Monday, May 18, 2020

Amalan Dahsyat 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan Baca 201x Surat al-Kautsar

Amalan Dahsyat 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan Baca 201 Kali Surat al-Kautsar


Doa Tolak Wabah: li khasamtum

Doa Tolak Wabah: li khasamtum

لِي خَمْسَةٌ أُطْفِئ بِهاَ

حَرَّ الوَباَءِ الحاَطمَة

المُصْطَفَى وَالمُرتَضَى

وَابْناَهُماَ وَفَاطِمَة

Li Khomsatun, uthfi-u biha

Harrol waba-il hathimah

Almusthofa, wal murtadlo

Wabnahuma wa Fathimah

Artinya: “Aku berharap diselamatkan dari panas derita wabah yang bikin sengsara dengan wasilah derajat luhur lima pribadi mulia yang aku punya: Baginda Nabi Muhammad al-Mushthafa saw, Sayyidina Ali al-Murtadla dan kedua putra (Hasan dan Husain), serta Sayyidatina Fathimah Azzahra, binti Rasulillah saw’."

Bacaan Wirid Nadhom Li Khomsatun ini dimaksudkan untuk memperkuat iman dan keteguhan beragama. Kemudian wirid yang satu ini keutamaannya dapat menolak wabah penyakit atau bala atau musibah apapun.

#wuhanvirus #coronavirus #covid19




Doa keselamatan Imam Daamiri di Hayatul Hayawan

Doa keselamatan yang ditulis apik Imam Daamiri di Hayatul Hayawannya bab al-Wahsyu.

حياة الحيوان الكبرى (2/ 535)
تتمة مشتملة على فوائد حسنة: قال شيخ الإسلام محي الدين النووي، في الأذكار، في باب أذكار المسافر، عند إرادة الخروج من بيته: يستحب له عند ارادته الخروج من بيته أن يصلي ركعتين، لحديث المقطم بن المقدام الصحابي أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «ما خلف أحد عند أهله أفضل من ركعتين يركعهما عندهم حين يريد السفر» . رواه الطبراني.
قال بعض أصحابنا: يستحب أن يقرأ في الأولى منهما بعد الفاتحة قل أعوذ برب الفلق، وفي الثانية قل أعوذ برب الناس، وإذا سلم قرأ آية الكرسي،

Penutup yang mencakup beberapa faidah indah. Syaikhul Islam Muhyiddin an-Nawawi berkata dalam kitab Adzkar di bab dzikir-dzikir bagi musafir yang ingin keluar dari rumahnya: “Ketika akan keluar rumah, sunnah baginya shalat dua rekaat. Karena hadis Sahabat Muqatham bin Miqdam, ‘Sungguh! Rasulullah shallallahu alayhi wasallama bersabda: Tidaklah seseorang meninggalkan (amalan) pada keluarganya yang lebih baik dibandingkan dua rakaat yang dilakukannya di sisi mereka ketika hendak bepergian. HR. at-Thabrani.’

Sebagian sahabat kami berkata: “Pada rekaat pertama dari dua rekaat diatas, setelah baca faatihah, sunnah membaca qul a’udzubirabbil-falaq. Dan di rekaat kedua, membaca qul a’udzubirabbin-naas. Lalu, setelah salam, membaca ayat kursi.”

فقد جاء أن من قرأ آية الكرسي، قبل خروجه من منزله، لم يصبه شيء يكرهه حتى يرجع

Ada sebuah riwayat yang mengatakan: “Sungguh! Yang membaca ayat kursi, sebelum ia keluar dari rumahnya. Maka tidak akan terkena sesuatu yang tidak ia senangi, sampai kembali kerumah.”

ويستحب أن يقرأ سورة لايلاف قريش فقد قال السيد الجليل، أبو الحسن القزويني، الفقيه الشافعي صاحب الكرامات الظاهرة والأحوال الباهرة، والمعارف المتظاهرة: إنه أمان من كل سوء.

