Showing posts with label Ratib-1001. Show all posts
Showing posts with label Ratib-1001. Show all posts

Friday, March 8, 2019

Ust Abdul Somad: Hajat Mendesak Pakai Ratib Al Athos

Hajat mendesak membaca Ratib Al Athos 41 x











“FADHILAH RATIB AL – ATHTHAS”

Ratib Al-Aththas disusun oleh. Al-Habib Umar bin Abdul Rahman Al-Attas  ( lahir Lisk-Inat-Hadramaut-Yaman,992H/ 1572M, wafat 23 Rabiulakhir 1072H/1652M ) Diberi nama “Azizul Manal Wa Fathu Babil Wishal” Anugerah nan Agung dan Pembuka Pintu Tujuan.

Antara lain kelebihan ratib ini, ia menjaga rumahnya dan 40 rumah-rumah tetangganya dari kebakaran, kecurian dan terkena sihir. As-Syeikh Ali Baras berkata: “Apabila dibaca dalam suatu kampung atau suatu tempat, ia mengamankan ahlinya seperti dijaga oleh 70 pahlawan yang bekuda. Ratib ini mengandung rahsia-rahsia yang bermanfaat. Mereka yang tetap mengamalkannya akan diampunkan Allah dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di laut.” Bagi mereka yang terkena sihir dan membaca ratib, Insya-Allah diselamatkan Allah dengan berkat Asma’ Allah, ayat-ayat al-Qur’an dan amalan Nabi Muhammad SAW.

Ratib Al-Habib Umar bin Abdurrahman ini mempunyai banyak nama. Antara lain:
Artinya : Sesuatu yang sukar diperolehi dan kunci bagi pintu penghubung kepada    Allah. Nama inilah yang dipilih oleh Al-Habib Muhammad bin Salem Al-Aththas apabila menyusun Ratib Al-Habib Umar dalam bahasa Arab, Melayu dan Tamil.
Artinya :  Benteng yang kokoh
Artinya :  Belerang yang merah. Satu istilah bagi mentafsirkan sesuatu benda yang amat berharga yang sukar didapati pada sebarang waktu atau tempat.
Artinya :  Saripati segala dzikir.
Artinya :  Magnet rahasia-rahasia bagi mereka yang istiqamah mengamalkannya
Artinya :  Penawar bagi racun yang mujarrab. Menurut kata Al-Habib Husein         Al-Aththas, nama ini dinamakan oleh gurunya Al-Habib Ahmad bin Hasan  menerangkan kelebihan Ratib Al-Habib Umar.
Atinya :    Sumber pencapaian dan kunci pintu penghubung kepada Allah.

Nama ini hanya terdapat di dalam kitab Tajul A’ras yang disusun oleh Al-Habib Ali bin Husein al-Aththas.rhm

Ratib ini sehingga kini banyak dibaca di negara-negara seperti di Afrika termasuk Darussalam, Mombassa dan Afrika Selatan. Juga di Inggris, Burma (Myanmar), India dan negara-negara Arab. Di Afrika ia disebarkan oleh murid-murid Al-Habib Ahmad bin Hasan seperti Al-Habib Ahmad Masyhur Al-Haddad dan lain-lain. Di India, Kemboja dan Burma oleh Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Aththas. Sehingga sekarang kumpulan-kumpulan ratib Al-Habib Umar atau Zawiyah masih diamalkan di Rangoon dan di beberapa daerah di Burma. Tetapi mereka lebih terkenal di sana dengan Thariqah al-Aththasiyah.

Ratib ini telah lama sampai di Malaya, Singapura, Brunei dan Indonesia. Antara keterangan ratib ini yang diterbitkan dalam bahasa Melayu di Singapura adalah sebuah kitab kecil yang bernama Fathu Rabbin-Nas yang dikarang oleh Al-Habib Husein bin Abdullah bin Muhammad bin Mohsen bin Husein Al-Aththas. Tarikh selesai karangan ini adalah pada pagi Jum’at, 20 Jumadil Awal 1342 (20 Disember 1923). Ia diterbitkan C.H Kizar Muhammad Ain Company dan dicetak oleh Qalam Singapura.

Pada tahun 1939, Al-Habib Muhammad bin Salim Al-Aththas telah menerbitkan sebuah kitab yang bernama Miftahul Imdad yang dicetak di Matbaah Al-Huda di Pulau Penang. Kitab ini mengandung wirid-wirid datuk beliau Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Aththas tetapi terdapat juga ratib Al-habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas di dalamnya.

Pengikut Al-Habib Muhammad bin Salem Al-Aththas, Al-Habib Hasan bin Ahmad Al-Aththas pada suatu masa dahulu telah mencetak Ratib Al-Aththas meneruskan percetakannya Mutaaba’ah Al-Aththas (Al-Aththas Press) yang pejabatnya terletak di Wadi Hasan, Johor Bahru, Malaysia. Percetakan ini di Johor pada kira-kira tahun 1927.

Waktu membaca Ratib Al-Attas :
Disebutkan di dalam kitab al-Qirtas: “Telah menjadi tradisi bagi para sesepuh kami, khususnya tradisi dari Al-Habib Husein bin Umar membaca Ratib Al-Aththas adalah setelah sholat Isya’. Kebiasaan itu dilakukan oleh Habib Husein beserta pengikutnya secara turun-temurun kecuali di bulan Ramadhan. Adapun di bulan Ramadhan bacaan ratib itu dibaca sebelum sholat Isya’. Tetapi bagi yang gemar berdzikir banyak yang membaca ratib al-Aththas ini di waktu pagi dan sore, sebab di antara kalimat-kalimat yang didzikirkan ada dzikir-dzikir yang disunnahkan untuk membacanya di waktu pagi dan di waktu sore seperti tertera di dalam hadits-hadits Nabi SAW.

