ. الله الّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ذُو الجَــلاَلِ وَ الإِكْرَامِ, أَسْأَلُكَ بِجَلاَلِ الهَيْبَةِ وَبِعِزَّةِ العِزَّةِ, وَ أَسْأَلُكَ بِكِبْرِيَاءِ العَظَمَةِ وَبِجَبَرُوتِ القُدْرَةِ أَنْ تَجْعَلَنِى مِنَ الذِيْنَ لاَ خَوفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَهُمْ يَحْزَنُونَ, وَ أَسْأَلُكَ بِحُسْنِ الْبَهَاءِ وَبِإِشْرَاقِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ أَنْ تُدْخِلَنِى بِرَحْمَتِكَ فِى جَنَّاتِ النَّعِيْمِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ, اللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ بِسِرِّ هَذَا كُلِّهِ أَنْ تَقْضِيَ لِى جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ, وَاَنْ تُطَهِّرَنِى مِنْ جَمِيْعِ السَّـيِّـئَاتِ, وَأَنْ تُنْجِيْنِى مِنْ جَمِيْعِ الأَهْوَالِ وَالآفَاتِ وَتَرْفَعَنِى عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَات وَأَنْ تُبَلِّغَنِى أَقْصَى الغَايَات مِنْ جَمِيْعِ الخَيْرَاتِ فِي الحَيَاةِ وَبَعْدَ المَمَات, وَ أَسْأَلُكَ يَا اللهُ أَنْ تُفَرِّجَ عَنِّى مَا أَنَا فِيْهِ وَأَنْ تُقَدِّرَلِى اْلخَيْرَ فِيْمَا اُرِيْدُهُ وَأَنْوِيْهِ, وَاَنْ تَعْصِمَنِى مِنَ الْفِتَنِ وَاْلمَعَاصِى وَاْلفَحْشَاءِ, وَأَنْ تَحْفَظَنِى وَأَهْلِى وَذُرِّيَّتِى وَمَنْ تَحْتَ حَوْزَتِى مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَشَرٍّ وَبَلاَءٍ, وَاَنْ تَنْصُرَنِى عَلَى جَمِيْعِ اْلحُسَّادِ وَاْلمَاكِرِيْنَ وَاْلأَعْدَاءِ يَا رَبَّ العَالَمِيْن.
Alloohumma innii as-aluka bifadhli bismillaahir-rahmaanir-rahiim, wa as-aluka bi’azhamati bis-millaahir-rahmaanir-rahiim, wa as-aluka bijalaali wa tsanaa-i bismillaahir-rahmaanir-rahiim, wa as-aluka bihaibati bismillaahir-rahmaanir-rahiim, wa as-aluka bihurmati bismillaahir-rahmaanir-rahiim, wajabaruuti wa malakuuti wa kibriyaa-i bismillaahir-rahmaanir-rahiim, wa bi’izzati wa quwwati wa qudrati bismillaahir-rahmaanir-ra-hiim. Irfa’ qadrii bisirri bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alloohumma yassir amrii wajbur kasrii wa aghni faqrii wa athil ‘umrii ma’as-shihhati wal ‘aafiyati bifadhlika wa karamika wa ihsaanika. Yaa man huwa kaaf haa yaa ‘aiin shaad, haa miim ‘aiin siin qaaf, alif laam miim, alif laam miim raa, alif laam miim shaad, bisirris-millaahil a’zham.
Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuuml ‘aliyyul ‘azhiimu dzul jalaali wal ikraam. As-aluka bijalaalil haibati wa bi’izzatil ‘izzati, wa as-aluka bikibriyaa-il ‘azhamati wa bijabaruutil qudrati, an taj’alanii minalladziina laa khaufun ‘alaihim walaa hum yahzanuun. Wa as-aluka bihusnil ba-haa-i wa bi-isyraaqi wajhikal kariimi, an tudkhi-lanii birahmatika fii jannaatin-na’iim, yaa rabbal ‘aalamiin. Alloohumma as-aluka bisirri haadzaa kullihii an taqdhiya lii jamii’il haajaat, wa an tuthahhiranii min jamii’is-sayyi-aat, wa an tun-jiinii min jamii’il ahwaali wal aafaat, wa an tarfa-’anii ‘indaka a’lad-darajaat, wa an tuballighanii aqshal ghaayaati min jamii’il khairaati fil hayaati wa ba’dal mamaat. Wa as-aluka yaa Allooh, an tufarrija ‘annii maa ana fiihi, wa an tuqaddira liyal khaira fiimaa uriiduhuu wa anwiihi, wa an ta’shimanii minal fitani wal ma’aashii wal fakh-syaa-i, wa an tahfazhanii wa ahlii wa dzurriyyatii wa man tahta hauzatii min kulli suu-in wa syar-rin wa balaa-in. Wa an tanshuranii ‘alaa jamii’il hussaadi wal maakiriina wal-a’daa-i, yaa rabbal ‘aalamiin.