Disunnahkan membaca surat Li iilafi quraysin. Tuanku mulia Abul Hasan al-Quzwayni, seorang faqih bermadzhab Syafi’i, yang punya banyak keramat nampak dan laku mempesona, serta kemakrifatan nyata, benar-benar berkata: “Sungguh! --Surat Li iilafi quraysin-- itu, bisa menjadi perantara keselamatan dari setiap hal buruk”

وقال أبو طاهر بن جحشويه: أردت سفرا، وكنت خائفا منه فدخلت على القزويني، أسأله الدعاء، فقال لي ابتداء من قبل نفسه: من أراد سفرا ففزع من عدو أو وحش، فليقرأ لإيلاف قريش، فإنها أمان من كل سوء. فقرأتها فلم يعرض لي عارض حتى الآن انتهى.

Abu Thahir bin Jahsyawiyyah berkata: “Dulu, ketika aku ingin bepergian, namun takut dengan situasi, aku sowan pada Syaikh Abul Hasan al-Quzwayni, meminta doa darinya. Maka, --sebelum aku menjelaskan alasanku mengunjunginya-- beliau mendahului berkata pada dirinya sendiri --yang sejatinya ditujukan-- padaku: “Yang ingin bepergian. Namun, takut dengan adanya musuh atau hewan liar. Maka, bacalah Li iilafi quraysin. Sungguh! Surat Li iilafi quraysin itu, bisa menjadi perantara keselamatan dari setiap hal buruk.”. Lalu aku membacanya. Dan sampai sekarang, tiada satupun kecelakaan/keburukan/penghalang yang menimpaku.

Syaikh Ahmad bin Umar Al-Ghaniimiy al-Azhary as-Syafi’i ad-Dayarbi (di pondok, kondangnya ad-Dayrobi) adalah ulama madzhab Syafi’i yang lahir tahun 1061-1151 H./1651-1738 H. Seorang faqih, ahli ilmu hikmah, dan Azhari (Sebutan bagi mereka yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas al-Azhar Kairo).

Kefaqihannya, terbukti dengan banyaknya kitab fiqh karya beliau. Seperti: Ghayatul maqsud limay-yata’attha al-‘uquud, kitab fiqh yang mencakup empat madzhab, Fathul-maalik al-baari penjabar akhir kitab Manhajnya Imam Zakariyya al-Anshari, Ghayatul-maram tentang hukum nikah, Fathul-maalik al-kaarim al-wahhaab sarah Tahrir, dan banyak lainnya.

Kecintaannya pada Baginda Nabi shallallahu alayhi wasallam beliau buktikan dengan karyanya; al-Qaulul-muhtar bima yata’allaqu bi abawayyin-Nabiy al-muhtar (Pendapat pilihan yang berhubungan dengan kedua orangtua Nabi terpilih)

Selain mengarang banyak kitab dalam fan berbeda. Ada satu kitab beliau yang diakui banyak kalangan dan sangat familiar di kalangan pesantren serta dunia keilmuan. Bahkan ada yang mengatakan: Laa nadzira lahu fii baabihi (Tiada tandingan dalam pembahasan setiap babnya). Namun, di sesat-sesatkan oleh kawan sebelah
Yakni: Fathul-mulki al-majid al-muallafu linaf’il-abiid wa qam’i kulli jabbaarin ‘aniidin (Pembuka kerajaan agung nan mulia, dikarang untuk kemanfaatan hamba-hamba Allah dan guna melawan orang-orang kejam yang keras kepala dan mendurhakai hukum Allah Ta’ala). Yang didalamnya menjelaskan rahasia sirri qur’an, hadist, dawuh para sahabat, dan doa-doa hasil ijtihad manusia-manusia pilihan. Karena saking panjang namanya. Para pelajar menyebutnya kitab MUJARRABAT DAYARBI/DAYRABI (Ilmu-ilmu yang telah diuji/dibuktikan/terbukti oleh Syaikh Dayarbi/Dayrabi)

(Disarikan dari kitab Tarikh ‘ajaaibil-atsar Syaikh Abdurrahman ban Hasan W.1237 H. Kitab Al-a’lam Syaikh Khiruddin az-Zirikli W. 1936 H. Dan kitab Hidaayatul Arifin Syaikh Ismail al-Baabani W. 1396 H.)