Dikatakan oleh Habib Ali bin Hasan Al-Aththas di dalam kitab al-Qirtas bahwa Habib Umar suka membaca ratibnya secara rahsia tanpa suara, sebab beliau menginginkan bacaan ratibnya itu lebih berkesan di hati yang membacanya dan lebih ikhlas karena Allah. Hal itu sesuai dengan firman Allah:
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”.(Al A’raf: 205)
 “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”. ( Luqman 19 )

Jika ratib al-Aththas ini dibaca secara berkelompok, maka hendaklah dibaca dengan suara yang tiada terlalu keras dan tiada terlalu pelan, sesuai dengan firman Allah:
“Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam sholatmu dan janganlah pula selalu merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara keduanya”. (Al-Isra’: 110)

Ratib Habib Umar yang diberi nama Azizul Manal Wa Fathu Babil Wishal seperti dikatakan oleh Habib Ali bin Hasan Al-Aththas di dalam kitab al-Qirtas bagian kedua juz pertama:
“Ratib Habib Umar merupakan hadiah yang tertinggi dari Allah bagi umat Islam lewat Habib Umar.”
Peninggalan beliau yang paling mahal hanyalah ratib yang beliau tinggalkan bagi umat ini. Ratib Habib Umar merupakan wirid yang banyak mendatangkan faedah bagi yang membacanya setiap waktu, terutama bagi yang sedang menghadapi kesulitan. Al-Habib Isa bin Muhammad Al-Habsyi mengatakan bahwa Habib Umar banyak sekali menyebutkan akan keutamaan ratib ini. Pernah disebutkan ketika ada sekelompok orang datang kepada Habib Umar mengeluh kesulitan pencarian dan lamanya musim kemarau yang menimpa kepada mereka selama beberapa waktu. Mereka diperintah membaca Ratib beliau dan dzikir Tauhid. Setelah mereka mengerjakannya, maka dengan berkat bacaan itu, Allah memberi keluasan hidup bagi mereka.

Menurut Syaikh Ali Baras, jika Ratib Habib Umar dibacakan bagi penduduk suatu desa atau bagi suatu keluarga, maka desa itu atau keluarga itu akan dipelihara oleh Allah dengan peliharaan yang amat ketat.

Sunday, September 23, 2018

Doa Tawassul Memakai Perantara Nabi Muhammad SAW

Doa Tawassul Memakai Perantara Nabi Muhammad SAW

اللهم إني أسألك و أتوجه إليك و أتوسل إليك بنبيك الأمين نبي الرحمة يآ محمد إني أتوسل بك إلى ربي لتقضى لي حاجتي…
( …sebutkan hajatmu… )

(H.R : Imam At Tobaroniy dalam Mu’jam As Soghir dan beliau men-shahihkan hadits tentang do’a tawassul ini.)

“Allahumma inniy as aluka wa atawajjahu ilaika wa atawassalu ilaika binabiyyikal amin nabiyur rahmah Ya Muhammad, inni atawassalu bika ila robbi lituqdho li hajati….”
(… sebutkan hajatmu …).

Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan aku bertawajjuh (menghadap) kepada-MU dan aku bertawassul kepada-Mu dengan Nabi-Mu yang terpercaya, nabi yang rahmat, wahai Muhammad sesungguhnya aku bertawassul dengan-mu kepada Tuhanku (Allah) supaya diterima hajatku ini ..
(… nyatakan hajatmu…).

Contoh do’a tawassul tersebut berasal dari Hadits Nabi Muhammad Saw, diriwayatkan Imam At Tobaroniy dalam Mu’jam As Soghir dan beliau men-shahihkan hadits tentang do’a tawassul ini.


ﺑﺤﺪﻳﺚ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﺣُﻨﻴﻒ (26 ) ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ ﺭﺟﻼً ﺿﺮﻳﺮ ﺍﻟﺒﺼﺮ ﺃﺗﻯﺎﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠّﻢ ﻓﻘﺎﻝ : ﺍﺩﻉ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻌﺎﻓﻴﻨﻲ، ﻗﺎﻝ : « ﺇﻥ ﺷﺌﺖَ ﺩﻋﻮﺕ ﻟﻚ،ﻭﺇﻥ ﺷﺌﺖَ ﺃﺧﺮﺕ ﺫﺍﻙ، ﻓﻬﻮ ﺧﻴﺮ، ﻓﻘﺎﻝ : ﺍﺩﻋﻪ، ﻓﺄﻣﺮﻩ ﺃﻥ ﻳﺘﻮﺿﺄ، ﻓﻴﺤﺴﻦ ﻭﺿﻮﺀﻩ، ﻓﻴﺼﻠﻴﺮﻛﻌﺘﻴﻦ، ﻭﻳﺪﻋﻮ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ : ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﺳﺄﻟﻚ، ﻭﺃﺗﻮﺟﻪ ﺇﻟﻴﻚ ﺑﻨﺒﻴﻚ ﻣﺤﻤﺪ ﻧﺒﻲ ﺍﻟﺮﺣﻤﺔ،ﻳﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺇﻧﻲ ﺗﻮﺟﻬﺖ ﺑﻚ
ﺇﻟﻰ ﺭﺑﻲ ﻓﻲ ﺣﺎﺟﺘﻲ ﻫﺬﻩ، ﻟﺘﻘﻀﻰ ﻟﻲ، ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻓﺸﻔﻌﻪ ﻓﻲّ» ، ﻗﺎﻝ :ﻓﻔﻌﻞ ﺍﻟﺮﺟﻞ، ﻓﺒﺮﻯﺀ

Imam Ahmad meriwayatkan hadits Utsman
bin Hunaif bahwa seorang yang buta matanya datang kepada Nabi ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
seraya mengatakan, “Berdoalah kepada Allah agar Dia memberikesembuhan kepadaku.” Beliau bersabda: “Jika kamu suka, aku berdoa untukmu dan jika kamu suka, kamu bersabar saja; dan itu lebih baik bagimu.”