Artinya : “Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu dengan (perantaraan) keutamaan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim; aku memohon kepada-Mu dengan (eranta-raan keagungan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim; aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan keagu-ngan dan keterpujian Bismillaahir-rahmaa-nir-ra-hiim; aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan kemuliaan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim; dengan (perantaraan) kehormatan Bismil-laahir-rahmaanir-rahiim; dengan perantaraan keperkasaan, kemuliaan dan kebesaran Bismillaa-hir-rahmaanir-rahiim; serta dengan perantaraan kekuatan dan kekuasaan Bismil-laahir-rahmaanir-rahiim; serta angkatlah derajatku dengan perantaraan rahasia Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Ya Allah! Permudahlah urusanku, tam-ballah kekuranganku, cukupilah kebutuhanku dan panjang-kanlah umurku disertai kesehatan dan kese-jahteraan, berkat karunia, kemuliaan dan kebaikan-Mu, Wahai Tuhan Yang Dia-lah Kaff Haa Yaa ‘Aiin Shaad, Haa Miim ‘Aiin Siin Qaaf, Alif Laam Miim, Alif Laam Miim Raa, Alif Laam Miim Shaad; berkat rahasia Asma’ Alah Yang teragung.
Allah, tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup Kekal lagi terus menerus mengurusi makhluk-Nya, Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, Pemilik Kea-gungan dan Kemuliaan; aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan keagungan kehebatan / kehor-matan-Mu dan kemuliaan kemuliaan-Mu. Aku memo-hon kepada-Mu berkat keagungan Keagungan-Mu dan keperkasaan Kekuasaan-Mu; kiranya Engkau menja-dikan aku termasuk orang-orang yang tidak ada kekhawatiran buat mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Aku memohon kepada-Mu berkat bagus-nya keindahan(Mu) dan berkat bersinarnya Wajah-Mu yang Mulia, kiranya Engkau memasukkan aku dengan rahmat-Mu kedalam surga na’im-Mu, wahai Tuhan sekalian alam. Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu berkat rahasia ini semua, kiranya Engkau mengabul-kan seluruh hajat keperluanku; kiranya Engkau hapuskan bagiku dari semua keburukan/dosa; kiranya Engkau selamatkan aku dari semua kegentingan dan bencana kiranya Engkau angkat aku pada derajat yang tertinggi di sisi-Mu; kiranya Engkau sampaikan aku pada batas terakhir cita-citaku dari seluruh kebai-kan, baik sewaktu hidup (di dunia) maupun setelah wafat. Aku memohon kepada-Mu, Ya Alah, kiranya Engkau melapangkan dariku apa-apa (kesusahan) yang aku ada didalamnya; kiranya Engkau takdirkan kebaikan untukku pada (persoalan) apa saja yang aku kehendaki dan aku ingini; kiranya Engkau pelihara aku dari fitnah, kemaksiatan dan perbuatan keji; kiranya Engkau menjaga aku, keluargaku, anak ketu-runanku dan orang-orang yang di bawah perlin-dunganku dari semua keburukan, kejahatan dan ben-cana; dan kiranya Engkau menolongku mengatasi semua orang yang hasud, penipu dan musuh. Wahai Tuhan sekalian alam.
http://1001doadzikir.blogspot.co.id/2014/11/96-doa-basmalah-shaghir-kecil.html
Subscribe to:
Posts (Atom)
DOA MELAWAN ORANG JAHAT
Hidup tidak selalu bertemu dengan orang baik. View this post on Instagram A post shared by NU Online (@nuonline_...