Bismillahirrahmanirrahim dengan hanya idzin Allah dan semuanya hanya meminta pada Allah:

Syaikh Ahmad bin Umar Al-Ghaniimiy al-Azhary as-Syafi’i ad-Dayarbi di halaman 111 menulis dalam kitabnya: “Sebagian kawan-kawanku memberiku khabar. Sungguh! Keterangan ini di ambil dari Syaikh Usman al-Jundiy al-baghdadi. Beliau berkata: Sesiapa yang membaca kalimat-kalimat ini selama masa terjadinya Thaun, setiap hari 7 kali pagi dan 7 kali sore, maka Thaun tidak akan mengenainya. Dan yang menulis, lalu menggantungkan dirumahnya, maka, selamanya Thaun tidak akan masuk ke rumahnya, selama tulisan itu masih digantungkan. Yakni:

لا اله الا الله أمان من الطاعون محمد رسول الله طعن في الطاعون. سيدي عبد الوهاب الشعراني سيدي شمس الدين الحنفي سيدي سراج الدين البلقيني سيدي عبد القادر الجيلاني. حي صمد باقي وله كنف واقي سبحان الملك الخلاق

Laa ilaha illAllah amaanun minat-Thaaun, Muhammadur-rasulullah tha’ana fi-Thaaun. Sayyidi Abdul Wahhab as-Sya’rani, Sayyidi Syamsuddin al-Hanafi, Sayyidi Sirajuddin al-Bulqini, Sayyidi Abdul Qaadir al-Jiilaani. Hayyun shamaadun baaqi wa lahu kanaafun waaqi subhanal-malikil-khallaaqi

‘Tiada tuhan selain Allah --dengan izinNya, kami meminta-- keselamatan dari Thaun, --Dengan pertolongan-- Nabi Muhammad utusan Allah yang menusuk Thaun. --Dengan perantara amal ibadah-- Sayyidi Abdul Wahhab as-Sya’rani, Sayyidi Syamsuddin al-Hanafi, Sayyidi Sirajuddin al-Bulqini, Sayyidi Abdul Qaadir al-Jiilani. --Allah Ta’ala adalah dzat yang-- hidup sempurna. Yang melindungi; penguasa yang maha sempurna dan bergantung kepada-nya segala sesuatu. Yang kekal. Dia pemilik sisi/pelindung yang melindungi. --Aku sucikan Engkau--Wahai dzat yang maha suci pencipta segenap makhluq’

Telah benderang bagimu. Keterangan lalu, yakni khasiat-khasiat yang bermanfaat. Maka jangan sampai kau lupakan. Wallahu A’lam.”

----

Wallahu A’lam bis-Shawaab
Mugi kita semua segera terlepas dari wabah corona, lalu menjadi muslim yang semakin baik. Amin.

@roberts azmi


Doa Sayyidatina ‘Aisyah RA Saat Kesusahan

Doa Sayyidatina ‘Aisyah RA Saat Kesusahan

Setiap manusia punya masa sulit. Masa yang membuatnya merasa terpuruk. Tak terkecuali orang-orang mulia. Iya! Pernah wanita mulia, cantik nan cerdas dan menjadi kekasih Rasulullah shallallahu alayhi wasallam, Sayyidatina Aisyah radhiyallahu anha, susah luar biasa. Kesusahannya sampai tidak terpendam. Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu anhu yang menjadi pembantu rumahtangganya, mendekat, berusaha menghibur.

“Yang dekat maupun jauh, telah mendiamkanku” keluh Sayyidatina Aisyah, “Hingga kucingpun tak mau menyapaku. Tak ada yang menawariku makanan dan minuman Hhhh …”

Sahabat Anas yang didekatknya hanya terdiam. Mendengarkan kata perkata ungkapan hati junjungannya.