Ia mengatakan,“Berdoalah!” Kemudian beliau memerintahkannya supaya berwudhu dengan sempurna, lalushalat dua rekaat, dan berdoa dengan doa ini: “Ya Allah, aku memohon kepadaMu dan menghadap kepada-Mu dengan nabiMu, nabi rahmat.
Wahai Muhammad aku menghadap denganmu kepada Rabbku dalam hajatku ini agar hajatku ini diselesaikan.
Ya Allah,terimalah syafaatnya untukku, dan berilah aku syafaat melalui (doa)nya.”
Orangitu pun melakukannya sehingga terbebas dari kebutaannya. (HR. Ahmad).

Thursday, September 6, 2018

Ratib Al Athos, Wirid Habib Umar bin Abdurrahman Al-Atthos





ROTIBUL ATTHOS, Wirid Habib Umar bin Abdurrahman Al-Atthos


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ.
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Ar-rahmaanir-rahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta-’iin. Ihdinas-shiraathal mustaqiim. Shiraathalladziina an’amta ‘alaihim, ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS al-Fatihah : 1-7)


أَعُوذُ بِالله السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  (3 ×)
A’uudzu billaahis samii’il ‘aliimi minasy-syaithaanir-rajiim (Dibaca 3 x).
Aku memohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk.


لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْءَانَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ اْلاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ . هُوَ اللَّهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ . هُوَ اللَّهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلاَمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ . هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ اْلأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ.
Lau anzalnaa haadzal qur-aana ‘alaa jabalin lara-aitahuu khaasyi’an mutashaddi’an min khasy-yatillaah, watilkal amtsaalu nadhribuhaa linnaasi la’allahum yatafakkaruun. Huwalloo-hulladzii laa ilaaha illaa huwa ‘aalimul ghaibi was-syahaadati huwarrahmaanurrahiim. Hu-walloohulladzii laa ilaaha illaa huwal malikul qudduusus-salaamul mukminul muhaiminul ‘aziizul jabbaarul muta-kabbir, sub-haanalloohi ‘ammaa yusyrikuun. Huwalloohul khaaliqul baari-ul mushawwiru lahul asmaa-ul husnaa, yusabbihu lahuu maa fis-samaawaati wal ardhi wahuwal ‘aziizul hakiim.

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempu-nyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS al-Hasyr : 21-24).


أَعُوذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  (3×)
A’uudzu billaahis samii’il ‘aliimi minasysyaithaa-nir-rajiim ( 3 x).
Aku memohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk.

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ.  (3×).
A’uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq ( 3 x).
Aku berlindung dengan perantaraan kalimat-kalimatnya Allah yang sempurna dari kejahatan apa saja yang Dia ciptakan.

بِسْمِ اللهِ الَّذِي   لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ  وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (3×).
Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’as mihii syai-un fil ardhi walaa fis-samaa-i wahuwas-samii’ul ‘aliim (Dibaca 3 x).
Dengan menyebut Asma’ Allah Yang tidak membahayakan bersamanya sesuatu pun di bumi dan tidak pula (sesuatu pun berbahaya) di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ (3×).
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim (10 x).
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dan tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3×).
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim (Dibaca 3 x).
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

بِسْمِ اللَّهِ تَحَصَّنَّا بِاللَّهِ, بِسْمِ اللَّهِ  تَوَكَّلْنَا عَلَى الله (3×).
Bismillaahi tahash-shannaa billaah. Bismillaahi tawakkalnaa ‘alallooh (Dibaca 3 x).
Dengan menyebut nama Allah, kami membentengi diri dengan Allah. Dengan menyebut nama Allah, kami bertawakkal kepada Allah.

بِسْمِ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ, وَ مَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ  لاَخَوفٌ عَلَيْهِ(3×).
Bismillaahi aamannaa billaah. Wa man yukmin billaahi laa khaufun ‘alaih (Dibaca 3x).
Dengan menyebut nama Allah, kami beriman kepada Allah. Barangsiapa yang beriman kepada Allah, maka tiada kekuatiran atasnya.

سُبْحَانَ اللهِ عَزَّ اللهُ, سُبْحَانَ اللهِ جَلَّ اللهُ (3×)
Sub-haanalloohi ‘azzallooh, Sub-haanalloohi jal-lallooh (Dibaca 3 x).
Maha Suci Allah, Maha Mulia Allah. Maha Suci Allah, Maha Agung Allah.

سُبْحَانَ اللهِ  وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْم  (3×).
Sub-haanalloohi wabihamdih, Sub-haanalloohil ‘azhiim (Dibaca 3 x).
Maha Suci Allah dan dengan segala pujian bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung.

سُبْحَانَ الله وَالحَمْدُ لِلَّهِ وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ  (4×).
Sub-haanalloohi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illalloohu walloohu akbar (Baca 4x).
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.