“Namun. Tadi malam. Setelah tak bisa tidur karena lapar. Akhirnya bisa juga terlelap. Aku mimpi bertemu seorang pemuda. Ia berkata: ‘Apa yang membuatmu susah?’. ‘Ah, sebab perkataan manusia’ jawabku. Lalu iapun menimpali: ‘Coba, berdoalah dengan kalimat-kalimat ini. Insya Allah kesusahanmu akan hilang’. ‘Bagaimana lafadz doa itu?’ tanyaku. Kemudian ia berkata: Bacalah ini:

يا سابغ النعم، ويا دافع النقم، ويا فارج الغمم، ويا كاشف الظلم، ويا أعدل من حكم، ويا حسيب من ظلم، ويا ولي من ظلم، ويا أول بلا بداية، ويا آخر بلا نهاية، ويا من له اسم بلا كنية، أجعل لي من أمري فرجا ومخرجا. (حياة الحيوان الكبرى (2/ 520) باب الهر)

Yaa Sabighan-Niami, Wa Yaa Daafi’an-Niqami, Wa Yaa Faarijal-ghumami, Wa Yaa Kasyifadz-Dzulmi. Wa Yaa A’dala man hakama, Wa Yaa Hasiiba man dzalama, Wa Yaa Waliyya man dzulima, Wa Yaa Awwalu bila bidaayatin. Wa Yaa Akhiru bila nihaayatin, Wa Yaa man lahu ismun bila kunyatin. Ij’al lii min amri farajan wa makhrajan.”

‘Wahai Dzat yang menyempurnakan kenikmatan-kenikmatan. Wahai Dzat yang menolak segala siksa dan hukuman. Wahai Dzat yang menghalau segala kesedihan. Wahai Penyibak kegelapan. Wahai Pemutus hukum paling adil. Wahai Dzat yang menghisab orang dzalim. Wahai Dzat yang menjadi wali/pelindung orang yang didzalimi. Wahai Yang terawal tanpa permulaan. Wahai yang terakhir tanpa batas. Wahai Dzat yang bernama tanpa kunyah (Tanpa awalan Abu). Jadikan urusanku ini lapang dan ada jalan keluar’”

“Lalu aku terbangun dengan keadaan segar bugar dan kenyang. Dan sungguh! Allah telah menurunkan pembebasannya padaku dan melapangkan dadaku” pungkas Sayyidatina Aisyah radhiyallahu anha.

Wallahu A’lam bis-Shawaab.
Disunting dari kitab Hayatul Hayawan Imam Daamiri bab al-Hirr dengan sedikit penyesuaian bahasa.

@roberts azmi


Doa Nabi Daud Alayhis-Salaam

Doa Nabi Daud Alayhis-Salaam:

اللهم اني اسالك حبك وحب من يحبك والعمل الذي يبلغني حبك اللهم اجعل حبك احب الي من نفسي واهلي ومن الماء البارد

Allohumma innii as-aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wal ‘amalal ladzii yuballighunii hubbaka.
Allohummaj’al hubbaka ahabba ilayya min nafsii wa ahlii wa minal maa-il baarid.

"Ya Allah, saya memohon kepada-Mu cinta-Mu, dan cinta orang yang mencintai-Mu,
dan amal yang menyampaikan cinta kepada-Mu. Ya Allah, jadikan cinta kepada-Mu lebih aku cintai
dibanding cintaku kepada diriku sendiri, keluargaku, dan dari air yang dingin."


Saturday, May 9, 2020

Habib Umar: Doa Istighfar



ارشدنا الحبيب عمر محمد سالم حفيظ عميد دار المصطفي ان نقرأ في هذا الشهر المبارك ثلاث آلاف من استغفرالله لما يعلمه الله استغفرالله كما يحبه الله. كل يوم علي 100 منه

Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafizh menganjurkan selama bulan rajab yang penuh berkah untuk membaca:

استغفرالله لما يعلمه الله

استغفرالله كما يحبه الله

ASTAGHFIRULLAAH LIMAA YA'LAMUHULLAAH
ASTAGHFIRULLAAH KAMAA YUHIBBUHULLAAH

Aku memohon ampun kepada Allah atas apa yang diketahui oleh Allah,

aku memohon ampun kepada Allah sebagaimana yang disukai oleh Allah.

Dibaca istighfar tersebut sebanyak 3000 (tiga ribu kali) kali dalam satu bulan rajab atau setiap harinya 100 kali.