يَالَطِيْفًا بِخَلْقِهِ, يَا عَلِيْمًا بِخَلْقِهِ, يَا خَبِيْرًا بِخَلْقِهِ, أُلْطُفْ بِنَا يَالَطِيْفُ يَا عَلِيْمُ يَا خَبِيْرُ (3×).
Yaa lathiifan bikhalqihii, Yaa ‘aliiman bikhalqihii, Yaa khabiiran bikhalqihii. Ulthuf binaa yaa lathiifu yaa ‘aliimu yaa khabiir (3 x).
Wahai Tuhan Yang Maha Lemah Lembut kepada makhluk-Nya. Wahai Yang Maha Mengetahui kepada makhluk-Nya. Wahai Yang Maha Waspada kepada makhluk-Nya. Berilah kami (perlakuan) lemah lembut-Mu, Wahai Yang Lemah Lembut, Wahai Yang Maha Mengetahui, WahaiYang Waspada.

يَالَطِيْفًا لمَ يَزَلْ, أُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلَ, إِنَّكَ لَطِيْفٌ لمَ تَزَلْ, أُلْطُفْ بِنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ (3×).
Yaa lathiifan lam yazal, ulthuf binaa fiimaa nazal. Innaka lathiifun lam tazal. Ulthuf binaa wal muslimiin (Dibaca 3 x).
Wahai Yang senantiasa bersikap lemah lembut, bersikap lemah lembutlah kepada kami pada apa saja turun. Sesungguhnya Engkau senantiasa Maha Lemah Lembut, maka bersikaplah lemah lembut kepada kami dan kaum muslimin.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (40× atau  100×).
Laa ilaaha illallooh (Dibaca 40 x  atau 100 x).
Tiada Tuhan selain Allah.

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ (1×).
Muhammadur-rasuulullooh.
Muhammad utusan Allah

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ (7×).
Hasbunalloohu wa ni’mal wakiil (Dibaca 7 x).
Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (11×)
Alloohumma shalli ‘alaa Muhammad. Alloo-humma shalli ‘alaihi wa sallim (Dibaca 11x).
Ya Allah! Limpahkanlah rahmat ta’zhim kepada Muhammad. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat ta’zhim dan kesejahteraan kepada beliau.

أَسْتَغْفِرُ الله (11×). تَائِبُونَ اِلَى الله (3×).
Astaghfirullooh (Dibaca 11 x). Taa-ibuuna ilallooh  (Dibaca 3 x).
Aku Mohon ampun kepada Allah. Orang-orang yang bertaubat kepada Allah.

يَاأَللهُ بِهَا, يَاأَللهُ بِهَا, يَاأَللهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ (3×).
Yaa Alloohu bihaa, Yaa Alloohu bihaa, Yaa Alloohu bihusnil khaatimah (Dibaca 3 x).
Ya Allah, dengannya. Ya Allah, dengannya. Ya Allah, semoga dalam keadaan khusnul khatimah.

غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ .  لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا, رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا, رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ, وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا, أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.
Ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir. Laa yukallifulloohu nafsan illaa wus’ahaa, lahaa maa kasabat, wa ilaihaa maktasabat. Rabbanaa laa tu-aakhidznaa inna siinaa au akhtha’naa. Rabbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alalladziina min qablinaa. Rabba-naa walaa tuhammilnaa maalaa thaaqata lanaa bih. Wa’fu ‘annaa waghfir lanaa war-hamnaa. Anta Maulaa-naa fanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin.

“Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggu-pannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS al-Baqarah : 285-286).


______________________________________
*) Teks Doa diambil dari kitab asli "Khulashoh Syawariq al-Anwar" (KSA), tulisan Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani



============




ROTIB AL-ATTHOS -2, Amalan Wirid Habib Umar bin Abdurrahman Al-Atthos. (Al-Wafa’) * - 160

رَاتِبُ الْعَطَّاسِ


اَلْفَاتِحَةُ بِنِيَّةِ قِرَاءَةِ رَاتِبِ العَطَّاسِ مِثْلَ مَا نَوَى نَبِيُّنَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ عَلَى مَا نَوَى الْحَبِيْبُ عُمَرُ  بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْعَطَّاسِ صَاحِبُ الرَّاتِبِ وَالشَّيْحُ عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللهِ بَارَسْ وَ عَلَى مَا نَوَى سَلَفُنَا الصَّالِحُوْنَ أَنَّ اللهَ يُدخِلُ نِيَّاتِنَا فِي نِيَّاتِهِمْ وَ أَعْمَالَنَا فِيْ أَعْمَالِهِمْ وَ أَخْلَاقَنَا فِيْ أَخْلَاقِهِمْ وَ طَرِيْقَتِهِمْ بِالْقَبُوْلِ, وَ إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.   بِسِرَّ الْفَاتِحَةْ .....


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ.
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَ لِوَالِدَيَّ وَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ. آمِيْنَ.
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Ar-rahmaanir-rahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta-’iin. Ihdinas-shiraathal mustaqiim. Shiraathalladziina an’amta ‘alaihim, ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS al-Fatihah : 1-7)


أَعُوذُ بِالله السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  (3 ×)
A’uudzu billaahis samii’il ‘aliimi minasy-syaithaanir-rajiim (Dibaca 3 x).
Aku memohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk.