Ayat Hifzi




Ayat Hifzi

Ayat ini dipakai sebagai benteng penjagaan atas bahaya atau penyakit

Al Baqarah 255
Yusuf 64
As Soffat 7
Al Hijir 17
Fussilat 12
At Toriq 4
Al Buruj 12 - 22

Qul yaa Adzim antal Adzim

Qul yaa Adzim antal Adzim

– Qul Ya Adhim –

قُلْ يَاعَظِيْم أَنْتَ الْعَظِيْم
Qul Ya Adzim antal Adzim

Katakan: Wahai Yang Maha Agung, Engkaulah Yang Maha Agung

قَدْ هَمَّنَا هَمٌّ عَظِيْم
Qad hammana hammun Adzim

Kami sudah terkena problem yang amat berat

وَکُلُّ شَيْئٍ هَمَّنَا
Wa qullu sha’in hammana

Dan tiap-tiap hal yang kami khawatirkan

يَهُوْنُ بِاسْمِكَ يَاعَظِيْم
Yahunu bismika Ya Adzim

Jadi mudah dengan menyebutkan Nama Mu Wahai Yang Maha Agung

اَنْتَ الْقَدِيْمُ فِی الْأَزَل
Antal Qadim, Qadimu fil adzal

Engkaulah Yang Maha Awal, Wahai Yang Maha Awal

أَنْتَ الْلَّطِيْفُ لَمْ تَزَلْ
Antal Latif, Latifu lam tadzal

Engkaulah Yang Maha Halus, Tanpa Berkesudahan

عَنَّا أَزِلْ مَاقَدْ نَزَلْ
Anna adzil ma qad nazal

Angkatlah dari kami apa yang sudah menimpa kami

مِنْ فَادِحِ الْخَطْبِ الشَّدِيْد
Min fadihil khot bish shadid

Dari kesukaran yang gawat dan rumit





Tuesday, May 5, 2020

HIZIB IKHFA', Dzikir Wirid Amalan Imam Abul Hasan Asy-Syadzili

HIZIB IKHFA', Dzikir Wirid Amalan Imam Abul Hasan Asy-Syadzili

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. إِحْتَجَبْتُ بِنُورِ اللهِ الدَّائِمِ الْكَامِلِ, وَتَحَصَّنْتُ بِحِصْنِ اللهِ الْقَوِيِّ الشَّامِلِ, وَرَمَيْتُ مَنْ بَغَى عَلَىَّ بِسَهْمِ اللهِ وَسَيْفِهِ الْقَاتِلِ,

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Ihtajabtu binuu-rillaahid-daa-imil kaamil. Watahash-shantu bi hishnillaahil-qawiyyis-syaamil. Waramaitu man baghaa ‘alayya bisahmillaahi wasaifihil qaatil.
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Aku bersembunyi (berlindung) di balik nur Allah yang selalu sempurna. Aku berbenteng dengan benteng Allah yang kuat lagi meliputi/memuat; aku melempar orang yang berbuat jahat kepadaku dengan panah dan pedang Allah yang mematikan.

اَللَّهُمَّ يَاغَالِبًا عَلَى أَمْرِهِ, وَيَاقَائِمًا فَوْقَ خَلْقِهِ, وَيَاحَائِلاً بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ, حُلْ بَيْنِى وَبَيْنَ الشَّيْطَانِ وَنَزْغِهِ, وَبَيْنَ مَالاَ طَاقَةَ لِى بِهِ مِنْ خَلْقِكَ أَجْمَعِيْنَ.

Alloohumma yaa ghaaliban ‘alaa amrih, wayaa qaa-iman fauqa khalqih, wayaa haa-ilan bainal mar-i waqalbih. Hul bainii wabainas-syaithaani wanazghih, wabaina maa laa thaaqata lii bihii min khalqika ajma’iin.
Ya Allah! Wahai Dzat Yang mengatasi urusan-Nya. Wahai Dzat Yang Berdiri (Mengurusi) diatas makhluk-Nya. Wahai Dzat Yang menjadi Pemisah antara seseorang dengan hatinya. Pisahkan antara aku dan syetan beserta godaannya, (antara aku) dan dari semua makhluk-Mu yang tidak ada kemampuan buatku untuk mengatasinya.

اَللَّهُمَّ كُفَّ عَنِّى أَلْسِنَتَهُمْ, وَ اغْلُلْ  أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَارْبُطْ عَلَى قُلُوبِهِمْ, وَاجْعَلْ بَيْنِى وَبَيْنَهُمْ  سَدًّا مِنْ نُورِ عَظَمَتِكَ, وَحِجَابًا مِنْ قُوَّتِكَ, وَجُنْدًا مِنْ سُلْطَانِكَ, إِنَّكَ حَيٌّ قَادِرٌ مُقْتَدِرٌ قَهَّارٌ.

Alloohumma kuffa ‘annii alsinatahum, waghlul aidiyahum wa-arjulahum, warbuth ‘alaa quluubihim, waj’al bainii  wabai-nahum saddan min nuuri ‘azhamatik, wahijaaban min quwwatik, wajundan min sulthaanik, innaka hayyun qaadirun muqtadirun qahhaar.
Ya Allah! Jauhkanlah dariku lisan-lisan mereka; kuncilah tangan-tangan dan kaki-kaki mereka; ikatlah hati mereka’ jadikan antara aku dan mereka tirai dari Nur Keagungan-Mu, tabir dari Kekuatan-Mu dan tentara dari Kesultanan-Mu, karena sebenarnya Engkau Maha Hidup Abadi, Kuasa, Berkuasa/mampu, lagi Pemaksa.

اَللَّهُمَّ أَغْشِ عَنِّى أَبْصَارَ اْلأَشْرَارِ وَالظَّلَمَةِ حَتَّى لاَ أُبَالِى بِأَبْصَارِهِمْ.

Alloo-humma aghsyi ‘annii abshaaral asyraari wazh-zhalamati hattaa laa ubaalii bi-abshaarihim.
Ya Allah! Tutupi (butakan) dariku mata orang-orang yang jahat dan zhalim, sehingga aku tidak (begitu) mempedulikan mata mereka.

يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالأَبْصَارِ. يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِلاولِي الأَبْصَارِ.

Yakaadu sanaa barqihii yadzhabu bil-abshaar yuqallibulloohul laila wan-nahaara inna fii dzaa-lika la’ibratan li-ulil abshaar.
Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara  Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan. (QS an-Nur : 43-44).

بِسْمِ اللَّهِ كهيعص . بِسْمِ اللَّهِ حمعسق. كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيْمًا تَدْرُوهُ الرِّيَاحِ. هُوَ اللَّهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ. يَوْمَ اْلاَزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلاَ شَفِيعٍ يُطَاعُ. عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ. فَلاَ أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ, الْجَوَارِ الْكُنَّسِ, وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ. وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ.  ص وَالْقُرْءَانِ ذِي الذِّكْرِ. بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ.

Bismillaah, Kaaf Haa Yaa ‘Aiin Shaad. Bismillaah, Haa miim ‘aiin siin qaaf. Kamaa-in anzalnaahu minas-samaa-i fakhtalatha bihii nabaatul ardhi fa-ashbaha hasyiiman tadzruuhur-riyaah. 
Huwal-loohulladzii laa ilaaha illaa huwa ‘aalimul ghaibi was-syahaadati huwar-rahmaanur-rahiim.  Yau-mal aazifati idzil quluubu ladal hanaajiri kaazhimiina maa lizh-zhaalimiina min hamiimin walaa syafii’in yuthaa’.  ‘Alimat nafsun maa ahdharat. Falaa uqsimu bilkhunnasil jawaaril kunnasi, wal-laili idzaa ‘as’asa, wash-shub-hi idzaa tanaffas.  Shaad. Walqur-aani dzidz-dzikr, balilla-dziina kafaruu fii ‘izzatin wasyiqaaq.
Dengan menyebut asma’ Allah, Kaaf haa yaa ‘aiin shaad. Dengan menyebut asma’ Allah, haa miim ‘aiin siin qaaf.
Seperti air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. (QS al-Kahfi : 45)
Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS al-Hasyr : 22)
... hari yang dekat (hari kiamat, yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa`at yang diterima syafa`atnya. (QS al-Mukmin : 18)
Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. (QS at-Takwir : 15-18)
Shaad, demi Al Qur'an yang mempunyai keagungan. Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit. (QS Shad : 1-2).