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْءَانَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ اْلاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ . هُوَ اللَّهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ . هُوَ اللَّهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلاَمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ . هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ اْلأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ.
Lau anzalnaa haadzal qur-aana ‘alaa jabalin lara-aitahuu khaasyi’an mutashaddi’an min khasy-yatillaah, watilkal amtsaalu nadhribuhaa linnaasi la’allahum yatafakkaruun. Huwalloo-hulladzii laa ilaaha illaa huwa ‘aalimul ghaibi was-syahaadati huwarrahmaanurrahiim. Hu-walloohulladzii laa ilaaha illaa huwal malikul qudduusus-salaamul mukminul muhaiminul ‘aziizul jabbaarul muta-kabbir, sub-haanalloohi ‘ammaa yusyrikuun. Huwalloohul khaaliqul baari-ul mushawwiru lahul asmaa-ul husnaa, yusabbihu lahuu maa fis-samaawaati wal ardhi wahuwal ‘aziizul hakiim.

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempu-nyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS al-Hasyr : 21-24).


أَعُوذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  (3×)
A’uudzu billaahis samii’il ‘aliimi minasysyaithaa-nir-rajiim ( 3 x).
Aku memohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk.

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ.  (3×).
A’uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq ( 3 x).
Aku berlindung dengan perantaraan kalimat-kalimatnya Allah yang sempurna dari kejahatan apa saja yang Dia ciptakan.

بِسْمِ اللهِ الَّذِي   لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ  وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (3×).
Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’as mihii syai-un fil ardhi walaa fis-samaa-i wahuwas-samii’ul ‘aliim (Dibaca 3 x).
Dengan menyebut Asma’ Allah Yang tidak membahayakan bersamanya sesuatu pun di bumi dan tidak pula (sesuatu pun berbahaya) di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ (10×).
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim (10 x).
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dan tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3×).
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim (Dibaca 3 x).
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

بِسْمِ اللَّهِ تَحَصَّنَّا بِاللَّهِ, بِسْمِ اللَّهِ  تَوَكَّلْنَا بِالله (3×).
Bismillaahi tahash-shannaa billaah. Bismillaahi tawakkalnaa ‘alallooh (Dibaca 3 x).
Dengan menyebut nama Allah, kami membentengi diri dengan Allah. Dengan menyebut nama Allah, kami bertawakkal kepada Allah.

بِسْمِ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ, وَ مَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ  لاَخَوفٌ عَلَيْهِ(3×).
Bismillaahi aamannaa billaah. Wa man yukmin billaahi laa khaufun ‘alaih (Dibaca 3x).
Dengan menyebut nama Allah, kami beriman kepada Allah. Barangsiapa yang beriman kepada Allah, maka tiada kekuatiran atasnya.

سُبْحَانَ اللهِ عَزَّ اللهُ, سُبْحَانَ اللهِ جَلَّ اللهُ (3×)
Sub-haanalloohi ‘azzallooh, Sub-haanalloohi jal-lallooh (Dibaca 3 x).
Maha Suci Allah, Maha Mulia Allah. Maha Suci Allah, Maha Agung Allah.

سُبْحَانَ اللهِ  وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْم  (3×).
Sub-haanalloohi wabihamdih, Sub-haanalloohil ‘azhiim (Dibaca 3 x).
Maha Suci Allah dan dengan segala pujian bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung.

سُبْحَانَ الله وَالحَمْدُ لِلَّهِ وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ  (4×).
Sub-haanalloohi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illalloohu walloohu akbar (Baca 4x).
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.

يَالَطِيْفًا بِخَلْقِهِ, يَا عَلِيْمًا بِخَلْقِهِ, يَا خَبِيْرًا بِخَلْقِهِ, أُلْطُفْ بِنَا يَالَطِيْفُ يَا عَلِيْمُ يَا خَبِيْرُ (3×).
Yaa lathiifan bikhalqihii, Yaa ‘aliiman bikhalqihii, Yaa khabiiran bikhalqihii. Ulthuf binaa yaa lathiifu yaa ‘aliimu yaa khabiir (3 x).
Wahai Tuhan Yang Maha Lemah Lembut kepada makhluk-Nya. Wahai Yang Maha Mengetahui kepada makhluk-Nya. Wahai Yang Maha Waspada kepada makhluk-Nya. Berilah kami (perlakuan) lemah lembut-Mu, Wahai Yang Lemah Lembut, Wahai Yang Maha Mengetahui, WahaiYang Waspada.

يَالَطِيْفًا لمَ يَزَلْ, أُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلَ, إِنَّكَ لَطِيْفٌ لمَ تَزَلْ, أُلْطُفْ بِنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ (3×).
Yaa lathiifan lam yazal, ulthuf binaa fiimaa nazal. Innaka lathiifun lam tazal. Ulthuf binaa wal muslimiin (Dibaca 3 x).
Wahai Yang senantiasa bersikap lemah lembut, bersikap lemah lembutlah kepada kami pada apa saja turun. Sesungguhnya Engkau senantiasa Maha Lemah Lembut, maka bersikaplah lemah lembut kepada kami dan kaum muslimin.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (40×) .
Laa ilaaha illallooh (Dibaca 40 x).
Tiada Tuhan selain Allah.

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ (1×).
Muhammadur-rasuulullooh.
Muhammad utusan Allah

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ (7×).
Hasbunalloohu wa ni’mal wakiil (Dibaca 7 x).
Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (11×)
Alloohumma shalli ‘alaa Muhammad. Alloo-humma shalli ‘alaihi wa sallim (Dibaca 11x).
Ya Allah! Limpahkanlah rahmat ta’zhim kepada Muhammad. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat ta’zhim dan kesejahteraan kepada beliau.

أَسْتَغْفِرُ الله (11×). تَائِبُونَ اِلَى الله (3×).
Astaghfirullooh (Dibaca 11 x). Taa-ibuuna ilallooh  (Dibaca 3 x).
Aku Mohon ampun kepada Allah. Orang-orang yang bertaubat kepada Allah.

يَاأَللهُ بِهَا, يَاأَللهُ بِهَا, يَاأَللهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ (3×).
Yaa Alloohu bihaa, Yaa Alloohu bihaa, Yaa Alloohu bihusnil khaatimah (Dibaca 3 x).
Ya Allah, dengannya. Ya Allah, dengannya. Ya Allah, semoga dalam keadaan khusnul khatimah.

غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ .  لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا, رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا, رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ, وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا, أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.
Ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir. Laa yukallifulloohu nafsan illaa wus’ahaa, lahaa maa kasabat, wa ilaihaa maktasabat. Rabbanaa laa tu-aakhidznaa inna siinaa au akhtha’naa. Rabbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alalladziina min qablinaa. Rabba-naa walaa tuhammilnaa maalaa thaaqata lanaa bih. Wa’fu ‘annaa waghfir lanaa war-hamnaa. Anta Maulaa-naa fanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin.
“Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggu-pannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS al-Baqarah : 285-286).


اَلْفَاتِحَةُ إِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا وَ حِبِيْبِنَا وَ شَفِيْعِنَا رَسُولِ اللهِ مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَسَلَّمَ, وَ أَصْحَابِهِ وَ أَزْوَاجِهِ وَ ذُرِّيَّتِهِ أَنَّ اللهَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ وَ يَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَ أَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ فِى الدِّيْنِ وَ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ, وَ يَجْعَلُنَا مِنْ حِزْبِهِمْ وَ يَرْزُقُنَا مَحَبَّتَهُم وَيَتَوَفَّانَا عَلَى مِلَّتِهِمْ وَ يَحْشُرُنَا فِيْ زُمْرَتِهِمْ.  بِسِرَّ الْفَاتِحَةْ .....

اَلْفَاتِحَةُ إِلَى رُوْحِ الْمُهَاجِرِ إِلَى اللهِ سَيِّدِنَا أَحمَدَ بْنِ عِيْسَى وَ إِلَى رُوْحِ  سَيِّدِنَا لْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ بْنِ عَلِيٍّ بَا عَلَوِيِّ, وَ أُصُوْلِهِمَا وَ فُرُوْعِهِمَا وَ ذَوِى الْحُقُوْقِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ. أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَ يَرْحَمُهُمْ وَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ وَ يَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَ أَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ فِى الدِّيْنِ وَ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ.  بِسِرَّ الْفَاتِحَةْ .....

اَلْفَاتِحَةُ إِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا وَ حِبِيْبِنَا وَ عُمْدَتِنَا صَاحِبِ الرَّاتِبِ قُطْبِ الْأَنْفَاسِ الْحَبِيْبِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْعَطَّاسِ وَالشَّيْحِ عَلِيٍّ بْنِ عَبْدِ اللهِ بَارَسْ, وَ أُصُوْلِهِمَا وَ فُرُوْعِهِمَا وَ ذَوِى الْحُقُوْقِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ. أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَ يَرْحَمُهُمْ وَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ وَ يَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَ أَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ فِى الدِّيْنِ وَ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ.  بِسِرَّ الْفَاتِحَةْ .....

اَلْفَاتِحَةُ إِلَى أَروَاحِ الْأَوْلِيَاءِ وَ الصَّالِحِيْنَ وَ الْأَئِمَّةِ الرَّاشِدِيْنَ, ثُمَّ إِلَى أَروَاحِ وَالِدِيْنَا وَمَشَايِخِنَا وَ مُعَلِّمِيْنَا وَ ذَوِى الْحُقُوْقِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ. ثُمَّ إِلَى أَروَاحِ أَمْوَاتِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ. أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَ يَرْحَمُهُمْ وَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ وَ يَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَ أَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ فِى الدِّيْنِ وَ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ.  بِسِرَّ الْفَاتِحَةْ .....

اَلْفَاتِحَةُ بِنِيَّةِ الْقَبُوْلِ وَ تَمَامِ كُلِّ سُؤْلٍ وَ مَأمُوْلٍ وَ صَلَاحِ الشَّأْنِ ظَاهِرًا وَ بَاطِنًا فِى الدِّيْنِ وَ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ.  دَافِعَةً لِكُلِّ شَرٍّ, جَالِيَةً لِكُلِّ خَيرٍ لَنَا وَ لِوَالِدِيْنَا وَلِأَحْبَابِنَا وَلِمَشَايِخِنَا فِى الدِّيْنِ مَعَ اللُّطْفِ وَ الْعَافِيَةِ, وَعَلَى نِيَّةٍ  أَنَّ اللهَ يُنَوِّرُ قُلُوْبَنَا مَعَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَ الْعَفَافِ وَ المَوْتِ عَلَى دِيْنِ الْإِسْلَامِ وَ الْإِيْمَانِ بِلَا مِحْنَةٍ وَلَا اِمْتِحَانٍ بِجَاهِ سَيِّدِ وَلَدِ عَدنَانَ جَامِعَةً لِكُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ وَ زِيَادَةً وَ مَحَبَّةً فِي شَرَفِ الْحَبِيْبِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ,  بِسِرَّ الْفَاتِحَةْ .....