 شَاهَتِ الْوُجُوهِ ( 3 × ), وَعَمِيَتِ الأَبْصَارُ, وَكَلَّتِ اْلأَلْسُنُ, وَوَجِلَتِ الْقُلُوبُ, جَعَلْتُ خَيْرَهُمْ بَيْنَ أَعْيُنِهِمْ وَشَرَّهُمْ تَحْتَ أَقْدَامِهِمْ, وَخَاتَمَ سُلَيْمَانَ بَيْنَ أَكْتَافِهِمْ, لاَ يَسْمَعُونَ وَلاَ يُبْصِرُونَ وَلاَ يَنْطِقُونَ بِحَقِّ  كهيعص.

Syaahatil wujuuh (Dibaca 3 x).
Wa’amiyatil abshaar, wakallatil alsun, wa wajilatil quluub. Ja’altu khairahum baina a’yunihim, wasyarrahum tahta aqdaamihim, wakhaatama sulaimaana baina aktaafihim, laa yasma’uuna walaa yubshiruuna walaa yanthiquuna bihaqqi kaaf haa yaa ‘aiin shaad.
Buruk semua wajah, buta semua mata, menjadi kelu semua lesan, dan merasa takut semua hati.  Aku jadikan kebaikan mereka didepan mata mereka dan kejahatan mereka di atas telapak kaki mereka, dan setempel Nabi Sulaiman diantara pundak-pundak mereka, sehingga mereka tidak (mampu) mendengar, melihat dan berbicara, berkat kebenaran kaaf haa yaa ‘aiin shaad.

فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ(3×).
إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ (3×)

Fasayakfiikahumullooh. Wa huwas-samii’ul ‘aliim (Dibaca 3 x).  Inna waliyyiyalloohulladzii nazzalal kitaaba wahuwa yatawallas-shaalihiin. (Dibaca 3 x)
Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS al-Baqarah : 137).
Sesungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh. (QS al-A’raf : 196)

حَسْبِيَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (7×), بَلْ هُوَ قُرْءَانٌ مَجِيدٌ. فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ.

Hasbiyalloohu laa ilaaha illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyil ‘azhiim (7 x).  Bal huwa qur-aanum-majiid. Fii lauhimmahfuuzh. 
“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung". (QS at-Taubah : 129).
Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur'an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh. (QS al-Buruj : 21-22).

اَللَّهُمَّ احْفَظْنِى  مِنْ فَوْقِى وَمِنْ تَحْتِى, وَعَنْ يَمِيْنِى وَعَنْ شِمَالِى وَمِنْ خَلْفِى  وَمِنْ أَمَامِى, وَمِنْ ظَاهِرِى وَمِنْ بَاطِنِى, وَمِنْ بَعْضِى وَمِنْ كُلِّى, حُلْ بَيْنِى وَبَيْنَ مَنْ  يَحُولُ  بَيْنِى وَبَيْنَكَ, يَاأَللهُ يَاأَللهُ يَاأَللهُ, وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ, وَصَلىَّ الله عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْليمًا.

Alloohummahfazhnii min fauqii wa min tahtii, wa’an yamiinii wa’an syimaalii, wamin khalfii wamin amaamii, wamin zhaahirii wamin baathinii, wamin ba’dhii wamin kullii. Wahul bainii wabaina man yahuulu bainii wabainak. Yaa Allooh, Yaa Allooh, Yaa Allooh, walaa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘azhiim.  Washallalloohu ‘alaa sayyidinaa muhammadinin-Nabiyyill ummiyyi wa’alaa aalihii washahbihii wasallama tasliimaa.
Ya Allah! Peliharalah aku (mulai) dari arah atasku, bawahku, kananku, kiriku, belakangku, depanku, zhahirku, batinku, sebagianku dan keseluruhanku. Jadikan tirai antara aku dan orang  yang membuat tirai anrara aku dan Engkau. Ya Allah! Ya Allah! Ya Allah! Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan Allah kepada junjungan kita Muhammad, seorang Nabi yang buta huruf, beserta keluarga dan para sahabatnya.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AMALAN PELUNAS HUTANG

 AMALAN PELUNAS HUTANG... (Amalan Ijazah Al-Habib Ali bin Husein Al-Attas atau lebih dikenal dengan Habib Ali Bungur) Dalam kitab Al Qirthos...