الدُّعَاءْ بَعْدَ قِرَاءَةِ الرَّاتِبِ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا  يُوَافِى نِعَمَهُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَ عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ * سُبْحَانَكَ لَا نُحصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيتَ عَلَى نَفْسِكَ * فَلَكَ الْحَمْدُ حَتَّى تَرْضَى وَ لَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ وَ لَكَ الْحَمْدُ بَعدَ الرِّضَى * أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْأَوَّلِيْنَ * وَ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الآخِرِيْنَ * وَ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْمَلَإِ الْأَعلَى إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ *
وَ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَتَّى تَرِثَ الأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَأَنْتَ خَيْرَ الْوَارِثِيْنَ * أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَحفِظُكَ وَ نَسْتَوْدِعُكَ أَدْيَانَنَا وَ أَنْفُسَنَا وَ أَمْوَالَنَا وَ أَهْلَنَا وَ كُلَّ شَيْئٍ أَعْطَيْتَنَا *  أَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَ إِيَّاهُمْ فِيْ كَنَفِكَ وَ أَمَانِكَ وَ عِيَاذِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَ جَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَ ذِيْ عَيْنٍ وَذِيْ بَغْيٍ وَ ذِيْ حَسَدٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ *  أَللَّهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَ السَّلَامَةِ وَ حَقِّقْنَا بِالتَّقْوَى وَ اْلإِسْتِقَامَةِ, وَ أَعِذْنَا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَامَةِ فِى الْحَالِ وَ الْمَالِ وَ الْمَآلِ, إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ * وَ صَلِّ اللَّهُمَّ بِجَلَالِكَ وَجَمَالِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ * وَارْزُقْنَا كَمَالَ المُـتَابَعَةِ لَهُ ظَاهِرًا وَ بَاطِنًا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ, وَ سَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ * وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ*


______________________________________

*) Teks Doa diambil dari kitab asli "Al-Wafa'",  'ala nafaqah Majlis Ya Robbi Maula Al-Wafa', lissayyid Ahmad Isma'il bin Abdullah al-Habsyi.


Monday, August 20, 2018

ROTIBUL HADDAD Wirid Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad

ROTIBUL HADDAD  Wirid Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad

 
Sebelum membaca Ratibul Haddad, bacalah surat al-Fatihah, ayat Kursi dan ayat Aamanar-rasuulu sampai akhir ayat (QS al-Baqarah : 285-286). Kemudian membaca Ratib berikut ini :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْت وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ  قَدِيْرٌ (3×)

Laa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. (Dibaca 3 x).
“Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Yang menghidupkan dan mematikan. Dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu.

سُبْحَانَ اللَّه وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ,   اَللَّهُ  أَكْبَرُ (3×)

Sub-haanalloohi walhamdulillaahi walaa ilaaha illalloohu walloohu akbar. (Dibaca 3 x).
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيْم وَبِحَمْدِهِ (3×)

Sub-haanalloohi wabihamdihii Sub-haanalloohil ‘azhiimi wabihamdih. (Dibaca 3 x).
Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (3×)

Rabbanaghfir lanaa watub ‘alainaa innaka antat-tawwaaburrahiim (Dibaca 3 x).
Tuhan kami! Ampunilah dosa-dosa kami dan terimalah taubat kami, karena sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ, اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (3×)

Alloohumma shalli ‘alaa muhammad, Alloo-humma shalli ‘alaihi wasallim (Dibaca 3 x).
Ya Allah! Limpahkan rahmat ta’zhim kepada Muhammad. Ya Allah! Limpahkan rahmat ta’zhim dan salam sejahtera kepada beliau.

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (3×)

A’uudzu bikalimaatillaahit-taammaati min syarri maa khalaq (Dibaca  3 x).
Aku berlindung dengan perantaraan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa saja yang Dia ciptakan.

بِسْمِ اللَّهِ الّذِي   لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ  وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (3×).

  Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihii syai-un fil ardhi walaa fis-samaa-i wahuwas-samii’ul ‘aliim (Dibaca 3 x).
Dengan menyebut asma’ Allah yang dengan nama-Nya itu tidak membahayakan sesuatu pun di bumi dan tidak di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


رَضِيْنَا بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالإسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا (3×)

Radhiinaa billaahi rabbaa, wabil islaami diinaa, wabimuhammadin nabiyyaa (Dibaca 3 x).
Kami rela Allah Tuhan kami, Islam agama kami, dan Muhammad sebagai Nabi.

 بِسْمِ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ  وَالْخَيْرُ وَالشَّرُّ بِمَشِيْئَةِ اللَّهِ (3×)

Bismillaah, walhamdulillaah, walkhairu wasy-syarru bimasyii- atillaah (Dibaca 3 x).
Dengan menyebut asma’ Allah, seala puji bagi Allah, kebaikan dan keburukan adalah sesuai dengan kehendak Allah.

آمَنَّا بِاللَّهِ           الْيَوْمِ اْلآخِرِ, تُبْنَا إِلَى اللَّهِ بَاطِنًاوَظَاهِرًا (3×)

Aamannaa billaahi wal yaumil aakhiri, tubnaa  ilalloohi baathinan wazhaahiran (Dibaca 3 x).
Kami beriman kepada Allah dan hari akhir, kami bertaubat kepada Allah secara batin dan lahir.

يَا رَبَّنَا وَاعْفُ عَنَّا وَامْحُ الَّذِى كَانَ مِنَّا (3×)

Yaa rabbanaa wa’fu ‘annaa wamhulladzii kaana minnaa (Dibaca 3 x).
Wahai Tuhan kami! Ampunilah kami dan hapuskanlah dosa apa saja yang pernah kami lakukan.

يَاذَا الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ أَمِتْنَا عَلَى دِيْنِ اْلإِسْلاَمِ (3×)

Yaa dzal jalaali wal ikraam, amitnaa ‘alaa diinil islaam (Dibaca 7 x).
Wahai Tuhan Pemilik keagungan dan kemuliaan! Wafatkanlah kami dalam keadaan tetap beragama Islam.

يَاقَوِيُّ يَا مَتِيْنُ إكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْنَ (3×)

Yaa qawiyyu yaa matiin, ikfi syarrazh-zhaalimiin (Dibaca 3 x).
Wahai Yang Maha Kuat lagi Maha Kokoh! Lindungilah / selamatkanlah kami dari kejahatan orang-orang yang zhalim.

أَصْلَحَ اللَّهُ   أُمُورَ الْمُسْلِمِيْنَ, صَرَفَ اللَّهُ   شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ (3×)

Ashlahalloohu umuural muslimiin, sharafalloohu syarral mu’dziin (Dibaca 3 x).
Semoga Allah memperbaiki semua urusan kaum muslimin. Semoga Allah menghindarkan mereka dari kejahatan para pengganggu.

يَاعَلِيُّ يَاكَبِيْرُ, يَاعَلِيْمُ يَاقَدِيْرُ, يَاسَمِيْعُ يَابَصِيْرُ, يَالَطِيْفُ يَاخَبِيْرُ (3×)

Yaa ‘aliyyu yaa kabiir, yaa ‘aliimu yaa qadiir, yaa samii’u yaa bashiir, yaa lathiifu yaa khobiir (3 x).
Wahai Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar! Wahai Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa! Wahai Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat! Wahai Yang Maha Lemah Lembut lagi Maha Mengamati.

يَافَارِجَ الْهَمِّ, يَاكَاشِفَ الْغَمِّ, يَامَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ (3×)

Yaa faarijal hammi, yaa kaasyifal ghammi, yaa man li’abdihii yaghfiru wayarhamu (Dibaca 3 x).
Wahai Yang Menghilangkan kesedihan! Wahai Yang Menghapus kesusahan! Wahai Tuhan Yang Mengampuni dan mengasihi hamba-Nya.

اَسْتَغْفِرُ اللَّهَ رَبَّ الْبَرَايَا, اَسْتَغْفِرُ اللَّهَ مِنَ الْخَطَايَا.4×

Astaghfirullooha rabbal baraayaa, astaghfi-rullooha minal khathaayaa (Dibaca 4 x).
Aku memohon ampunan kepada Allah, Tuhan Pencipta makhluk. Aku memohon ampunan kepada Allah dari segala dosa-kesalahan.


لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ (50 – 1000 ×)

Laa ilaaha illallooh (Dibaca 50 x, atau dibaca sampai 1000 x itu lebih baik).
Tiada tuhan selain Allah.

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهُ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ, وَرَضِيَ عَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ الْمُطَهَّرِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الْمُهْتَدِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

Muhammadur-rasuululloohi shallalloohu ‘alaihi wasallama wa syarrafa wakarrama wamajjada wa’azhama waradhiya ‘an ahli baitihil muthahhi-riina wa ash-haabihil muhtadiina wat-taabi’iina lahum bi ihsaanin ilaa yaumiddiin.
Muhammad adalah Rasul utusan Allah saw. Semoga Allah menaikkan derajatnya, memuliakannya, menyanjungnya, dan mengagungkannya. Sermoga Dia meridhai keluarga beliau yang suci, para sahabat beliau yang diberi petunjuk, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan (melakukan) kebaikan sampai hari kiamat.


Setelah itu membaca :
1). Surat al-Ikhlash 3 x;  2). Surat al-Falaq 1 x;  3). Surat an-Nas 1 x.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اَللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (3×)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَق . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ  . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (1×)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ. إِلَهِ النَّاس. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاس  (1×)

Kemudian membaca surat Al-Fatihah untuk dihadiahkan kepada :
1) Nabi Muhammad saw beserta para sahabat dan ahli bait beliau;
2) Para ulama dan imam dunia;
3) khususnya kepada penyusun Ratibul Haddad ini (Habib Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad), beserta kakek dan nenek moyangnya dari keluarga Ba’alawi.
Lalu dilanjutkan membaca doa berikut ini :

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوذُبِكَ مِنْ سَخَتِكَ وَالنَّارِ (3×).

Alloohumma innaa nas-aluka ridhaaka wal jannah, wana’uudzu bika min sakhathika wannaar (Dibaca 3 x).
“Ya Allah! Kami memohon kepada-Mu ridha-Mu dan surga. Kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan api neraka.

يَاعَالِمُ السِّرِّ مِنَّا لاَ تَهْتِكَ السِّتْرَ عَنَّا, وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَكُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّا (3×).
Yaa ‘alimassirri minnaa laa tahtikis-sitra ‘annaa, wa’aafinaa  wa’fu ‘annaa, wakun lanaa haitsu kunnaa (Dibaca 3 x).


Wahai Yang Mengetahui rahasia-rahasia kami! Jangan Engkau robek-robek tirai kami. Berilah kami kesehatan-kesejahteraan dan maafkanlah kami. Jadilah Engkau bersama kami dimanapun kami berada.

يَاأَلَّلهُ بِهَا يَاأَلَّلهُ بِهَا يَاأَلَّلهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ (3×).

Yaa Alloohu bihaa, Yaa Alloohu bihaa, Yaa Alloohu bihusnil khaatimah (Dibaca 3 x).
Ya Allah dengannya, yaa Allah dengannya, yaa Allah dengan husnul khatimah.


_______________________________________________
*) Teks Doa diambil dari kitab asli berbahasa arab : "Khulashoh Syawariq al-Anwar" (KSA), tulisan Prof. DR. Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

DOA MELAWAN ORANG JAHAT

 Hidup tidak selalu bertemu dengan orang baik.  View this post on Instagram A post shared by NU Online (@nuonline_...